I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 33


__ADS_3

Williams berjalan jalan disekitaran hotel tempatnya menginap. The Alantara Sanur, hotel yang terletak di perumahan rindang nan sejuk. Banyaknya tanaman hias dan pepohonan yang tumbuh disekitar menambah daya tarik tersendiri di hotel ini. Hotel mewah yang berjarak 1 km dari pantai Sanur. Menawarkan banyak fasilitas yang bisa digunakan oleh tamu yang menginap. Terletak di 7 km dari Monumen Bajra Sandhi dan 13 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai.


Williams menjajakan kakinya dengan langkah yang gontai. Meski terlihat santai, namun banyak hal yang bersarang di kepala Williams. Banyak yang dipikirkannya, tentang karir nya, tentang hidupnya dan terutama tentang masa depannya.


Bohong jika dirinya tak menginginkan mempunyai kehidupan yang sempurna dengan mempunyai keluarga. Namun hingga detik ini pun dirinya belum menemukan sosok yang mampu membuatnya tersenyum, bersedih bahkan khawatir dalam waktu bersamaan.


Beberapa wanita yang mendekat hanya dianggap nya sebagai teman tak lebih. Will yang memang ramah tak pernah menunjukkan penolakan pada siapapun yang mendekatinya. Namun dirinya adalah orang terbuka yang akan mengatakan tidak bila dirinya memang tak mau. Tak ingin memberi harapan palsu dan membuat masalah dikemudian hari. Oleh karena nya Will selalu menjadikan komunikasi sebagai jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah apapun itu termasuk soal memberi pengertian para wanita yang secara langsung mendekatinya karena tertarik.


Hidupnya yang terkadang monoton membuatnya bosan. Namun dirinya belum juga menemukan kesibukan yang bisa membuatnya nyaman selain bekerja dan bekerja. Bergelut dengan pasien dan mencium aroma obat adalah hobi dan kesenangan tersendiri baginya.


Dan liburan menjadi hal paling penting bagi seorang Bram yang selalu melakukan cara apapun untuk menarik Williams keluar sejenak dari rutinitasnya. Will sendiri menyadari semua itu, namun tak bisa untuk menolaknya.

__ADS_1


"Maaf." Ucapnya karena tak sengaja menabrak seorang room servis yang kebetulan juga melintas disana. Dia yang sedang melamun tak melihatnya.


Anggukan kepala ramah mengiringi langkahnya kembali menyusuri jalan hingga sampai di tepi jalan raya. Menoleh ke kanan dan ke kiri, kemudian pandangannya tertuju pada kedai kecil pinggir jalan yang menjual es kelapa ijo. Cuaca panas menuntun kakinya untuk melangkah ke sana.


Es kelapa muda yang masih utuh telah tersaji di hadapannya. Di meja tersebut juga nampak pisang goreng, lumpia goreng dan juga rengginang. Tatapan Williams yang semua tertuju pada layar ponselnya dan fokus membalas pesan pesan dari Bram maupun Albert yang menanyakan keadaannya, teralihkan setelah mendengar gelak tawa dari sebrang mejanya.


Nampak dua orang wanita tengah duduk membelakangi nya. Dari warna rambutnya dapat dilihat jika mereka juga sama dengannya. Wisatawan yang menikmati liburan di pulau Dewata.


"Om." Sapanya ketika tatapan mereka saling ber adu.


Alexa membungkukkan badannya menyapa Williams yang sedang menatap nya. Monica yang kemudian ikut menoleh pun akhirnya menyapa Williams yang disambut dengan anggukan kepala oleh Will.

__ADS_1


"Kalian disini?" Tanyanya karena tak menyangkah bertemu dengan para model yang akan ikut peragaan nanti malam. Will mengira mereka masih sibuk berlatih, bahkan yang membuat Will tercengang adalah keberadaan mereka di sebuah kedai kecil yang terletak di pinggir jalan hanya untuk meminum es kelapa seperti dirinya.


Will berpikir mereka akan selalu menjaga penampilan dan tak akan makan sembarangan.


"Latihan sudah selesai, tuan. Jadi kami menyempatkan diri untuk sekedar berjalan jalan disekitar sini. Tuan sendiri?" Monica berujar setelah Williams menawarkan untuk mereka duduk bersama satu meja.


"Hanya ingin mencari udara segar. Bagaimana persiapan nanti malam?"


"Semua berjalan baik sejauh ini. Semoga saja nanti malam tak akan ada gangguan yang berarti."


Hanya Monica yang bercakap-cakap dengan Will. Sementara Alexa sibuk meminum es kelapanya dan mengamati sekitar. Namun semua gerak geriknya tak luput dari pengamatan Williams. Entah apa yang membuat lelaki itu tertarik untuk terus menatap Alexa yang tak menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan.

__ADS_1


__ADS_2