I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 105


__ADS_3

Musim dingin di Belanda kali ini sangat terasa. Mungkin karena Williams yang telah terbiasa dengan iklim tropis membuat dirinya harus kembali beradaptasi kali ini. Musim dingin yang berlangsung antara bulan November sampai bulan maret. Dengan suhu tertinggi harian rata-rata berkisar antara 9 drajat celcius. Beruntung nya ini telah memasuki bulan Februari dimana masa musim terdingin yang biasanya berlangsung di bulan Januari telah berlalu beberapa hari yang lalu. Dimana suhu bisa mencapai kurang dari 1 drajat Celcius. Bisa dibayangkan bagaimana Williams harus berusaha untuk terus menghangatkan tubuhnya.


Segelas wine nampak berada tak jauh dari hadapan lelaki tampan tersebut. Beberapa kudapan asin menjadi camilan di pagi yang memang nampaknya sangat baik.


Oma tersenyum geli melihat penampilan Williams kali ini. Lelaki itu memang jarang bahkan tak pernah berkunjung pada musim dingin dengan beralasan jika dirinya sudah tak kuat dengan cuaca nya.


"Bagaimana tidurmu semalam, nak? apa nyenyak?"


Oma berjalan pelan, mendekat ke arah tungku perapian yang terdapat di tengah ruang keluarga. Wanita itu menyalahkan pemantik api guna menghangatkan tubuh mereka.


"Baik Oma, meski harus berperang terlebih dahulu untuk menghalau hawa dingin."


Oma Feli tersenyum, senyum yang hangat dan meneduhkan.


"Kemarilah, disini cukup hangat." Oma menepuk pelan sofa tempat dirinya terduduk. Sebuah sofa tanpa sandaran yang letaknya cukup dekat dengan tungku perapian.


Williams mendekat dan duduk disisi Oma. Kedua telapak tangannya saling menggosok mencari kehangatan.


"Sekarang ceritakan pada Oma, apa yang terjadi padamu?"

__ADS_1


Will mendesah pelan, namun tekatnya untuk mencari tahu tentang Alisya benar-benar tak bisa dibendung lagi. Oleh karenanya Will memilih nekat seperti saat ini.


"Soal perjodohan ku tahun lalu Oma. Apa benar gadis itu adalah Alisya yang tak lain adalah Alexa?"


Oma Feli menatap wajah Will sebentar sebelum menarik nafas dalam. Dia tak menyangka jika pada akhirnya Williams akan tahu semuanya. Sekuat hati Oma menyembunyikan nya bersama Edwin waktu itu hanya karena tak ingin membuat keadaan mereka berdua menjadi rumit. Namun ternyata Will bahkan telah mengetahuinya.


"Iya, tapi sama denganmu. Dia pun tak mau melihat fotomu kala itu. Padahal Oma dan Om Fer sudah membawanya. Kami menyiapkan fotomu yang menurut Oma paling keren. Namun Lexa tak pernah menyentuhnya."


"Oma yakin?"


"Maksudmu?"


"Maksud Will, apa oma yakin jika Lexa belum melihat wajah Will saat itu?"


Williams terperangah, diusapnya wajahnya dengan kedua telapak tangannya pelan. Keringat dingin terasa mulai merembes di sana. Padahal jelas jelas hawa dingin telah mendominasi.


"Ada apa?kenapa kamu menanyakan hal itu?. Kalian tidak sedang bertengkar kan?"


"Lexa pergi Oma." Ujarnya pelan nyaris tak terdengar.

__ADS_1


"Haa, kenapa? kalian bertengkar?"


Williams menggeleng. Tak ada pertengkaran yang terjadi diantara keduanya. Hanya saja, Will yang merasa sakit hati mengingat kata kata Alexa kala itu membuatnya menjadi manusia yang egois dan keras kepala. Mengacuhkan keberadaan Alexa meski gadis itu selalu berusaha untuk mengajaknya berinteraksi.


"Will yang salah disini. Will berpikir bahwa semua yang terjadi karena dirinya memang berakting sok polos dengan melupakan perbuatannya waktu itu. Will marah dan membuat dirinya seolah tak ada meski keberadaannya nyata. Pada akhirnya dia memilih pergi dan menjauh dari Will."


"Oma, Will menyesal. Will mengira dengan kepergiannya akan membuat hidup Will tenang. Namun yang terjadi malah sebaliknya, Will gelisah dan merindukan kehadirannya setiap waktu."


Oma Feli menepuk pelan punggung Williams yang sedikit terguncang. Beberapa hari ini lelaki yang biasanya sangat cuek tersebut berubah menjadi cengeng dan lebih sensitif.


"Oma akan mengajakmu berkunjung ke rumahnya, siapa tahu dia berada disana."


Will kembali menggeleng.


"Dia sedang mengikuti pertukaran mahasiswa. Namun tepatnya dimana Will belum tahu pasti."


*


*

__ADS_1


*


"Kamu mencintainya? jika iya maka kejarlah. Tak peduli seberapa jauh dan membutuhkan waktu berapa lama, jika memang kalian berjodoh maka semua akan menjadi lebih muda."


__ADS_2