I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 19


__ADS_3

Alisya mengatur nafasnya. Rasa sesak itu sangat kentara namun gadis cantik tersebut masih mencoba untuk bersikap tenang. Pagi tadi, tepatnya di waktu sarapannya. Sang ayah mengatakan bahwa mereka nanti malam akan ke rumah orang tua calon tunangannya untuk menghadiri sebuah pesta yang entah pesta apa karena dirinya tak begitu fokus mendengarkan ucapan sang ayah.


Alisya memejamkan matanya erat. Gadis itu sadar, sangat sangat sadar jika hari ini pun akan tiba. Waktu 2 bulan yang dijanjikan telah datang dan kalau boleh jujur, Alisya belum siap untuk hal itu.


"Huuft, harus kuat Alis. Kamu harus bisa menentukan apa yang terbaik untuk masa depanmu sendiri." Alisya bergumam menyemangati dirinya sendiri.


Berangkat ke kampus di jam 11 siang membuat Alisya menghabiskan waktunya mengobrol bersama dengan sang mama. Gadis 19 tahun yang terlihat dewasa tersebut banyak mengumbar tawa.


"Ma, Alis berangkat ngampus dulu ya. Jangan kangen!!" Ucapnya disertai senyum di ujung bibirnya.


"Pasti kangen dong, sayang. Anak mama yang rajin ya, hati hati dijalan."


"Hati Alis disini ma nggak jalan jalan kok." Cengirnya di sambut cubitan di pipi kanannya oleh sang mama.


Setelah cipika copiki pada akhirnya mobil yang membawa Alisya perlahan menjauh meninggalkan halaman rumah keluarga Alisky. Berulang kali Alisya menolehkan wajahnya ke arah sang mama yang masih setia berdiri di depan pintu utama, hingga sampai gerbang tertutup Alisya masih setia menolehkan wajahnya.

__ADS_1


"Ada yang ketinggalan, non?" Sang sopir yang berulang kali melirik tingkah Alisya melalui spion depan melambatkan laju mobilnya karena mengira ada sesuatu yang tertinggal.


"Heheh, nggak ada paman. Semua sudah lengkap kok." Alisya memaksakan senyumnya.


Sang sopir hanya mengangguk,namun dirinya tak memungkiri sikap Alisya sedikit aneh hari ini. Tak seperti biasanya, karena Alisya nampak gelisah. Namun sang sopir tak ingin ikut campur lebih dalam.


*


*


*


"Hallo, pak. Bagaimana?"


"Saya masih di kampus nona, nyonya. Tapi belum kelihatan nona Alisya keluar. Mungkin masih ada kegiatan, saya tidak tahu pastinya Nyonya."

__ADS_1


Deandra menghembuskan nafasnya berat. Hatinya tak tenang sejak kepergian sang putri tadi pagi. Terasa aneh dan sedikit mengganjal dihatinya.


"Baiklah, pak. Mungkin sebentar lagi kali ya. Kabari saya ya pak kalau kalian sudah pulang."


"Baik, nyonya."


Deandra tak bisa tenang, hatinya benar-benar gelisah entah karena sebab apa. Sebuah mobil perlahan masuk ke halaman rumah, dengan semangat Dea berlari keluar berharap itu adalah sang anak.


Sedikit kecewa karena yang datang adalah mobil Akshan. Putra sulungnya tersebut tersenyum dan mencium tangannya ta'zim.


"Mama nunggu papa ya? papa bentar lagi kayaknya ma, tadi masih ada temannya disana pas Akshan balik."


"Mama nunggu adikmu. Alis belum pulang bang, padahal dia mengatakan jika kelasnya hanya sampai jam 3 sore aja." Aduh nya dengan tak mengurangi rasa cemas di wajahnya.


"Mungkin masih ada kegiatan dadakan, ma. Biasanya begitu, nanti biar Akshan yang cek ke teman temannya ya, ma."

__ADS_1


Deandra menganggukan kepalanya. Bersama dengan Akshan menoleh ke arah mobil tuan Alisky yang baru masuk ke halaman. Akshan tersenyum dan berjalan meninggalkan kedua orang tuanya.


__ADS_2