
Peragaan busana berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Namun demikian meski acara telah berakhir satu jam yang lalu. Para tim yang terlibat masih sibuk disana untuk membereskan sisa sisa pertunjukan. Tak terkecuali Alexa dan monica. Kedua gadis tersebut masih nampak sibuk membereskan barang barang mereka.
Binar kepuasan nampak jelas di wajah mereka meski lelah mendominasi. Keduanya nampak bercanda dan tertawa beserta para tim yang lain. Ada sekitar 20 orang yang masih bertahan disana dan berbenah.
Williams datang bersama 2 orang staf yang membantunya selama ini. Ditangan mereka sudah terdapat beberapa tas berisi makanan. Makan malam yang telat mungkin karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hanya sekedar mengantarkan saja karena sehabis itu Williams segera pamit untuk kembali ke kamar hotelnya.
Sampai diparkiran Williams berhenti sejenak. Entah mengapa dirinya malah enggan untuk melangkah. Dienyahkan nya pikiran tersebut dan membuka pintu mobil. Mobil melaju perlahan meninggalkan lahan parkir.
Beberapa saat sebelum mobil Williams benar-benar meninggalkan gedung dimana ballroom tempat terlaksananya acara mendadak kacau.
*
*
__ADS_1
*
Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara menjadi ramai seketika. Ada 3 buah mobil Ambulance yang bergerak masuk dengan perawat dan dokter yang telah bersiap membantu para korban.
Beberapa brangkar di dorong mendekat kala mobil tersebut mulai merapat. Ada sekitar 8 korban yang mengalami luka hingga kehilangan kesadarannya. Williams yang berada diantara orang-orang yang sibuk mengangkat korban segera berjalan cepat. Dia akan terjun langsung mengambil tindakan pada para korban yang kebanyakan adalah timnya. Orang-orang yang tadi sedang tertawa bahagia karena pertunjukan mereka berhasil.
Siapa sangka musibah malah datang setelah acara usai. Mereka yang sedang sibuk menikmati hidangan makan malam yang baru saja Williams bagikan ternyata malah mengalami musiba. Alat penyangga lampu penerang sebagai penunjang pertunjukan ambruk sebelum sempat dilepaskan. Ada bagian yang patah membuat alat tersebut tak sanggup lagi menopang banyaknya lampu yang tergantung di atasnya.
Naasnya, Alexa dan monica yang sedang menyeruput teh hangat kala itu ikut menjadi korban. Monica mengalami luka di kepalanya dan hingga kini belum sadarkan diri meski sudah mendapatkan tindakan.
Dua orang tim cowok juga mengalami luka serius bahkan ada yang patah lengannya akibat kerasnya benturan. Semua begitu cepat dan tak ada yang menduganya. Mereka bahkan belum menyentuh bagian itu karena masih memerlukan pencahayaan untuk aktifitas mereka.
5 orang korban yang dinyatakan ringan sudah mendapatkan pelayanan bahkan sudah menempati ruang rawat. Beberapa tim dari staf Bram juga sudah berada disana guna membantu Williams. Dokter tampan tersebut bahkan belum keluar dari ruang oprasi yang sedang menangani 3 orang yang mengalami cidera parah termasuk Alexa.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃
Akmal memilih pulang pada keesokan harinya. Hanya 2 hari 2 malam saja sudah menghabiskan biaya yang tak sedikit. Akmal tentu saja memikirkan keluarganya. Sebelum pergi, pemuda tersebut sempat bertukar nomer ponsel dengan pimpinan agency tempat Alexa bernaung.
Keduanya berjanji akan saling membantu. Dorongan kuat terasa kala Akmal melangkah masuk ke dalam pesawat yang akan membawanya. Tanpa sebab hatinya berdebar dengan detak jantung yang tak wajar. Akmal sempat memegang dadanya.
Seorang penumpang yang duduk disebelahnya kontan menoleh dan bertanya tentang keadaannya. Akmal hanya tersenyum karena dirinya pun tak mengerti akan hal aneh yang dia rasakan.
Akshan yang baru saja menapakkan kakinya masuk ke dalam rumah pun mengalami hal yang sama. Pria yang paling dewasa dari adik adiknya tersebut bahkan sampai terduduk di lantai sambil memegang dadanya yang menggila. Hingga mama Dea datang tergopo gopo sambil membawanya segelas air yang segera tandas di tegak olehnya.
"Kamu kenapa, Nak? tidak enak badan?" Dea merangkul lengan putra sulungnya itu dan membawa masuk kedalam. Didudukan nya Akshan disana dengan buliran keringat terlihat di dahinya.
"Nggak tahu, ma. Tiba-tiba jantung kakak berdebar debar dan rasanya sakit. Padahal tadi baik baik saja."
__ADS_1
"Kalau begitu segera beristirahat, nanti kalau masih belum baikan kita pergi ke dokter ya." Dea memeluk putra sulungnya sayang. Setelah beristirahat sebentar Akshan melanjutkan langkahnya menuju kamarnya dengan tetap diekori oleh sang mama.