I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 40


__ADS_3

6 bulan berlalu.


Williams benar-benar membawa Usman dan keluarganya pindah ke Jakarta. Begitu pula dengan Alexa yang mau tak mau ikut pindah ke sana demi terus menjalani perawatan untuk pulih kembali. Kaki kirinya sudah membaik meski terkadang masih terasa ngilu jika berjalan terlalu lama.


Usman yang masih harus berada diatas kursi roda pun kian hari kian membaik. Kondisi lengan kanannya pun sudah bisa digerakkan. Hanya memang kakinya yang menurut perkiraan dokter akan mengalami kelumpuhan. Meski demikian, Usman masih bisa bernafas lega. Williams tidak cuma menawarkan pengobatan, tempat tinggal dan biaya selama dirinya menjalani masa penyembuhan hingga dinyatakan sembuh.


Lelaki tampan yang belakangan baru diketahui olehnya sebagai dokter tersebut juga memberikan pekerjaan bagi sang istri. Will meminta wanita dengan 1 anak tersebut ikut membantu merawat nyonya Carlotta. Mama dari Albert itupun menunjukkan kemajuan yang berarti. Tangan keriput miliknya sudah bisa bergerak dan memegang benda ringan seperti gelas yang berisi sedikit air.


Kendala bahasa tak lagi membuat mereka terganggu. Dengan perlahan dan bertahap, baik Albert maupun sang mama mulai bisa beradaptasi dan mengerti dengan bahasa sehari-hari orang-orang yang berada disekitar mereka. Saling bantu dan memberi penjelasan ketika diantara mereka ada yang tak paham membuat hubungan mereka semakin dekat.


Pembangunan Panti yang sudah mencapai 85 persen membuat Williams semakin bersemangat. Wajah cerahnya nampak disetiap harinya. Terlihat kebahagiaan yang besar dibalik sorot matanya yang tajam. 4 bulan yang lalu tepat dihari ulang tahunnya, panti di resmikan. Meski baru ada 1 lantai yang selesai namun itu sudah cukup bagi Williams.

__ADS_1


Hanya tinggal sedikit lagi maka panti tersebut bisa segera beroperasi. Williams meminta Albert untuk menangani panti nya. Dia pun melibatkan Usman sebagai bagian administrasi nantinya. Dan kedua orang tersebut sangat antusias menyambutnya.


*


*


"Om."


Williams menoleh kala Alexa memanggilnya. Dengan sedikit terpincang-pincang, gadis tersebut melangkah mendekat. Ada banyak hal yang ingin di utarakan nya. Alexa tahu ini sulit namun dirinya tak ada pilihan lain selain berbicara pada Williams.


Williams yang sibuk dengan urusan rumah sakit terkadang tak bisa datang meninjau panti selama beberapa waktu. Seperti kali ini, setelah peresmian panti dirinya baru datang 2 kali saja termasuk hari ini.

__ADS_1


Williams mengajak Alexa duduk di sofa panjang yang terdapat dalam ruangan tersebut. Mata biru cerah tersebut menatap lembut ke arah Alexa yang masih diam. Gadis itu bingung harus memulai dari mana. Melihat Alexa yang kebingungan membuat Williams mengubah duduknya dan memilih lebih dekat dengan Alexa. Dokter tampan dengan kacamata yang membingkai mata elangnya tersebut duduk disamping Alexa yang masih diam seraya memilin kedua jari tangannya membentuk simpul simpul tak jelas.


" What is it? Just speak, don't hesitate." (Ada apa? bicara saja jangan ragu) Ucapnya pelan membuat Alexa mendongak.


Hembusan nafas pelan terdengar dari Alexa. Gadis cantik dengan rambut blonde nya itu tersenyum guna mengurangi rasa gugupnya.


"Om, Lexa ingin sharing bolehkah?" Ucapnya pelan. Williams mengangguk sebagai persetujuan.


Williams sebenarnya tahu apa yang ingin Alexa katakan padanya. Karena selama ini, tanpa sepengetahuan Alexa Williams selalu berbagi info tentang gadis tersebut bersama Monica yang sudah kembali ke Paris dan menjalani aktifitas nya. Bahkan Williams mengetahui jika semua fasilitas yang diberikan oleh management untuk Alexa telah dicabut. Ijin pemulihan dan cuti panjang gadis itu belum berakhir sebenarnya. Namun management tak ingin rugi dan memberikan semua pada model yang masih berkompeten.


Monica tak bisa membantu banyak karena memang demikian ketentuannya. Bahkan pihak manajemen berujar, jika nanti Alexa telah pulih dan bisa kembali masuk maka mereka akan mengganti semua fasilitas dengan yang baru.

__ADS_1


"Lexa, bingung harus dari mana memulainya." Gumam Alexa pelan.


Mendengar itu Williams segera melangkah kearah meja kerjanya. Di ambilnya sebuah map yang memang rencananya akan diberikan pada gadis yang menatapnya heran tersebut, hanya saja Williams masih menunggu waktu yang tepat.


__ADS_2