I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 96


__ADS_3

Setelah bergelung dengan rasa penasarannya yang selama hampir 3 minggu dipendam. Pada akhirnya Williams memberanikan diri untuk bertanya. Tentu saja bukan kepada Oma Feli secara langsung karena untuk itu tentu dia tak punya kemampuan.


Om Fer lah yang menjadi sasarannya kali ini. Ayah dari Edwin itu adalah satu-satunya orang yang paling tahu dan bahkan terlibat dalam segala urusan Oma yang berkaitan dengannya. Dari apa yang Edwin sampaikan juga menegaskan bahwa lelaki tersebutlah yang ikut hadir saat Oma memutuskan untuk bertemu dengan keluarga Smith.


Pria dewasa dengan sifat ke bapak'an yang hangat tersebut tentu menyambut dengan antusias telfon dari Williams. Bagi Om Fer, Williams adalah anaknya, sama seperti Edwin. Berkat Will juga, Edwin bisa berubah dan menjadi seperti saat ini.


Williams membawa perubahan besar dalam kehidupan putra semata wayangnya tersebut. Edwin yang selalu saja merasa kurang percaya diri perlahan bangkit dengan dorongan semangat yang Williams berikan. Tak heran, hingga umur mereka yang tak lagi remaja tersebut masih terjaga dengan baik. Williams benar-benar membawa pengaruh positif dalam kehidupan Edwin dan juga Oma tentunya.


"Haa, akhirnya kau mengingat om juga, nak. Bagaimana kabarmu? apa disana sangat menyenangkan hingga kau lupa mengunjungi om?"


Senyum mengembang di bibir tipis Williams. Ocehan Om Fer tak pernah berubah padanya. Lelaki tersebut selalu memperlakukan dengan baik sama baiknya dengan Edwin. Tak ada canggung diantara mereka dan Will tentu sangat bersyukur akan hal itu. Berbeda dengan keluarga Jack dan Jonathan yang menganggap Will hanya pengganggu dalam keluarga Oma. Namun dengan adanya hal itu membuat jiwa pemberontak dalam diri Williams kembali berkobar. Semangatnya semakin bangkit dan terbukti dirinya bisa berdiri diatas kakinya sendiri dan bahkan menyerahkan warisan yang di berikan Oma Feli untuk dikelola oleh Edwin tanpa pernah dia menyentuh sedikitpun.

__ADS_1


"Om harus sekali kali datang mengunjungi Will kalau begitu. Sepertinya adil kan, om?" Will menjawab dengan senyum tengilnya tersungging diujung bibirnya.


"Ah, anak nakal. Kau tahu, kalau om sudah sangat ingin berkunjung, tapi bagaimana dengan perusahaan serta resto milikmu jika om tinggal? sementara Edwin, dia masih sibuk dengan perusahaan konveksi miliknya yang belakangan semakin berkembang itu."


"Om juga butuh liburan, agar otak tidak terlalu panas om. Untuk masalah pekerjaan, mau om kerjakan sampai tak tidurpun setiap harinya. Semua itu tak akan ada habisnya, om."


"Kau benar, nanti om coba pikirkan saran kamu itu. Sekarang katakan ada apa, nak? jangan bilang kamu kangen sama om. Karena om tak akan pernah berpikir untuk mempercayainya."


Will lantas mengungkapkan keingintahuan nya. Awalnya semua itu membuat Om Fer mengernyitkan dahi bingung. Will tak pernah menanyakan hal itu sebelumnya, bahkan ketika acara pertunangan nya yang gagal malam itu. Will seolah acuh dan merasa tak terjadi apapun padanya. Namun malam ini dengan tiba-tiba, dokter tampan tersebut mengungkit kembali masalah tersebut.


"Will hanya ingin tahu, om. Apa alasan gadis itu menyebut saya sebagai om om tua."

__ADS_1


Om Fer tertawa, dia mengingat itu semua. Bagaimana Alisya mengatakan keberatannya malam itu dalam sebuah surat yang di kirimnya ke rumah Oma Feli.


"Dia masih terlalu muda, umurnya masih 19 tahun waktu itu. Dia cantik dengan rambut blonde nya. Yang membuat om setuju dengan pilihan Oma waktu itu karena dia seorang mahasiswi fakultas kedokteran. Dan om pikir itu sangat cocok denganmu. Tapi ternyata kalian tak berjodoh."


Deg.


Hati Williams terhenyak, ciri ciri yang disebutkan Om Fer mengarah pada Alexa dengan masa lalunya. Namun Williams masih terdiam. Menunggu om Fer kembali bercerita. Namun jantungnya semakin berulah ketika sebuah nama berhasil keluar dari mulut om Fer.


*


*

__ADS_1


"Namanya Alisya Smith, anak ke tiga dari keluarga Tuan Alisky Smith."


__ADS_2