I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 144


__ADS_3

Alexa benar-benar menikmati waktunya. Gadis itu nampak bahagia dengan tawa lebar yang sesekali terdengar dari candaan dan gurauan mereka. Taman yang tadinya sedikit sepi mendadak ramai setelah kehadiran gadis itu.


Sementara Will masuk ke dalam ruangan Albert bersama Doni. Ketiganya sedang membicarakan mengenai eksistensi Clara selama berada di panti. Banyaknya keluhan dan kejadian yang membuat kepala mereka pusing.


"Maafkan aku, waktu itu aku tak dapat berpikir dengan jernih. Hanya panti ini yang terlintas dalam pikiranku waktu itu. Sedang aku tak mungkin membawanya untuk tinggal di apartemen apalagi di rumahku. Kedua tempat itu hanya khusus menjadi tempat privasiku bersama istri ku kelak." Will mengusap wajahnya pelan.


"Sebenarnya tak ada masalah untuk dia menetap disini. Hanya saja, prilakunya perlu untuk dirubah atau bahkan diganti." Albert berujar pelan.


"Saya rasa itu tidak akan mungkin tuan Albert. Mengingat sifatnya yang memang seperti itu, akan sulit merubahnya. Kalaupun mungkin itu membutuhkan waktu yang lama. Jika semua instan maka itu patut dicurigai." Doni menimpali


"Mohon maaf sebelumnya kalau boleh saya sarankan. Lebih baik dokter melepaskannya kepada pihak terkait. Dia sudah dewasa dan bukanlah kewajiban dokter untuk mengurusnya. Apalagi, dirinya sedang hamil tua dan itu harusnya menjadi tanggungjawab lelaki yang seharusnya menjadi suaminya dan bahkan keluarganya pun lebih berhak dari pada dokter. Bukan saya mengatakan jika apa yang dokter lakukan itu salah, akan tetapi apa yang dokter lakukan harusnya hanya bersifat membantu bukan bertanggungjawab." Lanjutnya.


Doni yang merupakan orang kasar yang pernah bergelut dengan bidang premanisme tentu sangat paham dengan trik trik licik begini. Bahkan mungkin dirinya lebih parah dimasa lalu bersama Sam. Beruntung, kehidupannya berubah semenjak dirinya bertemu dengan Tiara dan Bram. Kedua orang tersebut sangat berjasa dalam perubahan hidupnya dan keluarganya.

__ADS_1


"Aku setuju dengan apa yang Doni katakan. Tidak seharusnya dirimu bertanggungjawab padanya. Hanya sebatas menolong itu sudah cukup dan janganlah kamu terjun lebih dalam lagi. Orang yang tak tahu akan berpikir macam macam tentangmu. Mungkin kau tak akan berpengaruh dengan semua itu namun apakah dirimu bisa menjamin apa yang akan dipikirkan oleh Alexa? bagaimanapun kalian berdua pernah dekat, dan tentu saja rasa tak percaya dan curiga itu bisa hadir kapan saja sejalan dengan seringnya kalian berinteraksi. Sebaiknya kamu pikirkan kembali apa yang baik kedepannya." Albert menepuk pundak Will yang masih diam merenungkan setiap ucapan kedua orang yang duduk dihadapannya.


"Aku akan memikirkannya segera." Pungkasnya kemudian.


Will berperang dengan perasaannya sendiri. Dilain sisi dirinya tak akan tegah membiarkan orang lain menderita di sekitarnya. Jiwa dokternya seolah meronta tak terima. Namun disisi lain dirinya tak mungkin mengorbankan banyak pihak hanya demi melindungi satu orang saja.


"Baiklah!! kami percaya dengan semua keputusanmu Will. Aku yakin semua itu adalah pilihan terbaik buat semuanya."


Will mengangguk, dokter dengan kacamata membingkai mata birunya tersebut tersenyum tipis. Meski hatinya sedang bergejolak, namun Will berusaha untuk selalu bersikap tenang. Terlebih ada Alisya yang harus dia jaga hati dan raganya sekarang.


"Apa?"


"Sejak kapan Lexa kembali? setahuku dia sedang pulang ke negaranya."

__ADS_1


"Tadi malam, tepatnya tengah malam."


"Kalian serius?"


"Maksudmu?"


"Ehm, hubungan kalian. Apa rencanamu kedepannya Will? kalau aku sih berharap kalian segera bersatu. Lihatlah!! aku rasa seluruh penghuni panti menyukai gadis itu. Dia menularkan keceriaan kepada semua orang. Aku harap kau tak akan menyia nyiakannya. Jika kau tak bersedia, biar aku yang mencoba mendekatinya." Albert berujar lirih namun memancing Williams hingga tatapannya menyorot ke arahnya begitu tajam.


Seolah tak terpengaruh, Albert malah tersenyum miring. Dia yakin seyakin yakinnya bahwa sang sahabat tengah menaruh hati kepada gadis tersebut.


*


*

__ADS_1


*


"Aku sudah melamarnya secara pribadi, hanya tinggal menunggu waktu untuk meresmikannya. Jadi jangan coba coba kau mengacaukannya!!"


__ADS_2