
Mata Williams sulit terpejam. Kata kata yang Alexa ucapkan ditaman tadi menghantui jiwanya. Anak dari Oma Feli hanya ada 2 yaitu ayah dari Jack dan Jonathan dan juga ayah Edwin. Keduanya juga sudah berkeluarga bahkan memiliki cucu. Tak mungkin rasanya Oma mempunyai niat untuk menjodohkan mereka kembali apalagi dengan gadis belia seperti Alexa.
"Atau ada kolega Oma yang meminta bantuan pada Oma untuk dicarikan istri? tapi kenapa harus dengan gadis belia?"
Banyak sekali pertanyaan yang terngiang dalam benaknya membuat Williams pusing sendiri. Menatap jam dinding yang menunjukan pukul 2 pagi membuatnya berdecak. Dia berharap pagi segera datang dan dia bisa menghubungi Edwin segera.
*
*
*
Alisya kembali membuka matanya kala Williams telah menutup pintu kamarnya. Gadis tersebut kembali tercenung dengan kata kata spontan yang tadi sempat Williams ucapkan.
Secara tersirat, lelaki tampan dengan mata biru tersebut mengatakan ketidak percayaan nya atas kalimat yang Alexa ucapan. Williams bahkan mengatakan jika Oma hanya mempunyai 2 orang putra. Dan keduanya bahkan sudah memiliki cucu.
__ADS_1
Apa aku yang telah salah sangka selama ini? tapi mengapa tak ada yang memberitahukan padaku kebenarannya? Seandainya semua benar adalah salahku lalu apa yang harus aku lakukan?
Otak kecilnya terasa semakin penuh dengan banyaknya pertanyaan yang dirinya sendiri tak yakin akan bisa menjawab nya. Hingga jam menunjukkan pukul 3 pagi. Alexa belum juga bisa menutup matanya. Berguling kesana kemari semakin membuatnya gelisah.
Berulang kali membuka ponsel namun diurungkan nya lagi. Nama kakak sulungnya tertera disana setelah beberapa saat lalu dirinya tiba-tiba ingin menyimpan nomer tersebut.
Rasa rindunya sedikit terobati setelah melihat foto profil sang kakak. Tidak seperti foto profil yang tersemat di akun sosial media miliknya. Kali ini Akshan memasang wajahnya sendiri disana. Entah itu memang sengaja atau tidak, setahu Alexa kakaknya tersebut tak pernah memakai fotonya sendiri. Akshan lebih suka memasang foto Alina atau dirinya sebagai gantinya. Namun mungkin ini pengecualian karena kini sang kakak telah memiliki seorang kekasih yang menemaninya. Apapun itu yang jelas Alisya senang karenanya.
*
*
*
Setelah membasuh muka dan meminum segelas air putih. Williams melangkahkan kakinya keluar kamar. Dilihatnya pintu kamar Alexa masih tertutup rapat.
__ADS_1
Will melanjutkan langkahnya menuju dapur. Tempat itu sepi menandakan jika Alexa belum terjaga.
Dikeluarkan nya buah strawberry dan juga memasak nasi. Kemudian menyiapkan segala macam bahan. Lelaki itu ingin membuat nasi goreng sebagai menu sarapan pagi ini. Setelah menyiapkan semuanya, sambil menunggu nasi matang. Williams kembali masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.
Dua puluh menit berlalu, lelaki tampan dengan kacamata yang melekat diujung hidungnya tersebut memulai aksinya. Menggoreng telor sebelum meng eksekusi nasi goreng.
Lima belas menit berlalu, sarapan yang dibuatnya telah tersaji diatas meja makan lengkap dengan jus strawberry.
Melirik jam yang tergantung di dinding dengan skor matanya. Sebuah kerutan nampak di dahinya ketika menyadari waktu telah menunjukkan jam 7 pagi.
Dengan langkah cepat Williams kembali ke lantai atas. Kali ini tujuannya bukanlah kamarnya sendiri, namun kamar Alexa yang masih tertutup rapat. Tidak bisanya gadis tersebut bangun kesiangan. Kembali jantung Williams berdetak dengan cepat, untuk kali ini dirinya tak lagi merasa khawatir tentang jantungnya sendiri. Karena dirinya telah menemukan jawabannya. Namun rasa cemas itu menggerogoti hatinya hingga membuatnya tak lagi berjalan dengan langkah lebar karena sedetik kemudian Williams memilih berlari untuk segera sampai ke kamar Alexa.
*
*
__ADS_1
*
"Kau terlihat cantik, meski dalam keadaan tertidur begini. Kau bahkan sangat ahli dalam membuat jantungku berdebar. Apa yang harus aku lakukan, jika waktu itu tiba?Aku takut Lexa, takut kehilanganmu. Bahkan hanya dengan membayangkan nya saja hatiku sudah sakit."