I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 152


__ADS_3

Will yang datang ke panti pagi pagi langsung masuk ke dalam ruangan Albert. Disana, sahabat masa kecilnya itu telah menunggu bersama dengan Doni. Keduanya nampak sedang bercakap-cakap hal yang serius hingga tak menyadari bahwa Will telah masuk ke dalam bersama dengan Alexa yang tangannya digenggam erat.


"Kalian sudah datang."


Albert berdiri begitupun dengan Doni. Ke empatnya kemudian memilih pindah tempat dan masuk ke dalam kamar Doni, dimana semua bukti tentang Clara tersimpan rapih disana.


Clara yang mengetahui kedatangan Williams segera menuju ke sana. Mencari simpati kepada dokter tampan tersebut untuk kesekian kalinya. Senyum manis sengaja diperlihatkan untuk kembali menarik perhatian.


"Will, kau datang!! Aku tahu kau akan datang dan tak akan mengabaikanku. Aku senang sekali kau mau menyempatkan waktu mu untuk kesini." Ucapnya penuh percaya diri.


Dia berniat untuk mengadukan apa yang Alexa katakan padanya semalam. Dia sangat yakin, dokter tampan tersebut akan marah besar pada gadis pengganggu itu dan berakhir dengan kembali gadis itu diusirnya. Membayangkan hal itu saja sudah membuat hatinya berbunga.

__ADS_1


"Aku ada kepentingan dengan Albert. Tak ada niat sebenarnya datang kesini, hanya saja ada sesuatu yang harus aku selesaikan dengan cepat."


"Tak apa, aku hanya ingin sedikit saja waktumu untukku itu susah cukup." Lirihnya yang berusaha untuk tetap tersenyum.


"Aku ketempat Albert dulu." Pamit Will yang sebenarnya sudah malas meladeni Clara. Namun sesuai janjinya pada Alexa jika dirinya tak akan mengacaukan rencananya sebelum semua terbukti.


"Aku boleh ikut? aku janji tak akan menggangu. Aku hanya ingin dekat denganmu saja, meski sebentar." Lirihnya menampilkan sorot mata yang memelas agar Williams mengijinkannya.


Belum juga Will memberi jawaban, Alexa muncul dengan nampan berisi dua buah gelas jus dan camilan di tangannya.


Will yang langsung menoleh tentu menyambut gadis cantiknya dengan senyuman dan uluran tangan mengambil alih nampan yang dibawah oleh Alexa.

__ADS_1


"Kenapa bawah sendiri? kan bisa minta bantuan suster, sayang."


"Hanya sedikit ini, tak apa. Aku tak ingin mengganggu pekerjaan mereka. Ayo kita masuk, Ok Al pasti sudah menunggu kita."


"Ah, iya Clara. Aku tak bisa mengijinkanmu untuk ikut masuk. Karena apa yang akan kami bicarakan adalah masalah penting tentang panti, jadi aku tidak mungkin membawa serta orang luar untuk ikut mendengarnya." Will tersenyum, mencoba untuk sehalus mungkin di hadapan wanita hamil tersebut.


"Tapi kenapa dia boleh ikut? apa bedanya dia sama aku? bukankah dia juga orang luar?" Tudingnya pada Alexa yang bergelanyut manja di lengan Williams.


"Dia adalah calon istriku dan juga, Alexa turut andil waktu peresmian panti ini dulu. Dia bukan orang lain disini." Pria berkacamata tersebut menoleh dan menatap ke arah Alexa dengan penuh cinta.


Clara mendengus kesal, ditatapnya Alexa dengan penuh dendam. Sementara Alexa hanya tersenyum tipis sebelum menarik lengan Williams untuk berlalu.

__ADS_1


Keduanya berjalan tanpa lagi menoleh kearah Clara. Wanita hamil tersebut bahkan menghentakkan kakinya karena kesal. Dirinya lupa jika perutnya sudah membuncit dan sewaktu-waktu bisa melahirkan. Karuan saja, Clara meringis sambil tangan kanannya memegang perut bagian bawahnya yang tiba-tiba nyeri.


"Dasar gadis sia@lan.Kau hanya membuat susah saja." Dia bergumam sambil berjalan sedikit tertatih menuju ke kamarnya kembali. Tak ada lagi senyum seperti tadi disaat dirinya keluar dari kamar.


__ADS_2