
Kunjungan rutin yang dilakukan Oma Feli terhadap tuan Alisky membuahkan hasil. Lelaki baya tersebut nampak susah semakin membaik, itu bisa dilihat dengan kondisinya saat ini yang sudah bisa duduk bersandar dan tersenyum meski hanya sekilas.
Membutuhkan usaha keras agar bisa menyakinkannya. Dia yang sudah pasrah dengan hidupnya seolah kembali bangkit setelah Oma Feli menceritakan tentang keberadaan putrinya. Tak hanya itu, Oma bahkan memperlihatkan foto dan vidio kebersamaan mereka di rumah dan di panti yang berhasil diambil tanpa sepengetahuan Alexa tentunya. Dan peran Edwin sangat membantu akan hal itu.
"Yah, bagaimana perasaan ayah hari ini?" Akmal menggenggam jemari lelaki kebanggaannya itu dengan lembut. Pemuda berjambang tersebut sengaja datang disela kesibukannya menyusun skripsi.
"Sudah lebih baik." Tuan Alisky tersenyum.
"Aku punya berita untuk ayah, ku harap ayah akan bahagia dan semakin bersemangat untuk sembuh." Akmal merogoh kantung celananya dan mengeluarkan ponselnya. Ditekannya beberapa tombol kemudian memberikannya kepada sang ayah.
Tuan Alisky menatap bingung dengan apa yang Akmal berikan.
__ADS_1
"Ini laporan kesehatan siapa?" Tanyanya lirih. Tak dipungkiri bahwa timbul rasa cemas dalam hatinya kini.
"Alis. Kata dokter Jhon kondisinya semakin membaik. Cidera dibahunya sudah pulih meski tak seratus persen pulih total paling tidak sudah ada kemajuan. Hanya tinggal menunggu tulang pergelangan kakinya untuk pulih agar Alis bisa kembali berjalan normal lagi." Jelas Akmal dengan pelan.
Mata tuan Alisky berkaca kaca menatap laporan kesehatan yang dikirimkan oleh Williams. Oma Feli memang telah menceritakan semuanya dan alasan mengapa Alisya bisa berada di kediaman Williams saat ini. Semua itu diperkuat dengan cerita Akmal yang kemudian menghubungi Monica untuk menceritakan semuanya.
"Ada apa ini? kak?" Deandra yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat terkejut mendapati sang suami yang menitikan air matanya. Tatapan nya tajam ke arah Akmal meminta penjelasan.
Tuan Alisky yang tersadar akan kehadiran sang istri mengulurkan tangannya agar wanita itu mendekat. Dengan segera Deandra mendekat dan masuk ke dalam dekapan sang suami meski tatapan tajamnya masih mengarah ke arah Akmal.
"Ini." Tunjuk tuan Alisky pada layar ponsel Akmal yang masih digenggamnya.
__ADS_1
Dengan tangan bergetar wanita itu meraih ponsel dan menatap bingung.
"Itu rekap medis Alis, ma. Menurut dokter Jhon dari laporan tersebut mengatakan bahwa kondisi kesehatan Alis sudah membaik. Hanya menunggu cidera di kakinya untuk pulih agar dia bisa kembali bisa berjalan normal." Akmal menjelaskan pada wanita yang dipanggilnya mama tersebut.
"Mama sudah terkejut, kak. Melihat ayah menangis membuat jantung mama rasanya mau lepas." Ucapnya sambil terisak memeluk putra ke dua suaminya tersebut.
"Kalian sedang bahagia dan melupakan kami?" Alina mengerucutkan bibirnya.
Gadis belia yang tak lagi manja tersebut menatap pada ayah, mama serta abang ke duanya dengan kesal. Dia dan Akshan yang sedari tadi berada diambang pintu sama sekali tak dirasakan kehadirannya.
"Ckck manja." Akmal mencibir seraya melangkah menuju sofa membuat Alina menghentakkan kakinya kesal. Akshan hanya tersenyum melihat kelakuan kedua adiknya tersebut.
__ADS_1
"Andai kau juga ada disini, Alis." Gumamnya pelan dan tersenyum menatap kedua adiknya yang saling tertawa setelah saling mengejek.
Alexa yang sedang menikmati baksonya tersedak tiba-tiba. Air matanya sampai menetes karena dirinya menambahkan sambal dalam mangkuknya meski sudah dilarang oleh Dini.