I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 35


__ADS_3

Jam 9 pagi, Akmal telah bersiap untuk berangkat menuju ke alamat Agency dimana Alexa bekerja. Dengan hanya berbekal foto dirinya nekat dan masuk ke dalam guna mencari tahu. Beruntung ada seorang security yang menemuinya dan dengan ramah mengantarkannya ke ruangan pimpinan agency.


Tiga puluh menit berlalu barulah Akmal keluar dari ruangan tersebut dengan wajah sumringah. Walau belum mengetahui apakah Alexa yang dia cari benar adalah sang adik, Akmal sangat yakin jika feeling nya benar kali ini. Pimpinan Agency tempat Alexa bernaung pada awalnya enggan mengatakan apapun padanya.


Namun Akmal tak kehabisan cara dan dia membeberkan semuanya tentang Alisya berserta semua bukti bahwa dirinya benar-benar tengah mencari keberadaan sang adik. Melihat tingkat kemiripan foto antara Alexa dan foto yang di bawa Akmal, mau tak mau lelaki itu membenarkan jika Alexa adalah salah satu modelnya.


Namun Akmal harus kembali bersabar karena saat ini Alexa tengah melakukan peragaan busana di Indonesia dan kemungkinan akan berakhir minggu depan.


"Kak." Liriknya

__ADS_1


Akmal tengah berada di hotel tempatnya menginap. Pemuda tersebut tengah menghubungi Akshan yang kini tengah memijit kepalanya. Keduanya tak tahu harus bagaimana sekarang. Menginginkan Akmal untuk tetap tinggal tentu saja akan memakan biaya yang tak sedikit mengingat di sana tak ada yang murah. Sementara untuk pulang terlebih dahulu mereka sangat takut sang adik kembali berulah dan kabur lagi.


"Aku sudah menitipkan pesan pada pimpinan agency tersebut agar tak memberitahukan kedatanganku pada gadis itu, kak. Aku berdali agar tak menimbulkan masalah dikemudian hari. Jika benar dia Alisya itu akan baik tentunya namun jika aku salah mengenali orang maka akan jadi hal buruk nantinya. Terlebih aku juga mengatakan tentang kekhawatiran ku jika benar dia Alisya, maka dengan mendengar kedatanganku saja dirinya bisa kembali untuk kabur. Kita hanya bisa berharap pimpinan agency tersebut mau bekerja sama dengan kita, kak."


"Apa dia meminta perjanjian lain?"


Di dunia bisnis tak ada yang namanya gratisan. Itu sangat Akshan ketahui. Tak mungkin pimpinan agency membiarkan orangnya pergi begitu saja apalagi jika dia sangat mempunyai potensi.


Apa yang dikatakan oleh Akmal memang begitu adanya. Bahkan lelaki tersebut juga sempat menawarkan pada Akmal untuk ikut bekerja kepadanya dan menjadi model atau sebagai staf yang mengurusi kegiatan dalam agency tersebut. Akmal tentu saja tidak menolak secara langsung, namun pemuda tersebut juga mengatakan bahwa dirinya masih berstatus mahasiswa fakultas kedokteran.

__ADS_1


Lelaki yang ternyata adalah seorang duda tanpa anak tersebut nampak mengerti dan berharap suatu saat Akmal mau bekerja bersamanya.


"Kakak bingung sekarang. Kamu tahu sendiri keadaan restoran bagaimana saat ini? dan juga keadaan keluarga kita yang tidak bisa dikatakan baik baik saja."


Akmal mengangguk seolah sang kakak bisa melihat reaksinya tersebut. Lama keduanya terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing. Keterbatasan biaya menjadi kendala terbesar untuk mereka mencari keberadaan Alisya. Hingga pada akhirnya kedua kakak beradik tersebut memutuskan untuk beristirahat.


Sementara Alina yang tengah menyiapkan diri menyambut ujian akhir semester nampak duduk di depan meja belajarnya. Gadis itu bukannya belajar namun merenung lama. Saat masih ada sang kakak, kala ujian begini pastilah Alisya datang dan menemaninya belajar. Keduanya akan menghabiskan waktu bersama dalam kamar. Alisya bisa merubah cara belajar yang mengasyikkan bagi Alina agar mudah dipahami.


"Belajar yang rajin. Kakak pasti akan bangga ketika Alin bisa menyelesaikan ujian. Asal Alin bisa melewatinya dengan baik itu sudah sangat membuat kakak senang. Dan jika nilai yang diperoleh juga baik, maka anggap saja itu sebagai bonus. Berjanjilah, berjanji pada kakak kalau Alin akan belajar menjadi yang terbaik."

__ADS_1


Pesan Alisya padanya kala itu menjadi pemicu semangat Alina saat ini. Diusap nya air mata yang menetes. Alina kembali tenggelam dalam buku bukunya.


"Kakak, jika Alin berhasil apa kakak akan kembali?" Gumamnya kembali terisak lirih.


__ADS_2