I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 49


__ADS_3

Alexa terbangun kala matahari masih malu malu untuk menampakkan diri. Setelah membersihkan diri, Alexa memilih berlalu turun ke lantai bawah. Perlahan menuruni tangga hingga sampai ke ruang tengah. Alexa berhenti sejenak kemudian menengok kanan kiri mencari letak dapur berada.


Senyum kecil terlihat di bibirnya Alexa kembali melangkahkan kakinya. Dapur itu berada disebelah kiri tangga. Sedikit menyamping dengan kaca jendela yang besar di depannya. Alexa segera membuka jendela tersebut dan membiarkan udara pagi masuk kedalam.


Perlahan di pejamkan kedua matanya menikmati hembusan udara pagi. Alexa tersenyum senang. Berjalan ke arah meja makan dan mengambil gelas, diisinya benda tersebut dengan air dan meneguknya hingga tandas.


Alexa beranjak menuju kulkas yang ada dipojok dapur. Gadis itu membukanya namun tak tahu harus membuat apa setelahnya. Dia yang tak paham dengan masakan lokal menjadi bingung sendiri. Ditatap nya telur dan sosis ditangannya. Membuat omelet hanya itu yang terlintas dalam otaknya meski isi dalam kulkas sudah penuh karena sebelum pulang kemarin Will meminta suster Dini untuk membantunya berbelanja.


Alexa kembali membuka kulkas untuk mencari tomat. Dia yang terlalu fokus sampai tak menyadari kehadiran Williams disana. Hingga sapaan lelaki tersebut membuatnya terlonjak dan keningnya mencium ujung pintu kulkas yang sedikit terbuka.


"Kau selalu saja melamun."


Williams berjalan cepat dan menggosok kening Alexa pelan membuat gadis tersebut membeku di tempatnya. Tak ada pergerakan darinya hanya kedua matanya yang berkedip dengan degup jantung yang menggila.


Melihat tomat yang berada digenggaman Alexa membuat Will mengernyit. Dia sedikit paham dengan apa yang dilakukan gadis itu.

__ADS_1


"Kau mau masak?" Anggukan kepala Alexa yang nampak ragu membuat Will tersenyum kecil.


"Kau bisa membuat teh hangat atau jus buah terlebih dahulu. Biar aku yang buat sarapannya." Ucapnya kemudian sambil mengambil tomat yang berada ditangan Alexa.


Patuh. Alexa melangkah mengambil buah dan mencucinya. Sementara Will kembali membuka kulkas dan mengeluarkan bahan lain yang dia butuhkan.


"Tak ada roti hari ini. Jadi aku akan membuat nasi goreng untuk sarapan kita kali ini. Atau kau ingin sarapan yang lain?"


"Tadinya aku ingin buat omelet."


"Om, sudah biasa masak?"


"Hem, tinggal sendiri membuatku sudah terbiasa melakukan hal ini. Mungkin rasanya tak seenak koki, tapi cukuplah buat mengganjal lapar." Seloroh nya sambil memotong sayur yang sudah dicuci nya.


"Kan bisa beli, om." Alexa yang selesai dengan jus jeruknya kembali mendekat. 2 gelas ukuran sedang telah terisi penuh dengan jus jeruk.

__ADS_1


"Aku lebih suka memasak sendiri, sensasinya beda." Will memasukan bumbu yang tadi dibuatnya dengan mesin Copper.


Sambil menunggu bumbu matang dia mengiris daging ayam dengan potongan kecil kecil setelahnya memasukkan dalam bumbu yang sudah mengeluarkan bau harum. Dengan cekatan Will mengadukannya kemudian memasukkan kocokan telur dan dilanjutkan dengan sayur hijaunya. Terakhir nasi putih di masukannya dan kembali diaduk dengan rata setelah menambahkan bumbu kedalamnya.


Alexa menatap takjub lelaki di sebelahnya. Teringat dengan sang kakak yang juga memiliki hobi memasak. Kembali matanya berkaca kaca karena merasakan rindu pada mereka.


Will selesai dengan nasi gorengnya dan memindahkannya keatas piring. Keduanya menikmati sarapan dengan nikmat.


"Aku sudah memesan tiket ke Paris. Bukankah kamu harus menyelesaikan urusan dengan agency tempatmu bergabung?"


"Tapi, Om."


"Kesehatanmu lebih penting. Kondisimu belum memungkinkan untuk melakukannya, jadi fokuslah dulu untuk kesembuhanmu. Kau bisa mengejar karirmu nanti setelah sembuh."


Alexa menunduk dia tak punya uang tentu saja. Jika harus pergi ke Paris tentunya dia memerlukan uang untuk membayar denda sesuai kesepakatan dalam kontrak kerjanya.

__ADS_1


"Kau tak ingin menghubungi keluargamu?


__ADS_2