I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 46


__ADS_3

Monica.


Aku kembali ke Paris setelah dokter mengijinkan ku pulang dua hari yang lalu. Beruntung sekali aku, disaat peristiwa naas tersebut terjadi nyawaku masih bisa terselamatkan. Aku yang saat itu sedang meminum es jeruk pemberian wakil penyelenggara peragaan busana yang telah usai sejam yang lalu.


Para model yang lain telah kembali ke hotel masing-masing karena kami memang tak menginap dihotel yang sama. Entah apa alasannya yang jelas aku tinggal di kamar hotel yang tak jauh dari ballroom tempat terselenggaranya acara.


Tuan Will datang membawa beberapa bungkusan berisi camilan dan minuman. Aku dan Alexa kebetulan masih berada disana karena kami sedang beristirahat sejenak guna merenggangkan otot dan ketegangan tadi. Makhlum saja, kami berdua bukan model terkenal. Membutuhkan banyak persiapan karena nervous masih sering datang menyambangi. Meski pengalamanku lebih banyak dari Alexa yang Notabennya baru bergabung namun tetap saja rasa percaya diriku belumlah seberapa.

__ADS_1


Saat aku sedang duduk menikmati minuman ku itulah semuanya terjadi. Dalam sekejap mata semuanya berubah menjadi mengerikan. Dan yang paling ku ingat waktu itu adalah Alexa yang berada di sampingku sudah tak sadarkan diri dengan bahu dan kaki kirinya tertimpa besi penyangga.


Ruangan gelap tak membuatku lupa posisinya saat terakhir kami bercanda. Alexa duduk berjarak 5 meter dari tempatku. Dia sedang menyelonjorkan kedua kakinya. Jika dipikir lagi, posisinya tersebut tak akan membuatnya celaka. Namun anehnya sesaat sebelum aku kehilangan kesadaranku, aku melihat tubuh Alexa berada tepat ditempat yang tadi aku duduki diawal dan saat ini posisiku bergeser agak jauh kesamping. Meski aku juga mengalami luka, dibandingkan dengan Alexa lukaku terbilang ringan bahkan sangat ringan karena hanya dahi dan lenganku yang cidera tapi tak parah.


Saat aku tersadar, diriku sudah berada diatas brangkar rumah sakit. Aku berada di satu ruang bersama dengan teman teman teknisi yang kala itu memang masih berada disana untuk membereskan alat-alat.


Aku ingin bergerak namun rasanya seluruh tubuhku kaku. Tak tahu ini sudah jam berapa namun yang pasti hari belumlah berganti pagi. Aku kembali terlelap entah karena ngantuk atau karena obat karena sepertinya mataku berat hingga aku kehilangan kesadaranku kembali.

__ADS_1


Matahari sudah meninggi aku rasa ketika mataku kembali ku buka. Aku sudah berada di ruangan berbeda. Hanya ada 2 ranjang diruangan ini, satu ranjang yang sedang ku tempati dan 1 ranjang lagi berisi seorang laki-laki entah itu siapa.


Aku kembali mencoba mengingat ingat semuanya dan ketika itu air mataku mulai menetes. Namun naas karena lenganku masih kaku dan sulit ku gerakkan.


Dalam tangisku kembali bayangan berkelebat dalam benakku. Aku mengingat semuanya. Mengingat bagaimana lenganku ditarik dengan keras hingga aku terpelanting kebelakang agak menyamping dari temoatku duduk diawal. Gelas minuman yang aku pegang sampai terpental jauh kala itu. Semua terjadi begitu cepat dan pada saat aku menoleh sudah ada benda yang menghantam kening dan lenganku. Disaat itu pulalah aku melihat tubuh Alexa telah terbaring disampingku dalam keadaan tengkurap dan tak lagi bergerak.


Setelahnya semua nampak gelap.

__ADS_1


__ADS_2