I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 146


__ADS_3

"Ck, si@lan!! untung saja si aryo sudah pergi. Bisa bisa rencanaku berantakan. Aku harus memikirkan cara tercepat untuk mendapatkan Williams. Sebentar lagi waktunya anak ini lahir, paling tidak aku bisa memanfaatkan momen tersebut untuk bertindak. Aku harus bisa menjadi nyonya Williams, dengan begitu tak cuma panti ini yang akan tunduk dalam kuasaku tapi juga rumah sakit itupun akan jatuh ke tanganku."


Clara berjalan mondar mandir dalam kamarnya. Menyusun banyak rencana untuk segera melakukan tindakan guna melancarkan aksinya.


Sementara itu di ruangan Albert, nampak lelaki tersebut sedang menatap sang mama yang baru saja terlelap. Diusianya yang tak lagi muda, Albert memikirkan banyak hal termasuk masa depannya. Dulu, bersama Claire dia banyak merangkai hayalan dan impian hidup bahagia dengan keluarga kecilnya. Namun siapa sangka, gadis yang dicintainya tersebut menjadi momok terbesar bagi kesehatan sang mama.


Sejak kejadian tersebut, Albert seolah menjaga diri dan membentengi hatinya untuk makhluk yang bernama wanita. Meski dirinya tak membenci kaum tersebut. Namun bagi Albert, berhati-hati adalah hal yang paling baik untuknya saat ini. Terlebih keadaan sang mama yang sudah semakin baik dari hari ke hari. Meski masih tetap harus menggunakan kursi rodanya, namun nyonya Carlotta sudah bisa berbicara meski tak selancar sewaktu masih muda dulu.


Albert sendiri menyimpan perasaannya dengan rapat. Tak dapat dia pungkiri jika hatinya kembali terketuk oleh perasaan yang mati matian coba dia kubur dalam dalam.

__ADS_1


Suster Anna.


Gadis asli pribumi yang membantu di panti ini atas anjuran Doni. Lelaki tersebut mengatakan jika suster Anna adalah anak dari salah seorang kenalannya. Dia telah lama ditinggal sang ibu pergi selama lamanya, dan menjalani hidup berdua dengan sang ayah. Akan tetapi kehidupannya kembali harus diuji ketika sang ayah divonis sakit kanker stadium akhir. Disaat itulah, ayah Anna meminta bantuan Doni untuk membantu sang putri mencari pekerjaan.


Lelaki tersebut tak ingin sang anak hidup terlantar nantinya ketika sudah tiba waktunya dirinya untuk pergi. Berbekal dari apa yang diketahuinya, Doni mengajak Anna untuk bertemu dengan Williams dan mengutarakan maksudnya. Beruntung sekali Will mau menerima kehadiran Anna meski gadis tersebut bukanlah lulusan dokter atau perawat.


Sejak saat itu pulalah, Albert merasakan hal lain dalam hatinya. Berusaha untuk menutupinya karena tak ingin lagi merasakan trauma yang sama seperti beberapa tahun lalu. Namun semakin dirinya berusaha, semakin membuat hatinya kacau.


Albert yang menghuni ruang utama gedung tersebut menempati 2 kamar. Satu untuk dirinya sendiri dan satu untuk sang mama. Sedangkan di sebelahnya ada ruang kosong yang dulunya ditempati oleh Alexa selama masih tinggal di panti selama dirinya sering ditinggal sendiri kala di kediaman Williams. Juga terdapat satu kamar lagi yang biasa ditempati oleh Doni jika lelaki tersebut menginap di panti seperti malam ini.

__ADS_1


Sementara Usman dan keluarga kecilnya menempati sebuah rumah yang terdapat di bagian depan sisi kanan panti. Tak jauh dari pintu gerbang utama.


"Tuan belum tidur?" Doni mendongakkan wajahnya ketika menyadari Albert tengah berjalan kearahnya. Lelaki tersebut sedang duduk di ruang tengah gedung pengurus tersebut dengan ponsel yang menyala ditangannya.


"Belum, Don. Baru dari kamar mama, kamu sendiri kenapa belum tidur?"


Albert mendudukkan dirinya di hadapan Doni.


"Masih berbagi pesan dengan Sita, tuan. Tak ada rencana tadi aku akan menginap, jadi ya biasalah dia sedikit merajuk." Doni tersenyum sambil menggaruk tengkuknya pelan.

__ADS_1


"Harusnya kau tak perlu menginap secara mendadak begini. Besok kan bisa sekalian kau bisa membawa istrimu kemari."


Doni hanya tersenyum simpul. Dia yang memang berniat akan pulang tadi mendadak mengurungkan niatnya saat melihat Clara yang mengendap-endap menuju taman samping. Karena merasa curiga itulah dia mengurungkan niatnya untuk pulang dan mengikuti arah Clara melangkah. Namun tentu saja semua tak sia sia belaka karena hasilnya sungguh sangat baik. Dia bisa mengetahui bagaimana kelakuan dan liciknya wanita hamil yang sedang mereka tampung di panti tersebut.


__ADS_2