
Dua minggu lamanya tuan Alisky menjalani perawatan secara intensif. Dokter mengatakan kondisinya sudah membaik dan hanya perlu memperhatikan pola makan serta tensi darahnya. Menjalani hidup sehat dengan mengurangi konsumsi minuman bersoda apalagi yang mengandung alkohol. Lebih disarankan untuk meminum banyak air putih dan mengkonsumsi sayur serta buah buahan, adalah pesan dokter sebelum dirinya keluar dari rumah sakit bersama istri dan anak sulungnya.
Ya, hanya Akshan yang datang menjemput sang ayah sementara Alina sedang bersekolah, dan Akmal sedang mendalami materi dengan dosen pembimbingnya.
"Ada yang mau di beli atau tempat yang mau disinggahi ma?" Akshan yang berada dibalik kemudi menatap kedua orang tuanya yang berada di bangku penumpang dari sepion depan.
"Mampir ke toko roti langganan sebentar bisa kak?"
"Iya, ma."
"Tanya Alin, siapa tahu anak itu juga ingin sesuatu." Tuan Alisky menatap lembut sang istri.
"Masih jam sekolah, yah. Belikan saja apa yang menjadi kesukaannya saja, ma. Nanti kalau salah biar kakak yang ajak keluar nanti."
__ADS_1
"Kamu nggak kembali ke kantor kak?"
"Pekerjaan sebagian sudah kakak selesaikan, ma. Hari ini pengen istirahat dirumah saja." Ucapnya pelan.
Dia yang paling dewasa dan menjadi tulang punggung keluarganya sejak tuan Alisky mulai tak lagi peduli dengan usaha nya. Dari 5 buah restoran yang mereka miliki hanya tinggal tersisa 3 saja karena yang 2 lagi terpaksa mereka jual demi menutupi biaya pencarian Alisya dan juga menutup kerugian restoran yang lainnya.
Bukan usaha restoran yang besar membuat keluarga tersebut harus ektra menjaganya agar tetap bisa berdiri. Usaha yang dirintis mulai dari nol tersebut hasil kerja keras tuan Alisky sendiri. Membuka 4 cabang tambahan yang sejatinya dia persiapkan untuk anak-anaknya dan 1 khusus untuk dia kelola sendiri nanti di hari tua. Namun sekarang usaha tersebut hanya tinggal 3 saja yang masih bertahan dan semua itu tak lepas dari usaha Akshan yang tak pernah menyerah.
Memilih roti gandum untuk sang suami dan beberapa roti manis untuk anak anaknya. Dea juga nampak memilih beberapa cake yang biasanya disukai Alin. Setelah dirasa cukup, Dea segera berlalu menghampiri suami dan anak sulungnya yang menunggu dalam mobil.
*
*
__ADS_1
*
"Om."
Alexa masih berusaha membuat Williams berbicara. Lelaki tersebut mendiamkannya sejak di rumah sakit tadi hingga sampai ke rumah. Alasannya mungkin sepele bagi Alexa namun tidak bagi Will.
Dia yang tadinya ingin menyusul Alexa dan Dini ke kantin untuk membeli kopi terkejut ketika melihat gadis itu tersedak sampai mengeluarkan air matanya. Bakso dengan kua merah menyala membuatnya membelalakkan mata. Baru 3 hari yang lalu Lexa mengeluh sakit perut karena makanan pedas kini gadis tersebut mengulanginya lagi.
Karuan saja tingkahnya itu membuat Williams murka. Ingin marah namun tak bisa hingga Williams memilih mendiamkan Alexa. Namun ada saja tingkah gadis itu yang membuat Will menggelengkan kepalanya. Niat hati ingin memberi pelajaran pada gadis itu namun Will malah dibuat jantungan ketika hampir saja Alexa terjatuh ketika menapaki tangga. Alexa yang sejak tadi mencoba membuat Williams berbicara dan tak lagi marah padanya tak melihat undakan terakhir karena fokusnya hanya pada Williams. Karuan saja tingkahnya tersebut membuat Williams makin kesal namun pada akhirnya lelaki tersebut mau berbicara padanya.
Alexa tersenyum senang setelah Will mengatakan iya kala dirinya meminta maaf. Kondisi yang makin membaik setiap harinya terkadang membuat Will merasa was was. Dirinya senang Alexa kembali bisa berjalan normal tanpa harus dibantu tongkat namun juga dirinya khawatir. Membayangkan gadis itu pergi membuat Williams lagi dan lagi menarik nafasnya dalam dalam.
Entah mengapa rasanya dia tak ingin hal itu terjadi. Setidaknya sampai dihari terakhirnya nanti. Williams masih berpikiran bahwa dirinya mengidap penyakit parah. Dan apa yang dikatakan dokter Irwan padanya mensugesti dirinya demikian. Padahal kenyataannya, dokter Irwan memberinya kode bahwa apa yang sedang Williams alami adalah reaksi alami hati dan jantungnya. Hati yang berdebar dan jantung yang berdetak kencang adalah ciri-ciri orang jatuh cinta. Namun ternyata Williams menangkapnya lain.
__ADS_1