I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 24


__ADS_3

Kekacauan terjadi di kediaman Tuan Alisky. Menghilangnya Alisya membuat semua kalang kabut. Tak hanya Akshan, bahkan Akmal pun memilih menghentikan kuliahnya sementara demi mencari sang adik. Dia yang sedang sibuk menyiapkan skripsi tak lagi bisa konsentrasi karena memikirkan nasib adiknya.


Alina bahkan mengurung dirinya di kamar sepulang sekolah. Gadis belia tersebut sangat kehilangan sosok kakak yang menyayanginya. Bukan berarti ke dua kakak nya yang lain tak dia sayang atau sebaliknya. Mungkin karena umurnya dan Alisya yang hanya selisih satu tahun membuat mereka sangat dekat.


"Kakak, apa Alin nakal hingga kakak pergi meninggalkan Alin? kakak dimana?" gumamnya disela isak tangisnya.


"Rumah terasa aneh setelah kakak pergi. Mama hanya diam mengurung diri dikamar, ayah, kak Akshan dan juga kak Akmal sibuk mencari kakak. Alin sendiri disini." Keluhnya sambil memeluk ke dua lututnya.


Tak ada canda tawa waktu makan seperti hari hari sebelumnya. Bahkan mereka memilih menenggelamkan diri dengan kesibukan masing-masing.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Suasana tegang juga terjadi di kediaman Oma. Williams yang memang mengetahui niat Oma menjodohkannya di pesta ulang tahunnya yang akan dilaksanakan esok hari hanya diam membisu.


Entah harus bersedih atau malah bahagia. Dia yang memang belum memikirkan untuk berumah tangga malah merasa bingung dengan keadaan yang terjadi saat ini. Jika ingin bahagia rasanya itu tak mungkin, setidaknya untuk saat ini ketika dirinya masih berada di kediaman Oma Feli yang mana nampak jelas dimatanya bagaimana kecewanya sang Oma.


Namun jika harus bersedih tentu dirinya harus memiliki alasan yang kuat. Dan alasan tersebut tak pernah ada dalam pikirannya. Will masih menikmati waktunya dan benar-benar belum berpikir untuk mengakhiri masa lajangnya dalam waktu dekat.


"Ya, Tuhan. Aku harus bersikap bagaimana sekarang? semua serba canggung. Bahkan mereka menatapku dengan tatapan kasihan, padahal aku tak merasakan apapun saat ini." Williams menghirup udara yang terasa menyesakkan namun entah karena sebab apa.


Dengan sebuah jus jeruk dalam gelas Williams mengistirahatkan tubuhnya di sebuah bangku tak jauh dari kolam. Udara sejuk perlahan membuat hatinya tenang. Williams tersenyum tipis, kebebasannya masih bisa bertahan saat ini. Satu keinginannya yang belum terwujud adalah membuat rumah singgah bagi orang jompo. Dirinya yang tak memiliki orang tua ingin mendedikasikan dirinya bagi mereka.


Oma memang memintanya untuk pulang dan menetap. Namun hati Williams tak pernah mempunyai keinginan untuk melakukannya. Bukan dirinya tak mau atau tak sayang kepada Oma. Namun dirinya sadar betul dimana tempatnya berada.

__ADS_1


Berkaca dari apa yang dilakukan Bram di kediamannya. Dirinya ingin juga demikian namun dengan para orang tua, sebagai ganti baktinya kepada kedua orang tuanya yang tak akan pernah bisa terwujud.


"Kau disini?" Edwin menghampirinya dengan senyum yang mengembang sambil menggendong putranya.


Williams yang memang menyukai anak kecil segera merentangkan kedua tangannya untuk memeluk bayi tampan dengan mata coklat terang tersebut. Tak ada penolakan karena putra Edwin tak pernah memilih dengan siapa dirinya harus ikut. Bayi yang tenang berbeda jauh dengan Camelia yang selalu banyak tingkah dan maunya.


Mengingat balita cantik tersebut membuat Williams rindu. Camelia sering kali mendatangi ruang kerjanya di rumah sakit hanya untuk mengajaknya bermain. Gadis cantik kesayangan Bram tersebut akan anteng ketika Williams memberikan stetoskop yang memang sengaja disediakan untuk Camelia bermain. Dengan antusias Camelia akan menempelkan nya ke dada dan mendengarkan detak jantungnya sendiri.


"Kau baik baik saja?" Will mengernyitkan dahi.


"Oma mencemaskanmu." Lanjut Ed ketika melihat tatapan Will padanya.

__ADS_1


Sejenak Williams mencerna ucapan Edwin sebelum kemudian dirinya tersenyum ketika berhasil mengingat apa yang terjadi hari ini. Mereka saling bercerita dan tertawa lepas membuat Oma yang sedang mengintip dibalik jendela menghela nafas lega.


__ADS_2