I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 90


__ADS_3

"Pulanglah jika kau merindukan mereka. Karena tak ada kasih sayang yang tulus selain dari keluarga sendiri."


Kata kata Williams menari indah dalam benak Alexa. Seharian ini dirinya banyak melamun. Meski suasana panti tak lagi sama seperti awal dirinya sampai ke mari. Panti saat ini sudah mulai beroperasi dengan normal. Penghuni pun semakin hari semakin bertambah. Tak hanya ada 12 orang lansia, namun kini jumlahnya semakin bertambah hingga sudah hampir mencapai 100 orang.


Williams yang baru sempat datang nampak sangat bahagia dengan antusias masyarakat terhadap panti nya. Tak tanggung tanggung, Will juga mempekerjakan seorang ahli gizi dan juga juru masak untuk membantunya.


Albert yang menjadi wakilnya di panti bersama dengan Usman nampak sangat bisa diandalkan. Terbukti, selama Williams tak datang segala urusan panti berjalan dengan baik.


Sesekali Doni datang untuk sekedar berkunjung sesuai dengan janji Bram waktu itu. Keamanan panti berada dalam tanggungjawab Doni dan beberapa orang yang dia percayai disana.


Alexa masih nampak menatap kosong. Dia tak banyak bicara dan hanya menanggapi obrolan mereka seadanya saja. Terkadang malah gadis tersebut tak menyahut karena sedang melamun.


"Lexa." Williams mendekat, memeluk erat pundak gadis yang sedikit demi sedikit masuk kedalam relung hatinya tersebut.


Mendapati gadis yang biasanya tak pernah diam dengan segala tingkahnya tersebut seperti tak miliki semangat membuat hati Williams sedikit terhenyak. Dia tak sadar jika apa yang diucapkannya pagi tadi membawa perubahan besar pada diri Alexa. Williams yang awalnya hanya ingin gadis itu lebih terbuka dan mempunyai waktu untuk memikirkan keluarganya , menyesali apa yang telah dirinya ucapkan tadi.

__ADS_1


"Marah lah, jika kamu ingin marah. Jangan dipendam. Kamu tau aku tak menyukainya." Williams berucap pelan.


Dielus nya pelan punggung gadis yang menyandar di dadanya tersebut lembut. Mencoba memberi ketenangan.


"Om, apa mereka akan memaafkan Aku?" Lirih Alexa yang hanya didengar oleh Williams.


Keduanya berada di taman panti. Keduanya memilih tinggal sementara para penghuni lain sudah kembali masuk untuk bersiap makan malam. Lebih tepatnya, Williams yang memilih menemani Alexa yang sejak tadi tak fokus dengan apa yang mereka lakukan.


"Tentu. Bagaimanapun mereka pasti memaklumi apa yang kamu lakukan. Om yakin, mereka juga sangat merindukanmu."


"Kesalahan ku sangat besar, om. Aku tak hanya menghancurkan harapan ayah dengan berhenti kuliah. Tapi aku juga telah membuatnya malu dengan lari di hari perjodohan itu."


Selama ini dirinya memang tak pernah bertanya alasan apa yang membuat Alexa sampai nekat kabur. Bahkan selama obrolannya dengan Monica dan Akmal pun dirinya lebih fokus menyampaikan keadaan Alexa yang sekarang.


"Ayah menjodohkan ku dengan seseorang yang tak ku kenal."

__ADS_1


"Kenapa menolak? apa kamu sudah mempunyai kekasih saat itu?"


Alexa menggeleng dalam dekapan nya. Williams diam, hatinya sibuk menerka nerka namun tak juga menemukan jawabannya.


"Aku menolak karena ayah menjodohkan ku dengan seorang lelaki yang seusia ayah." Ucapnya pelan.


"Maksudmu? pria tua."


Alexa mengangguk, dalam bayangan gadis tersebut dirinya akan dijodohkan dengan lelaki yang waktu itu datang bersama dengan Oma Feli. Pria tersebut adalah papa Edwin yang kebetulan mengantarkan Oma karena Edwin sedang berhalangan hadir malam itu.


"Aku tidak mau menikah dengan pria tua yang pantas menjadi om ku." Alexa terisak kecil, bahkan tubuhnya sampai bergetar.


*


*

__ADS_1


*


"Om janji tak akan marah padaku kan, jika aku beritahu kalau pria tersebut adalah anak Oma Feli?"


__ADS_2