I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 13


__ADS_3

Alisya merenung menatap kosong ke depan. Di dalam kamar yang bernuansa putih tersebut dia mencurahkan segala kegalauan hatinya. Di tengah malam seperti biasa, Alisya akan terbangun dan mencoba bertanya pada dirinya sendiri tentang langkah apa yang harus dia pilih.


Tak ada yang bisa membantunya, bahkan seluruh keluarganya pun tak ia libatkan. Bukan egois namun Alisya tak ingin membuat hari harinya penuh dengan kenangan buruk. Dia tak ingin berdebat, hanya ingin menorehkan kebahagiaan sebanyak-banyaknya.


Gadis itu akan kembali tertidur ketika waktu telah menunjukan jam 3 pagi. Sudah satu setengah bulan aktifitas tersebut dia lakukan.


Banyak rencana yang sudah dia siapkan. Hanya tinggal menguatkan hatinya yang benar-benar terasa rapuh dan sakit.


"Kak." Alina menyembulkan kepalanya di balik pintu yang terbuka sedikit pagi itu.


"Ada apa Lin, masuk saja!! Kakak masih ganti baju." Teriakan pelan terdengar dari arah ruang ganti.


Alina melangkah dan mendudukkan dirinya di pinggir kasur yang sudah terlihat rapih. Kamar Alisya memang selalu terlihat rapih sejak gadis cantik tersebut bangun di pagi hari. Dengan memainkan ponselnya, Alina duduk diam menunggu sang kakak selesai dengan urusannya.


"Kamu sudah siap, Lin?" Alina keluar dalam keadaan sudah rapih.

__ADS_1


Melangkah menuju meja rias dan mengambil bedak nya. Disapukan dengan tipis benda tersebut kemudian di tambah dengan liptin untuk menambah kesan segar.


"Kakak beneran kan mau nemenin Alin?" Ragu namun Alina ingin memastikannya.


Keduanya jarang sekali pergi berdua. Mereka lebih memilih pergi sendiri sendiri atau di temani sopir. Bukan karena tak ingin namun kesibukan mereka belajar tak memberi kemungkinan tersebut karena kesibukan Alisya yang mengambil banyak les.


"Tentu, hari ini kelas kakak di sore hari. Jadi kita bisa menghabiskan banyak waktu berbelanja." Alisya tersenyum dan diikuti Alina yang juga tersenyum bahagia.


Keduanya berjalan beriringan dengan Alina yang bergelanyut manja di lengan Alis. Gelak tawa terdengar dari bibir keduanya kala berhasil mengejek Akmal yang terlihat terburu buru karena kesiangan.


"Kalian mau pergi?" Dea mengambilkan sarapan untuk ke dua anak gadisnya. Tuan Alisky dan juga Akshan telah pergi beberapa menit yang lalu. Dan Akmal sudah dipastikan tak menyentuh sarapannya karena beberapa saat sebelumnya telah berlari menuju mobilnya.


"Kakak nggak kuliah?"


"Pagi sampai siang kosong, ma. Nanti jam 4 sore baru ada kelas itupun hanya sebentar."

__ADS_1


Deandra menganggukkan kepalanya. Wanita dengan senyum lembutnya tersebut tersenyum menatap kedua anaknya yang sesekali bercanda sambil menyantap sarapannya. Entah mengapa akhir akhir ini hatinya merasa tak nyaman. Namun Dea selalu berusaha berpikir positif.


*


*


*


Keduanya benar-benar menghabiskan waktu dengan sebaik-baiknya. Kesempatan yang susah sekali di dapat jika sudah menyangkut kesibukan masing-masing membuat kedua kakak beradik tersebut tak ingin menyia nyiakannya.


"Masih ada yang mau di beli dek?" Keduanya kini berada di sebuah restoran cepat saji.


Berkeliling menjelajahi semua outlet membuat keduanya merasakan lapar. Alina yang masih sibuk dengan kentang gorengnya membuka ponsel. Di cek nya kembali daftar barang yang dia butuhkan agar tak ada yang terlewat.


"Sepertinya sudah semua, kak. Kalau kakak gimana?"

__ADS_1


"Hanya tinggal mampir ke toko buku. Nanti sebelum pulang kita kesana dulu ya." Alin menganggukkan kepalanya.


Keduanya meneruskan makan siangnya dengan diselingi gelak tawa. Menghabiskan waktu bersama.


__ADS_2