I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 135


__ADS_3

Seperti yang Williams katakan pada Alisya. Di panti Clara telah menjadi buah bibir di kalangan para penghuni panti yang kebanyakan dihuni oleh para lansia. Mereka membicarakan wanita hamil tersebut dengan gamblang, tak peduli jika yang mereka bicarakan akan mendengarnya.


Sementara Clara yang merasa berada diatas angin semakin bersikap congkak. Dia yang datang atas rekomendasi dari Williams sendiri tentu merasa sebagai orang yang diistimewakan meski semua tak begitu adanya.


Will hanya berpesan pada Albert dan Usman untuk menjaga wanita hamil tersebut hingga waktunya melahirkan. Will sendiri bahkan belum tahu akan berbuat apa pada wanita tersebut. Dia hanya berupaya menolong karena Clara mengatakan jika dirinya tak lagi mempunyai tempat tinggal. Sebagai seorang dokter, tentu saja sisi kemanusiaan yang berada didiri Williams lah yang banyak bekerja.


"Mas, sudah mendengar kasak kusuk yang terjadi di panti akhir akhir ini?" Istri Usman berbicara ketika mereka menikmati sarapannya pagi ini.


"Kita tak tahu kebenarannya, bu. Jika memang benar toh nanti dokter Will sendiri yang akan mengatakannya pada kita. Sampai detik ini saja, beliau tak lagi datang bahkan untuk sekedar menjenguknya. Jadi sebaiknya kita tak ikut campur dengan urusan mereka." Usman berujar sembari menyuapkan nasi dalam mulutnya.


"Iya mas. Aku cuma nggak yakin aja gitu, melihat wanita itu rasanya kok ada yang aneh. Nggak mungkin juga dokter Will yang menghamilinya kan. Aku lebih setuju sama non Lexa tuh mas, lebih santun dan ceria. Bukan yang ini, suka marah marah tak jelas."


Usman tersenyum mendengar penuturan sang istri. Meski begitu mereka tak bisa ikut campur dengan urusan pribadi Williams. Tugas mereka hanya menjaga panti dan para penghuninya merasakan kenyamanan.


*

__ADS_1


*


*


"Aku kan sedang hamil. Masa makanannya begini sih. Harusnya ada susu hamil, daging atau minimal ikan yang banyak vitaminnya bukan cuma sayur, tahu tempe dan sop. Aku bosan!!"


"Maaf non, memang seperti ini jatahnya disini. Jika ingin makan daging atau ikan ya nanti ada harinya. Jangan khawatir tentang gizi, karena semua juga mengikuti pola makan yang telah ditulis oleh dokter ahli gizi yang ditunjuk sendiri oleh dokter Will. Semua pasti terjamin."


Brakk!!


"Ada apa?" Albert yang kebetulan sedang berada tak jauh dari kamar yang ditempati oleh Clara tentu mendengar suara pintu yang dibanting keras.


"Dia meminta menu lain, sedangkan kita tak bisa menurutinya terus menerus. Selama ini, para pekerja di bagian dapur bersedia membantu mengingat dirinya sedang hamil besar. Tapi lama kelamaan mereka juga enggan karena pekerjaan mereka pun banyak." Suster tadi menjelaskan pelan dengan sedikit takut.


"Tak apa. Kembalilah bekerja, jangan dipikirkan lagi. Nanti aku akan mencoba berbicara dengan Will bagaimana baiknya." Suster tersebut mengangguk kemudian berlalu pergi.

__ADS_1


Sementara Albert melangkah menuju ruangannya. Dirinya tentu sudah mendengar desas desus yang terjadi di lingkungan panti dan juga bagaimana perangai Clara dalam panti selama beberapa hari ini.


"Tuan Albert." Langkah Albert terhenti. Sahabat masa kecil Williams tersebut tersenyum melihat Doni yang sedang malangkah menuju kearahnya.


"Don, bagaimana kabarmu?"


"Baik tuan. Maaf baru bisa datang karena kemarin harus membantu ditempat tuan besar." Doni berujar setelah menjajari langkah Albert. Keduanya berjalan menuju ruangan Albert.


Namun sebelum masuk kedalam ruangan. Doni sempat menengok kebelakang dimana di waktu bersamaan Clara sedang melangkah keluar menuju taman.


.


.


.

__ADS_1


"Sepertinya aku pernah melihat wanita itu, tapi dimana?" Doni bermonolog sambil mengingat ngingat dimana pernah bertemu dengan Clara.


__ADS_2