I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 57


__ADS_3

Alexa.


Sepanjang hari aku hanya sendiri, Om ganteng telah pergi sehabis sarapan tadi. Entah apa yang terjadi pada diriku kala itu. Rasanya sungguh tak enak. Ada rasa ingin marah, malu dan sedih yang kurasakan kala melihat seorang wanita yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakangku dan sedang menatapku dengan sorot mata menyelidik.


Salahku juga tak pernah bertanya tentang kehidupan Om ganteng. Aku yang hanya tahu dia orang baik tak pernah berpikir tentang hal lain apalagi menduganya telah berkeluarga. Tapi kenyataan mengatakan lain ketika aku benar-benar dihadapkan pada posisi tersebut.


Pada awalnya aku telah berusaha membentengi hatiku mengingat Om ganteng adalah pria mapan dan penuh pesona. Sangat tidak mungkin baginya untuk menghindari kejaran wanita-wanita cantik. Pasti juga dirinya telah mempunyai seorang istri dilihat dari umurnya.


Jujur saja aku merasa ketakutan saat melihat wanita itu menatapku tajam. Apalagi Om ganteng malah bersikap biasa saja dan malah mendekatiku dengan mengambil dan meminum jus yang telah ku buat.


Keringat dingin kurasakan telah membasahi tubuhku. Hal yang paling aku takutkan adalah mereka akan bertengkar karena kehadiranku dirumah ini. Fokusku terbelah dengan banyaknya ketakutan namun lebih parahnya aku merasa sedih dan marah dalam waktu bersamaan.

__ADS_1


Aku marah karena Om ganteng tak pernah jujur padaku tentang dirinya. Aku juga merasa sedih karena wanita itu lebih beruntung dariku. Namun aku juga segera tersadar bahwa diriku bukan siapa-siapa bagi Om ganteng.


Dia hanya menolongku, kasihan padaku tak lebih. Seharusnya aku tak mengharap lebih. Aku terkesiap manakala wajah Om ganteng sudah berada didepanku dan menyentuh daguku.Jujur saja aku tak mendengar apa yang dibicarakan nya tadi. Hingga aku hanya diam karena memang tak tahu apa yang dia tanyakan.


Aku masih memilih diam hingga acara sarapan selesai bahkan ketika wanita itu pergi pun aku sedang tak fokus dan lagi lagi aku berperang dengan perasaanku sendiri.


Aku sepenuhnya tersadar kala Om ganteng sudah pergi meninggalkan rumah. Tak ada pesan ataupun basa basi yang dia ucapkan padaku. Aku menyadari kebodohanku sendiri.


Ku masukkan salad yang sudah kubuat dalam kulkas. Tak ada lagi niat untuk memakannya. Aku memilih masuk ke dalam kamar dan merenungi segala kebodohan yang aku lakukan hari ini.


Aku menunggu dan terus menunggu namun Om ganteng tak kunjung datang hingga aku hanya bisa menangis. Bagaimana nasibku setelah ini? Aku tertidur karena lelah menangis.

__ADS_1


Masih dengan posisi duduk kurasakan sebuah sentuhan. Kudongakkan wajahku untuk memastikan bahwa aku tidak lagi sedang berhalusinasi. Ku kerjapkan mataku beberapa kali untuk menyakinkan penglihatanku.


"Hei, ada apa? kenapa menangis?" Suara itu, benarkah itu Om ganteng?


"Om." Kucoba kembali meyakinkan diriku jika ini nyata. Namun tarikan lembut dan dekapan hangat nya kurasakan beberapa saat kemudian membuat tangisku kian pecah. Ku eratkan pelukanku padanya dan menghirup dalam dalam aroma tubuhnya. Aku berjanji pada diriku sendiri jika aku tak akan lagi membuat Om ganteng kesal bahkan pergi meninggalkan ku lagi.


"Ada apa?" Ucapnya lembut sambil menangkup wajahku dengan kedua tangannya dan menghapus air mata yang masih menetes di pipiku. Hatiku menghangat.


"Lapar, Om."


Om ganteng kembali memelukku setelah mengusak rambutku pelan.

__ADS_1


Ah sepertinya aku sudah jatuh cinta padamu, Om ganteng. Pekikku lirih dalam hati.


__ADS_2