I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 129


__ADS_3

Suasana pagi hari ini terasa sangat cerah padahal ini masih masuk musim dingin di Belanda. Namun sepertinya alam merestui kebahagiaan yang terpancar dari wajah dan hati Williams. Lelaki tersebut sudah nampak rapih dengan baju santainya namun masih terlihat sopan.


Sesuai janjinya, siang nanti dirinya akan mengantarkan Alexa kembali ke kediaman kedua orang tuanya.


"Pagi, sayang." Sapanya pada Alexa yang pagi ini sedang berkutat dengan Omelet yang sudah dibuatnya untuk sarapan.


Meski sudah dilarang namun gadis cantik tersebut tetap kekeh untuk melakukannya. Oma yang juga sudah berada di meja makan nampak tersenyum melihat keduanya yang nampak manis tersebut.


"Pagi, Om. Kok sudah rapih, mau kemana?" Alexa mengerutkan dahinya.


"Mengantarkanmu pulang tentunya, tapi sebelum itu aku ingin mengajakmu kesuatu tempat terlebih dahulu. Jadi setelah sarapan, bersiap siaplah." Alexa hanya mengangguk meski ragu.


"Pagi Oma." Will mendekati Oma Feli dan mendaratkan ciumannya di pipi wanita itu penuh sayang.


"Pagi, nak. Kau mau pergi? tak inginkah mengajak Oma ikut serta?"

__ADS_1


"Ehm, lain kali saja Oma ikut ya. Hari ini, Will khusus membawa Lexa kesana." Oma Feli mengerucutkan bibirnya tanda protes, namun ditanggapi dengan gelak tawa Williams yang kemudian mengambil duduk di sisi kanan wanita tua tersebut.


"Aku akan membawa Lexa untuk berkenalan dengan ayah dan ibu. Oma cukup mendoakan Will saja." Will berbisik lirih membuat Oma akhirnya menganggukkan kepalanya.


*


*


*


Dengan menggandeng tangan Alexa, Williams melangkah pasti menuju pusara kedua orang tuanya. Alexa yang hanya diam menurut tanpa banyak bertanya meski hatinya dipenuhi rasa penasaran yang sangat mendalam.


Di depan sebuah pusara yang nampak terawat dengan dua buah foto terpasang disana Will menghentikan langkahnya. Seikat mawar putih dia letakkan diatas pusara.


"Pa, ma, Apa kabar? Will yakin kalian sedang tersenyum disana menatap Will." Williams tergelak dengan ucapannya sendiri sebelum menoleh ke arah Alexa yang berada disisinya.

__ADS_1


"Kali ini, Will datang tak sendiri lagi. Will membawa calon menantu untuk kalian. Will tahu, papa pasti menertawakan Will sekarang. Asal papa tahu saja, meski dia masih kecil namun dialah yang bisa membuat hati Will menjadi tak karuan. Karenanya Will mengerti artinya mencintai. Anak kecil ini yang mampu membuat Will gila hingga menghancurkan segala fokus yang Will miliki selama ini." Will kembali menoleh ke arah Alexa yang mendelikan matanya mendengar penuturan lelaki tersebut.


Melihat itu Will tergelak sambil menarik pelan tubuh Alexa agar merapat padanya.


"Aku mencintainya ma, pa. Aku ingin bersamanya menghabiskan waktu, hanya dia yang Will mau. Untuk itu, Will meminta restu dari kalian untuk kami." Ucapnya tulus sambil menatap Alexa penuh cinta.


Alexa yang sejak awal hanya menjadi pendengar merasa terharu. Kedua matanya mulai berembun. Will tersenyum manis sambil mengusap pipi Alexa dengan lembut.


"Om, tante. Perkenalkan saya Alexa. Saya tidak tahu harus berkata apa, yang jelas Lexa bahagia Om, tante." Ucapnya disela isakan yang mulai terdengar lirih.


"Panggil mama dan papa, sayang." Pinta Will dengan tatapan teduhnya.


"Ma, pa. Restui kami." Lanjutnya pelan.


Will merengkuh tubuh mungil tersebut dalam dekapannya. Rasa bahagia tak mampu lagi dirinya lukiskan. Semua berawal dari sini, dan Will menyadari langkahnya kedepan masih panjang tentunya bersama dengan Alexa yang akan selalu digenggamnya bersama.

__ADS_1


__ADS_2