I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 143


__ADS_3

Drama di depan pintu utama berlangsung singkat. Alisya yang tak ingin berlama-lama pada akhirnya meminta Williams untuk segera masuk. Rindunya pada tempat tersebut sudah sangat menggunung rasanya. Gadis itu juga merindukan orang-orang baik yang berada disana.


Alisya terus saja berjalan dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Apalagi ketika melihat Alvin berlari kearahnya sambil tertawa senang. Bocah 4 tahun lebih tersebut memang sangat dekat dengan Alisya. Putra Usman itu bahkan langsung memeluk Alisya dengan erat.


"Wah, kamu sudah besar ya. Sudah sekolah?"


"Sudah, kak. Alvin sudah masuk kelas A, kata bu guru, Alvin sudah besar dan sudah nggak boleh nakal lagi. Harus rajin belajar biar nanti bisa jadi dokter kayak Om dokter dan kakak Lexa." Celotehnya yang membuat gemas.


Interaksi keduanya yang terjadi di lorong panti tentu mengundang banyak mata untuk memandang kearah mereka. Ada beberapa lansia yang terpekik bahagia melihat kehadiran Alexa, gadis itu selalu membawa suasana ceria disana.


"Ya sudah, Alvin main dulu ok. Kakak mau menyapa para oma dan opa dulu disana." Alexa menunjuk sebuah taman, nampak beberapa orang sedang berkumpul dan bercengkrama disana. Alvin kecil mengangguk dan kembali berlari. Sementara Alexa meneruskan langkahnya menyapa penghuni panti yang lain.


*


*


*


"Si@lan, kenapa gadis tengik itu harus muncul lagi sih. Bukannya dia sudah dibuang oleh Williams. Pasti dia menggunakan cara licik untuk menjebak Williams. Tak akan aku biarkan!! Will hanya boleh jadi milikku!!" Clara menghentakkan kakinya. Wanita dengan perut buncit tersebut menggerutu tak jelas.


Sejak beberapa saat lalu dirinya kembali ke kamarnya sendiri dengan perasaan kesal. Will benar-benar mengabaikannya, bahkan lelaki tersebut meninggalkan dirinya di pintu utama sementara dokter tampan tersebut melenggang pergi masuk kedalam panti bersama Alisya diikuti oleh Doni.

__ADS_1


Flashback.


"Hai, Om Doni." Alexa melangkah santai menghampiri Doni dan Williams yang berdiri menatap ke arahnya. Sementara Clara masih berdiri ditempatnya semula tak jauh dari tempat Williams berada.


"Lo, Non. Sudah kembali! bagaimana kabarnya non?" Doni menyambut uluran tangan Alexa dengan senyum ramahnya.


"Baik, Om. Tante Sita tidak ikut?"


"Sita sedang sibuk membantu di toko Nyonya Tiara. Makhlumlah, princes dan prince tuan muda semakin aktif sekarang ini."


"Jadi kangen mereka berdua." Alexa tersenyum kecil


Namun tatapan sinis nampak jelas terlihat dari mata Clara yang tak suka dengan interaksi mereka.


"Hai Alexa, apa kabar kamu? ehm kaget sih liat kamu kembali, bukannya kamu sudah kembali ke negara kamu ya? kenapa kembali kesini lagi." Wajahnya menampilkan senyum yang manis namun hatinya sedang meledek Alexa yang masih terdiam tanpa menjawab ucapannya.


"Selain Belanda, disini adalah rumah ke duaku. Jadi sangat wajar jika aku kembali ke rumahku. Ada yang salah?" Alexa menjawab dengan tenang.


"Heran saja sih, kok kamu nggak malu ya datang terus padahal sudah tak dianggap sama yang punya rumah. Kalau aku jadi kamu pasti malulah, secara udah dibuang masih saja mengemis datang."


Will ingin menanggapi ucapan Clara namun Alexa menghentikan Williams dengan tatapannya. Dia tak ingin Will menanggung malu atas apa yang terjadi.

__ADS_1


"Siapa yang dibuang? Oh apa kamu mengatakan hal itu untuk dirimu sendiri. Aku dengar, kekasih mu tak ingin bertanggungjawab atas Kehamilanmu ini, itu sebabnya kamu menumpang tinggal di panti ini bukan?"


"Aku turut prihatin dengan apa yang menimpamu. Aku harap kamu bisa menjadikan semua hal yang terjadi sebagai pengalaman agar tak lagi tersesat kemudian hari. Hari persalinanmu semakin dekat, lebih baik kamu fokus untuk mempersiapkan diri menyambut hari itu. Tidak perlu lagi mengurusi urusan orang lain."


"Itu bukan urusanmu!! Will akan mengurusnya untukku. Benarkan Will?"


"Aku minta maaf, mungkin untuk kali ini kamu harus kecewa lagi. Will tak akan melakukan itu, selain sibuk dengan pekerjaannya. Dia akan bersamaku, ada banyak hal yang harus kami lakukan." Alexa tersenyum manis.


"Hon, ayo masuk!! aku sudah tak sabar ingin bertemu yang lainnya." Alexa menggandeng lengan Williams dengan senyum cerianya.


Will yang masih terkejut dengan tindakan Alexa hanya mengangguk. Lelaki tampan tersebut menatap ke arah Alexa dalam. Ada bahagia disana melihat gadisnya meluapkan rasa tak sukanya dengan sangat manis. Tak ada tarik urat dan cacian yang keluar membuat Will gemas. Diacaknya pelan pucuk kepala Alexa sebelum mendaratkan sebuah kecupan ringan disana.


Clara yang geram berlalu pergi menuju kamarnya setelah mengumpat kasar. Doni yang masih berada disana hanya menggeleng pelan sebelum melanjutkan langkah mengikuti pasangan yang berjalan beriringan dihadapannya.


.


.


"***Aku bahagia!! apa ini salah satu caramu menerimaku sayang?" Will tersenyum, panggilan Alisya padanya sudah berubah meski baru sekali gadis itu ucapkan namun mampu membuat bibir Williams melengkungkan senyum.


"Aku akan menunggumu, hingga kamu siap dan mau***."

__ADS_1


__ADS_2