I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 103


__ADS_3

Williams melambaikan tangannya ketika melihat Akmal berada diambang pintu masuk. Lelaki tampan itu mengangguk seraya berjalan menuju tempat dimana Williams telah duduk menunggunya.


Di sebuah meja yang menghadap ke arah jalan raya kini mereka duduk. Nampak Williams beberapa kali menarik nafasnya dalam. Ada ragu dalam hatinya untuk memulai berbicara. Namun sisi lain mengatakan bahwa dirinya harus segera mengetahui kebenaran atas semua rasa yang mengganjal di hatinya.


"Sebelumnya aku ingin meminta maaf, seandainya pertanyaanku ini akan mengungkit kisah lama. Tapi sungguh aku ingin tahu semuanya secara jelas, karena selama ini aku dibuat bingung. Bukan hanya karena pemikiranku sendiri tapi juga dengan kenyataan yang membuatku susah untuk berpikir itu benar atau salah." Will menjedah ucapannya, menelisik wajah Akmal yang menatapnya bingung. Akan tetapi pemuda itu masih nampak tenang duduk di tempatnya.


"Ini soal Alexa, ehm mungkin sebaiknya sekarang aku memanggilnya dengan nama aslinya saja. Alisya." Lanjutnya pelan.


"Masalah apa? apa adikku membuat ulah?"


Akmal benar tak habis pikir, dia tak bisa menduga-duga karena selama bertemu dan adiknya tersebut mau kembali berkumpul dengan mereka. Tak ada satu orangpun anggota keluarga Smith yang menyinggung masalah kepergiannya bahkan alasan yang sebenarnya kenapa gadis itu memilih nekat pergi pun tak mereka ungkit. Hanya demi menjaga perasaan Alisya dan juga menghindari gadis itu kabur kembali meski saat ini gadis cantik tersebut kembali pergi namun dalam konteks yang berbeda.


"Soal perjodohan nya yang sempat gagal." Will berujar pelan.


Meski begitu, Akmal yang mendengarnya sukses terkejut namun tak berapa lama dirinya menyadari bahwa Williams adalah anggota keluarga Oma Feli. Dimana wanita tua itulah yang merancang perjodohan sang adik dengan salah satu anggota keluarganya. Meski Akmal tak terlibat dalam hal itu, namun dirinya sempat mendengar ketika sang ayah membahasnya bersama dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Mak.. maksud dokter Jhon apa?"


"Aku hanya ingin tahu kejadian saat itu, terus terang aku masih sedikit bingung. Apa Alis tahu dengan siapa dia dijodohkan?"


"Salah satu anggota keluarga Oma Feli, ehm Oma dokter Jhon. Tapi dengan siapanya, maaf saya tidak tahu menahu soal itu. Karena disaat saya tak ikut serta karena sedang bimbingan."


Williams mengusap wajahnya frustasi. Tadinya dokter tampan tersebut menaruh harapan besar pada Akmal. Berharap pemuda tersebut tahu dan bisa menjawab segala gunda didadanya. Namun ternyata semuanya kembali buntu. Bertanya kepada Oma pun sama saja, karena beliau tak tahu persis apa penyebab terjadinya penolakan dari Alisya. Bahkan Oma mengatakan jika dirinya sendiri yang telah memberikan foto Williams kala itu kepada tuan Alisky.


Williams mengeluarkan buku kecil milik Alisya yang tertinggal. Dengan ragu dia meminta Akmal untuk membacanya. Pemuda itu mengernyitkan dahinya sedikit berpikir. Tak lama kemudian matanya menatap Will dan buku tersebut secara bergantian.


"Maaf dokter, ini maksudnya gimana? terus terang saya bingung sekarang?"


"Om fer adalah anak kedua Oma Feli. Anaknya bernama Edwin dan mempunyai seorang cucu. Rasanya tidak mungkin Oma berniat menjodohkan mereka. Lalu Alisya menulis demikian, apa menurutmu ada yang salah?"


Pada akhirnya Williams menceritakan semuanya berdasarkan versi yang diketahuinya. Begitupun dengan kedatangannya di tahun dimana Alisya menolaknya dan sempat menyebutnya sebagai om om tua.

__ADS_1


Akmal menarik nafas panjang. Kini dirinya tahu kenapa lelaki tampan dihadapannya tersebut berubah sifat terhadap adiknya. Akmal yakin telah terjadi kesalahpahaman dalam masalah ini. Namun dirinya juga tak ingin gegabah. Akmal akan memastikan dulu kebenarannya kepada sang ayah nanti.


"Jadi, yang dijodohkan waktu itu dengan adik saya Alis itu dokter Jhon?"


Anggukan kepala Williams terlihat samar. Lelaki tersebut lalu menarik nafas panjang. Sebelum kembali menceritakan alasan kenapa dirinya menjauh dari Alis setelah mengetahui fakta bahwa gadis tersebut menolaknya.


Senyum tipis tersungging di bibir Akmal. Merasa lucu dengan tingkah keduanya yang seolah tak saling membutuhkan namun saling merindukan. Dirinya tahu beberapa bulan terakhir bagaimana usaha sang adik untuk bisa kembali ceria dan melupakan lelaki yang sedang duduk didepannya saat ini. Wajah Williams juga tak kalah frustasinya dengan wajah Alisya saat melihat Williams bersama gadis lain.


*


*


*


Ah ternyata cinta sudah tumbuh diantara mereka tanpa mereka sadari, tak perlu lagi adanya perjodohan.

__ADS_1


__ADS_2