I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 58


__ADS_3

Kedatangan Alexa ke gedung dimana kantor agency yang beberapa bulan menaunhinya kontan menjadi pusat perhatian. Alexa yang tak lagi bisa berjalan cepat dan cantik seperti dulu membuat sebagian rekan rekannya bersimpati.


Namun ada juga diantara mereka yang berdecak kagum kala melihat bagaimana seorang Williams memperlakukannya. Lelaki tampan dengan mata biru yang tersembunyi dibalik kacamatanya tersebut sangat menarik perhatian. Will yang memang ramah pada semua orang hanya menanggapi dengan senyuman.


Beberapa waktu mereka menunggu akhirnya pimpinan agency datang dan langsung menyambut mereka dengan hangat. Williams telah mengatakan bahwa dirinya akan membawa Alexa untuk datang sehingga lelaki yang terlihat seumuran Williams itu tak terkejut atau canggung lagi.


Ketiganya masuk kedalam ruangan dan mulai berbincang. Alexa yang banyak diam menyerahkan semuanya pada Williams. Dirinya hanya pasrah dengan apa yang dokter tampan lakukan untuknya yang tentu saja semua itu demi kebaikannya.


Membayar sejumlah uang sebagai mana telah disepakati oleh Alexa dulu. Pembicaraan tersebut akhirnya berakhir dengan Alexa yang masih tetap bersama dengan Williams. Selesai urusan dengan pimpinan agency, Alexa segera bergerak ke salah satu ruangan dimana tempat semua rekan rekannya berkumpul sebelum memulai sebuah sesi latihan. Lexa hanya ingin menikmati waktunya dikantor ini untuk yang terakhir kalinya.


Harapan dan juga cita-citanya harus kandas begitu saja. Namun Alexa tak menyesali semuanya. Dia tahu, langkahnya untuk menggapai mimpinya sudah salah. Tanpa restu keluarga jalan yang ditempuhnya tak akan pernah mulus.


"Sudah?" Will mendongak ketika melihat gadis cantik tersebut mendekatinya. Wajah berseri nampak jelas terlihat meski bekas air mata masih nampak jelas di sudut matanya.

__ADS_1


"Lama ya,Om?"


"Lumayan, gimana sudah lebih baik?"


"Heem, Hanya Monica yang tak ada." Alexa menunduk, wanita yang selalu dekat dengannya selama ini tak ada disana.


"Dia sedang ada pemotretan di Canada selama 1 minggu. Aku rasa dia bakal pulang 3 hari lagi. Kamu mau nunggu?"


Alexa menggeleng, dirinya memang sangat merindukan Monica. Namun Alexa juga tak ingin egois, Williams adalah seorang kepala rumah sakit dan juga seorang dokter. Lelaki itu punya kesibukan tentunya, seperti yang selalu dilihatnya sepanjang hari bagaimana sibuknya Williams dengan gadget nya.


"Kita pulang besok malam. Hari ini kita habiskan untuk berkeliling. Terus terang aku juga butuh refresing karena yang ada dalam otakku selama ini hanya obat dan jarum suntik." gelaknya pelan.


*

__ADS_1


*


*


Monica menatap ponselnya lama. Dia yang sibuk dalam 3 hari ini sama sekali tak sempat memainkan benda pipih tersebut. Banyak notifikasi yang masuk begitu ponsel dinyalakan. Mata Monica mendelik kala melihat nama Alexa menghubunginya beberapa kali disana.


Gadis itu segera membuka beberapa pesan yang nampak juga disana. Ada 3 buah foto dan 1 vidio yang memperlihatkan bagaimana keseruan Alexa menikmati harinya. Terlihat Williams berada tak jauh dari gadis itu membuat Monica tersenyum senang.


Ternyata tak hanya Alexa yang menghubunginya. Ada juga Akmal dan juga Williams sendiri. Dalam pesannya Will mengatakan bahwa Alexa sudah sepenuhnya keluar dari agency dan akan kembali ke Indonesia bersamanya, untuk kembali menjalani pemulihan atas cideranya. Tak lupa Lelaki tersebut juga meminta tolong,untuk memberitahukan padanya langsung jika mengetahui tentang keluarga Alexa.


"Sepertinya Lexa masih enggan bercerita." gumamnya pelan.


"Dia memang orang baik, tak salah rasanya aku menitipkan Alexa padanya." Selesai dengan pesan Williams kini Monica beralih membuka pesan yang dikirim Akmal.

__ADS_1


"Nanti malam, tepatnya jam 1 malam, aku penerbangan kembali ke Paris. Sesampainya disana aku akan segera menelponmu." Balasnya pada kakak ke dua Alexa yang diyakininya sedang terlelap saat ini.


Monica segera beranjak untuk membereskan semua barang pribadinya. Rencana seminggu yang akan dilaluinya ternyata selesai dalam 4 hari. Menatap jam sejenak lalu mulai bersiap.


__ADS_2