I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 120


__ADS_3

Edwin berjalan tergesa-gesa bahkan jika bisa dirinya ingin berlari sekencangnya. Pagi tadi, dirinya mendapatkan kabar jika Oma Feli dilarikan ke rumah sakit. Dia yang kala itu sedang berada di luar kota tentu merasa panik luar biasa.


Hanya keluarganya lah yang selama ini mengurus Oma meski mereka tak tinggal di tempat yang sama. Sedangkan keluarga pamannya beserta Jonathan dan Jack memilih pindah ke negara lain setelah mendapatkan bagian warisan dari wanita tua tersebut.


"Oma harus sehat, Oma kuat kan." Gumamnya seraya mempercepat langkahnya menuju ruang perawatan Oma.


Sakit karena usia dan juga ditambah tekanan pikiran membuat tubuh Oma tak mampu lagi bertahan. Beruntung nya, dirinya tak pernah sendiri dirumah besarnya itu. Beberapa pelayanan yang memang telah bekerja lama dengannya masih setia menjaga Oma hingga saat ini.


Tak adanya anak cucu yang menemani tak membuat Oma benar-benar merasa kesepian. Terbukti belasan orang yang bersamanya selalu ada disekitar Oma meski rasanya tak pernah sama ketika berkumpul dengan anak cucunya. Namun setidaknya bisa mengobati rasa sepi yang Oma rasakan.

__ADS_1


Ceklek.


"Pa." Edwin menatap papanya yang baru saja keluar dari ruang perawatan Oma. Lelaki paruh baya tersebut menoleh pada sang putra yang nampak ter engah engah mengatur nafasnya yang memburu.


"Tenangkan dirimu dulu, kita duduk disana." Papa Edwin melangkah menuju bangku panjang yang letaknya tak jauh dari ruang perawatan Oma.


"Keadaan Oma sudah mulai stabil, tekanan darahnya naik drastis. Menurut dokter itulah penyebab Oma sampai pingsan. Beruntung sekali waktu itu dia tak sendiri hingga tak sampai jatuh dan terbentur. Jika tidak mungkin akibatnya akan semakin fatal."


"Oma sudah sadar?"

__ADS_1


Anggukan kepala dari sang papa membuat Edwin bisa bernafas lebih lega. Oma adalah segalanya bagi mereka. Perjuangan Oma yang hanya seorang diri dalam membangun kerajaan bisnis bagi anak cucunya patut menjadi panutan. Sang kakek meninggal disaat usia papa Edwin dan papa Jack masih belia. Meninggalkan banyaknya masalah dan keadaan perusahaan yang tidak stabil kala itu. Namun dengan kegigihan Oma semua bisa teratasi dan kembali bangkit hingga menuai kesuksesan.


Semua telah dibagi rata menurut porsinya masing-masing. Tak hanya untuk ke dua anaknya, namun Oma secara langsung membaginya kepada ke tiga cucunya ditambah dengan hadirnya Williams didalam keluarganya.


Will yang memang berada diluar keluarga inti tidak serta merta ditelantarkan oleh Oma yang kala itu menyayangi Will seperti layaknya Edwin, Jack dan Jonathan. Akan tetapi Oma menyediakan warisan lain untuknya di luar warisan keluarga.


Oma membangun sebuah restoran besar di persimpangan jalan dengan tempat strategis. Namun siapa sangka Will bahkan menolaknya. Oma yang tak mau menerimanya kembali membuat Will menyerahkan restoran tersebut kepada Edwin untuk dikelola.


Hingga saat ini, restoran tersebut masih dalam tanggungjawab Edwin sebagai pimpinan menggantikan Williams. Meski tanpa dokter tampan itu ketahui, jika penghasilan bulanan dari restoran disimpan dalam bank dengan menggunakan namanya sesuai dengan amanah dari Oma.

__ADS_1


"Oma melihat pemberitaan tentang konflik yang sedang menghangat saat ini. Sejak dua hari lalu, Oma mencoba menghubungi Williams namun tak pernah tersambung. Aku rasa hal itu yang memicu Oma larut dalam pikiran nya."


"Wajar rasanya jika Oma selalu memikirkan Will. Semenjak dia masuk ke dalam keluarga ini, Will lah yang dengan sabar menemani Oma dan selalu berada disampingnya ketika kita semua sedang sibuk dengan urusan kita masing-masing." Papa Edwin menghela nafas pelan. Dia yang putra kandung Oma terkadang merasa lalai sebagai anak karena terlalu sering mengabaikan sang mama.


__ADS_2