I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 125


__ADS_3

Kembalinya Alexa ke negaranya tentu menjadi kabar membahagiakan bagi keluarganya. Bahkan, Tuan Alisky segera memerintahkan sang istri untuk membereskan kamar sang putri agar lebih rapi lagi ketika putri nakalnya tersebut kembali.


Alina yang melihat tawa diwajah sang ayah merasa bersyukur untuk itu. Meski dirinya selalu berada di sekitar mereka. Namun bagaimanapun sang kakak akan terus dirindukan.


Alina yang semakin dewasa pada akhirnya mengerti alasan dibalik segala perhatian khusus yang diberikan kepada sang kakak. Bagaimanapun, dirinya lebih beruntung dari pada Alexa. Sejak kecil, bahkan sejak baru terlahir ke dunia ini. Alexa tak mendapatkan kasih sayang, bukan hanya dari seorang ibu namun juga dari sang ayah yang kala itu hanya tengelam dalam kesedihan karena kehilangan sosok istri.


"Sayang, kemarilah!!" Tuan Alisky melambaikan tangannya meminta sang putri bungsu mendekat.


"Ayah nggak ke resto?" Alina masuk dalam dekapan sang ayah yang menciumi puncak kepalanya penuh sayang.


"Ayah ingin beristirahat sejenak. Bagaimana dengan kuliahmu."


Alina menganggukkan kepalanya sambil mempererat pelukannya ke tubuh lelaki cinta pertamanya tersebut.


"Semua berjalan dengan baik ayah."

__ADS_1


Berbeda dengan kedua kakaknya. Alina mengambil jurusan hukum untuk studinya. Dan untuk kali ini, tuan Alisky tak lagi memaksakan kehendaknya meminta sang anak untuk menjadi dokter. Kejadian dimana Alisya memberontak membuatnya tersadar akan keegoisannya selama ini.


"Jika ada yang tak kamu mengerti, coba bertanya pada kakak kakakmu. Meski mereka dokter dan pengusaha, siapa tahu mereka juga mengerti dengan hukum."


"Alin ada dosen pembimbing ayah, jadi ayah tidak perlu khawatir untuk itu. Yang penting, ayah bisa menjaga kesehatan ayah sendiri. Alin nggak mau ayah kembali sakit seperti waktu itu. Rasanya, Alin nggak sanggup melihatnya." Gadis itu merajuk dan semakin menenggelamkan wajahnya kedada sang ayah yang tak lagi sekekar dulu.


"Pasti ada maunya kalau lagi manja begitu." Cibir Akmal yang baru saja masuk dan mendudukkan dirinya disofa tak jauh dari kedua orang kesayangannya tersebut.


"Kalau iya kenapa? kakak nggak boleh iri ya. Lagian kakak sudah bekerja jadi harusnya kakak juga kasih Alin sesuatu."


Sebesar dan sedewasa apapun anak anaknya akan nampak seperti anak kecil dihadapannya.


"Oh iya ayah, tadi dokter Jhon menghubungiku. Dia bilang jika kemungkinan Alis dan dirinya akan berkunjung besok. Kebetulan hari ini Oma Feli baru diperbolehkan pulang."


Williams memang menghubungi Akmal beberapa saat yang lalu. Gadis kecilnya yang terus merajuk dan mendadak mogok bicara padanya membuatnya frustasi. Hingga dokter tampan tersebut benar-benar mengabulkan keinginan Alexa meski harus ditunda keesokan harinya.

__ADS_1


"Kakak nggak akan pergi lagi kan nantinya?"


"Semoga saja tidak. Tapi kamu tahu bagaimana kakakmu itu sekarang. Berdoa saja dirinya akan betah untuk kali ini."


Akmal tersenyum tipis, meski dirinya mengetahui tentang niatan Williams yang berkunjung esok hari namun Akmal merasa itu bukan bagiannya untuk bicara. Biarlah, keduanya nanti yang menguruskan. Toh, baik Williams maupun Alexa sudah sama-sama dewasa menurut Akmal.


"Monica mana nak?" Deandra yang baru saja keluarga dari dapur dengan membawa nampan berisikan beberapa camilan mengedarkan pandangannya.


"Sedang bekerja ma. Pulang kerja nanti Ak jemput, dia bilang akan menginap disini nanti malam. Dia tak sabar ingin bertemu Alis."


Sejak 6 bulan lalu, Monica memutuskan untuk pindah dan menetap di Belanda. Gadis cantik mantan model tersebut juga telah bekerja di restoran yang dikelola oleh Om Fer dan Edwin yang tak lain adalah restoran milik Williams yang diberikan Oma Feli.


"Asyik, pasti seru kalau semua sudah berkumpul." Sorak Alina dengan binar bahagia terlihat dimatanya.


Sayang sekali Cindi dan Akshan tidak bisa bergabung kali ini. Keduanya sedang berada di luar kota guna mengurus perusahaan ayah Cindi disana. Sejak menikah setahun yang lalu, keduanya sepakat akan melakukan pekerjaan secara bersama-sama. Baik perusahaan yang diberikan oleh ayah Cindi maupun restoran yang dikelola oleh Akshan.

__ADS_1


__ADS_2