I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 67


__ADS_3

Restoran seafood menjadi tempat pilihan kami untuk menikmati makan malam. Williams memesan ruang VIP untuk kami berempat tempati kali ini. Pada awalnya aku juga ingin mengajak orang-orang panti untuk makan bersama kami. Namun mengingat bahwa panti sudah ada yang menghuni kami mengurungkan niatnya.


Tak ada pembahasan serius, hanya ada saling bercerita dan bercanda. 3 orang dewasa yang mendengarkan kisah dari seorang gadis belia. Rasanya lucu tapi melihat senyum dan tawanya membuatku merasa bahagia. Huuft sepertinya aku benar-benar harus memeriksakan diriku.


Pukul 9 malam kami sampai dirumah. Aku mengantarkan Oma masuk ke dalam kamarnya yang memang berada dilantai 1. Sayup-sayup masih ku dengar Edwin dan Alexa sedang mengobrol.


"Will."


Ku taruh gelas berisi air diatas meja dan menutupnya. Oma tersenyum menatapku, sambil duduk bersandar dengan dua bantal sebagai penyangga punggungnya. Tadi dia yang memintanya begitu karena belum ingin tidur langsung.


"Ada yang dibutuhkan lagi, Oma?" Ku genggam tangan keriput yang penuh kelembutan itu erat.


"Oma boleh tinggal bersama Will di sini?"


Aku terkejut, tentu saja aku akan sangat senang jika Oma mau tinggal bersamaku. Namun masalahnya adalah paman dan juga cucu cucu Oma yang lain. Apakah mereka akan menyetujuinya?.


"Aku pribadi akan sangat senang jika Oma bersedia tinggal bersamaku. Tapi Oma, bagaimana dengan paman dan yang lainnya?. Aku tak keberatan apapun itu yang Oma mau, tapi Will tak ingin ada salah paham atau apapun itu yang nantinya bisa membuat kita semua bertengkar. Oma tahukan maksud Will?"

__ADS_1


Oma Feli mengangguk dan tersenyum. Diusapnya wajahku pelan.


"Oma senang tinggal disini. Oma juga punya banyak teman dipanti. Bersama mereka Oma merasa punya kehidupan yang baru, punya keluarga yang baru lagi. Kami bisa bercerita dan tertawa sepanjang waktu. Lalu makan dan saling meledek. Rasanya sangat menyenangkan." Terawangnya dan tersenyum kembali.


Aku paham apa yang Oma rasakan. Beliau pasti kesepian dan hanya ditemani oleh beberapa pelayan saja di rumahnya. Andai saja, aku punya hak penuh untuk oma, aku akan membawanya tinggal bersamaku. Sudah sejak lama keinginan ini ada, tapi lagi dan lagi aku sadar posisiku yang hanya cucu angkatnya ini.


"Oma istirahat dulu ya. Kita bicarakan ini lagi lain kali." Ucapku menenangkan.


Oma menganggukkan kepalanya pelan dan mulai menggeser posisinya dan merebahkan diri. Ku tarik selimut hingga ke batas lengannya dan mencium keningnya. Ku tutup pintu pelan setelah kuucapkan selamat tidur.


Kulangkahkan kakiku ke ruang tengah dimana masih terlihat layar televisi menyala meski tak lagi ku dengar suara Ed dan Lexa yang sedang berbicara.


Tanyaku saat hanya kudapati Edwin yang sedang duduk sambil menonton.


"Baru saja naik."


Ku dudukan diriku disamping Ed. Beberapa kali aku menarik nafas pelan sambil berpikir haruskah aku mengatakan keinginan Oma pada Ed? apakah tak akan jadi masalah?.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanyanya tanpa menoleh padaku setelah sekian kali aku menarik nafas dan menoleh padanya perlahan.


"Ed, Oma mengatakan sesuatu padamu?"


Aku memberanikan diri untuk bertanya padanya terlebih dahulu. Edwin adalah satu-satunya cucu Oma yang dekat denganku dan selalu enak untuk di ajak bertukar pikiran. Tak seperti Jack dan juga Jonathan yang tak pernah menyukaiku.


Kulihat Ed menunduk sesaat kemudian menatapku. Aku masih diam menunggunya untuk bicara.


"Oma, minta tinggal di sini." Ucapnya pelan dan sedikit menambah volume televisi. Mungkin itu dia lakukan agar suara kami tak sampai didengar oleh Oma.


"Dia juga mengatakannya padaku. Secara pribadi ku tak keberatan sama sekali Oma tinggal bersamaku disini. Aku bahkan sudah menginginkannya lama. Tapi Ed, kamu tahukan jika Aku tak bisa mengambil keputusan apapun yang berkaitan dengan Oma. Aku tak akan menolaknya jika kalian ijinkan." Tegasku pelan


"Oma tak bilang padamu kalau dia ingin tinggal di panti?"


Melihatku diam Ed meneruskan kata katanya.


"Oma ingin tinggal dipanti, dia merasa senang dan bahagia berada disana. Punya banyak teman dan juga bisa bercerita sepanjang waktu."

__ADS_1


Jadi, Oma meminta tinggal disini bukan tinggal bersamaku tapi tinggal di panti?


Aku hanya mampu terdiam kemudian karena lagi aku tak punya hak untuk mengeluarkan pendapat.


__ADS_2