I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 14


__ADS_3

Williams melangkah pasti ke dalam ruangannya. Dokter tampan tersebut tersenyum ramah ke pada setiap orang yang dilaluinya di Koridor rumah sakit yang menuju ke lantai di mana ruangannya berada.


Will memang jarang menggunakan lift yang langsung bisa mengantarkan dirinya di depan ruangannya dengan cepat jika bukan karena ada hal penting. Dia lebih suka berkeliling dulu sambil memeriksa keadaan para pasien. Hal itu dilakukannya setelah mencontoh sikap yang ditunjukkan oleh mendiang papa Bram selaku pemilik rumah sakit sebelumnya.


Dia yang hanya sebagai wakil yang ditunjuk untuk menggantikan Bram menjadi pemimpin rumah sakit berusaha keras menjaga image baik rumah sakit tersebut.


Rumah sakit swasta yang didirikan sendiri oleh mendiang Papa Bram yang merupakan seorang dokter ahli jantung tersebut lebih banyak melakukan oprasi secara gratis. Semua itu dilakukan untuk membantu banyak orang yang sedang mengalami musibah.


Banyaknya keluhan tentang mahalnya biaya pengobatan kala itu membuat hati Papa Bram tergerak dan membuat trobosan dengan mengadakan pengobatan dengan pemotongan biaya hingga pengobatan gratis. Hal tersebut mendapat dukungan kuat dari sang istri.


Wanita pemilik utama perusahaan Ayodya dan juga sebagai mantan desainer dan pelukis tersebut menyambut antusias keinginan sang suami. Ke duanya tak segan menggelontorkan biaya demi mencapai kepuasan batin mereka demi bisa membantu orang-orang yang membutuhkan. Dan semua itu tak luput dari pengamatan putra tunggal mereka yang kemudian mengikuti jejak keduanya.

__ADS_1


*


*


*


"Sus."


"Kemungkinan minggu depan saya akan pulang ke kampung halaman. Dan selama saya tidak ada, tolong semua di jaga dengan baik ya sus."


"Wah jangan jangan Dokter pulang untuk menikah ya?" Suster yang bertugas membantu diruangan Williams tersebut tersenyum. Dia yang memang suka menggoda dokter tampan itu semakin antusias kala melihat wajah Williams yang memerah.

__ADS_1


Wanita beranak 1 itu selalu mendoakan yang terbaik bagi Will. Tak jarang, suster yang biasa di panggil Dini tersebut menjodohkannya dengan suster maupun dokter baru yang masih lajang. Namun Will hanya menanggapinya dengan tersenyum.


"Doakan saja ya, Din. Semoga yang terbaik."


Kata kata yang keluar dari bibir Will membuat Dini semakin tersenyum lebar. Dia yang memang dekat dengan Williams selama ini tentu tahu tentang dokter muda tersebut banyak hal. Tak jarang, Will menceritakan apa yang dirasakannya selama ini. Dini yang menganggap Williams sebagai kakaknya di luar jam kerja membuat mereka akur di segala situasi. Bahkan putra Dini dan suaminya pun dekat dengan Williams karena memang lelaki tersebut sangat ramah ke pada semua orang. Namun jangan harap lelaki tersebut bisa terbuka tentang kehidupannya selain kepada sahabat dan orang-orang yang dianggapnya sangat berarti dalam hidupnya dan tentunya bisa dia percaya.


Keduanya kembali disibukan dengan pekerjaan masing-masing. Will dengan pasiennya dan Dini dengan sigap selalu membantu dokter muda tersebut.


Kegiatan tersebut berakhir ketika jam makan siang telah datang. Dini yang memang jarang sekali makan dikantin lebih memilih menghabiskan waktunya di pantry dengan memakan bekal yang dibawanya dari rumah. Sementara Williams terkadang memilih menghabiskan waktunya untuk pergi ke toko Tiara. Dia lebih banyak menghabiskan waktu istirahatnya disana jika memang tak ada hal yang mendesak yang membuatnya memilih tinggal di rumah sakit.


Berada di toko Tiara tentu membuatnya bahagia. Tak jarang di sana dirinya harus berjumpa dengan Cameli yang selalu nampak menggemaskan di matanya.

__ADS_1


Balita centil nan cantik bak barbie tersebut selalu dapat membuat moodnya kembali baik ditengah kesibukannya sepanjang waktu. Tak jarang Will harus kehilangan waktu istirahatnya ketika banyak pasien yang membutuhkan bantuannya. Sudah banyak dokter yang bertugas, namun Will tak pernah semaunya sendiri. Apalagi amanat dan kepercayaan yang diembannya dari mendiang papa Bram membuatnya selalu mengingat tanggungjawab tersebut.


__ADS_2