I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 169


__ADS_3

Pesta pernikahan Williams dan Alisya terselenggara dengan meriah. Banyaknya kolega dari tuan Alisky dan Oma Feli membuat acara kian bertambah besar. Belum lagi peran Om Fer dan Edwin yang juga merupakan pembisnis dengan banyaknya orang-orang yang mereka kenal.


Nama besar Williams sebagai dokter hebat yang pernah booming atas aksinya kembali memprakarsai acara oprasi gratis yang rutin di lakukan setiap tahunnya membuat namanya banyak di eluh eluhkan.


Undangan berwarna emas berpadu dengan krem itu disebar ke seluruh kalangan. Tak ada batasan bagi siapapun yang ingin mengucapkan selamat pada keduanya.


Will nampak gagah dengan tuxedo warna putih yang melekat di tubuhnya. Senada dengan gaun yang Alisya gunakan. Senyum bahagia nampak di bibir keduanya. Tak ada lagi keraguan, tak ada lagi rasa gundah dan jantung yang berdebar-debar. Semua telah menguap seiring Diikrarkannya janji suci diantara keduanya.


Kata Sah yang berkumandang membuat hati mereka seolah ditumbuhi beribu-ribu bunga. Cantik mereka seperti rasa mereka yang berkecamuk dalam dada.

__ADS_1


Sepasang cincin pengikat nampak bertengger dengan manis di jari mereka. Berulang kali Will menoleh dan mengulum senyumnya menatap Alisya yang tampak cantik di sampingnya. Rasa kesal selama 2 hari menjalani masa pingitan yang di lontarkan oleh Bram kini terbayar sudah. Gadis yang membuatnya sakit kepala kini tengah nyaman dalam genggamannya.


*


*


*


"Yank, kenapa melamun, hem?" Lelaki tampan dengan tatapan tajam tersebut melingkarkan kedua lengannya dari belakang.

__ADS_1


"Memandang Lexa dari sini nampak sangat jelas, kak. Senyumnya seolah menularkan kebahagiaan bagiku."


"Aku juga melihatnya, ku harap ini akan menjadi awal kebahagiaan selamanya untuk dia dan dokter Jhon. Aku yakin cinta ke duanya sangat murni hingga mereka tetap saling menggenggam hingga akhir nanti." Harapan tulus Akmal utarakan.


Dia yang harus rela dilangkahi oleh adiknya tersebut tak pernah merasa keberatan. Bukan tanpa alasan Akmal meminta sang ayah untuk segera menikahkan Alisya dengan Williams. Dia tak ingin sesuatu yang buruk kembali menimpa sang adik. Cukup sudah waktu itu melihat luka mengaga di kedua mata adiknya ketika melihat Will bersama dengan Clara, membuat adiknya memilih jalan nekat dengan pergi menjadi sukarelawan ke Rusia. Pada waktu itu tak ada yang bisa mencegahnya mengingat berapa keras kepalanya sang adik.


"Kita akan menyusul mereka nanti saat kamu sudah siap, Yank."


"Aku tahu, aku hanya terharu saja. Melihat jalan takdir Lexa menemukan cinta sejatinya. Tak menyangka jika kecelakaan yang menimpa kami waktu itu akan berimbas baik pada kami. Karena nyatanya tak hanya Lexa yang berhasil menemukan cinta nya tapi aku juga sama." Monica menatap Akmal yang masih memeluknya dari belakang. Keduanya saling menatap dengan debaran cinta yang begitu kuat terasa.

__ADS_1


"I love you." Lirih Akmal mengecup lembut kening Monica, membuat gadis manis tersebut tersenyum dengan rona merah yang nampak jelas di kedua pipinya.


__ADS_2