I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 150


__ADS_3

Setelah makan malam keduanya memilih pulang ke apartemen. Meski sebenarnya Alisya ingin tinggal di rumah pribadi Williams, namun menimbang letaknya yang terbilang lumayan dekat dengan rumah sakit membuat keduanya sepakat untuk tinggal di apartemen untuk sementara waktu, minimal sampai minggu depan rencana keberangkatan mereka ke Belanda.


Will yang baru saja memarkirkan mobilnya dikejutkan dengan banyaknya notifikasi yang masuk dalam ponselnya dari nomer Clara. Dahinya mengernyit dalam, seingatnya dia tak pernah mensline ponsel namun seharian ini ternyata benda pipih tersebut dalam keadaan demikian.


"Ada apa, Hon?" Alisya mendekat, keduanya masih berada dalam mobil.


"Perasaan aku nggak pernah mematikan notifikasi ponsel. Tapi hari ini tiba-tiba begini."


"Nggak sengaja kepencet mungkin, atau mungkin kamu lupa, Hon." Alisya meraih ponsel Williams dan mengernyitkan dahi melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Clara.


"Mau apa dia menelfonmu sebanyak ini, Hon?" Gadis itu bertanya seraya menatap lelaki disampingnya yang hanya mengangkat babunya tanda bahwa dirinya juga tak mengerti kenapa Clara menghubunginya sebanyak itu.


"Atau terjadi sesuatu padanya?" Will nampak sedikit panik ketika mengatakan hal itu. Jiwa dokternya tak akan memaafkan dirinya sendiri jika benar dugaannya benar.

__ADS_1


"Nggak mungkin!! jika memang terjadi sesuatu tentu Om Albert maupun Om Doni menghubungi kita. Sementara ini tak ada satupun panggilan bahkan pesan dari mereka berdua." Alisya masih menjawab tenang, senyum tipis tersungging dibibirnya. Alisya yakin semua itu adalah akal akalan Clara untuk menarik simpati Williams padanya.


"Kau benar, jika memang terjadi sesuatu pasti mereka juga menghubungi ku." Will menarik nafas pelan.


Alisya terdiam, namun gadis itu tak tinggal diam. Dia menghubungi Clara menggunakan ponsel Williams. Namun sebelumnya gadis cantik tersebut telah menghubungi Albert menggunakan ponselnya sendiri.


Williams yang mengetahui hal itu hanya diam saja. Dia tak ingin ada salah paham yang terjadi antara dirinya dan Alisya. Bagaimanapun, gadis yang berada di sampingnya kini adalah prioritasnya untuk saat ini dan seterusnya.


Apa yang Bram utarakan tadi membuat Williams sedikit berpikir dan mulai memahami semuanya. Dia tak ingin menyia nyiakan kesempatan yang diberikan padanya hanya karena sebuah kesalahpahaman.


Alisya hanya menyunggingkan senyumnya menatap Williams yang menggelengkan kepalanya. Dalam hati Will mengumpat keras, dia menetap Alisya dengan sorot khawatir.


"Jangan mengada ngada. Bagaimana dia bisa merindukan Will jika dia punya ayah kandung sendiri?. Berhentilah bersandiwara Clara, Aku sudah katakan semua yang kamu lakukan adalah sia sia." Alisya menjawab pelan.

__ADS_1


"Si@lan, kenapa kamu yang memegang ponsel Will. Aku tak ada urusan denganmu, berikan ponselnya pada Williams."


"Kau lupa jika Aku dan Will sudah bertunangan. Jadi apapun yang ada hubungan dengannya itu juga menjadi urusanku begitupun sebaliknya."


"Oh ya, bukankah kamu sudah bertemu dengan kekasihmu itu ehm, ayah bayimu maksudku. Lalu bagaimana bisa kau masih mengatakan merindukan Will ku saat ini. Apa rencanamu sebenarnya Clara?"


Clara menganga mendengar perkataan Alexa. Dia menggeleng pelan berusaha untuk tetap tenang. Tak mungkin gadis itu tahu pertemuannya dengan Aryo. Dia sudah sangat berhati-hati dan tak ada satu orangpun yang tahu siapa yang dilakukannya selama ini.


"Apa yang kamu katakan? kau jangan bicara omong kosong!!. Jangan sok tahu dan jangan ikut campur urusanku." Clara membentak keras.


"Tentu.Aku tak ingin ikut campur bahkan tak berminat sama sekali untuk itu. Asal kau tak lagi mendekati Will ku, karena jika kau melakukannya maka jangan harap aku akan diam saja." Alisya tetap berujar pelan sebelum mematikan panggilannya.


Di tolehnya Williams yang masih diam ditempatnya. Gadis itu menyerahkan kembali ponsel Williams sebelum melenggang keluar dari mobil dan berlalu pergi. Will yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Huuft, semoga dia tak salah paham. Untung saja seharian ini Aku tak sempat memegang ponsel. Ada baiknya juga ternyata benda ini mati." Gumamnya seraya berjalan cepat mengejar Alisya yang telah berjalan jauh meninggalkannya.


__ADS_2