I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 130


__ADS_3

Alina berjingkrak kegirangan kala melihat sebuah mobil hitam masuk ke pekarangan rumahnya. Gadis manis tersebut segera berhambur keluar untuk menyambut kedatangan sang kakak yang teramat dia rindukan.


Tak hanya Alina, nyatanya semua sangat antusias menunggu kedatangan gadis nakal yang menjadi kesayangan semua orang tersebut. Akmal bahkan sampai menggelengkan kepalanya, namun senyum bahagia tersungging dibibirnya. Apalagi ketika dirinya melihat sang adik benar-benar tak datang sendiri. Ada Williams yang selalu berada disisi gadis yang semakin terlihat cantik diusianya yang semakin bertambah.


"Kakak." Seru Alina berlari kecil menyongsong sang kakak yang baru saja keluar dari mobil yang membawanya pulang.


Namun langkah gadis belia tersebut terhenti ketika pandangannya melihat kearah Williams yang baru saja menutup pintu mobil. Gadis itu semakin terbengong manakala melihat tautan jemari keduanya. Mata Alina memicing mencoba mengingat sesuatu namun otaknya seperti tak mampu untuk berpikir. Digelengkannya pelan kepalanya kemudian menghambur dalam pelukan sang kakak yang telah merentangkan kedua tangannya.


Sementara Williams masih setia berdiri disana menatap interaksi kedua kakak beradik tersebut.


Setelah mengurai pelukannya, Alexa yang berjalan beriringan dengan sang adik menoleh ke arah Williams dan menarik lengan lelaki tersebut untuk ikut bersama mereka.


Tuan Alisky dan Deandra yang berdiri diambang pintu saling pandang melihat interaksi sang putri. alisya selama ini tak pernah dekat dengan siapapun kecuali kedua abangnya.


"Ma, pa." Alisya memeluk kedua orang tuanya bergantian. Begitupun dengan Akmal yang memeluk erat sang adik.


Tuan Alisky melirik ke arah Williams yang masih setia berdiri dibelakang Alexa. Gadis itu mengerti dan buru buru menarik lengan Will supaya sedikit mendekat.

__ADS_1


"Pa, ma. Perkenalkan ini dokter Williams."


"Hallo Om, tante senang bertemu kalian." Will segera mengulurkan tangannya menyapa kedua orang tua Alexa yang masih terbengong disana.


"Dokter Jhon, apa kabar?" Adalah Akmal yang segera menyambut Williams.


Will bahkan memeluk Akmal sekilas membuat pemuda tersebut kaget namun senyum langsung tersungging dibibirnya.


"Dokter Jhon?" Tuan Alisky yang masih belum tersadar dari kagetnya kembali berujar.


"Ya pa. Dia adalah dokter Jhon Williams yang merawat Alis selama di Indonesia dan juga cucu dari Oma Feli." Akmal menjelaskan kepada kedua orang tuanya yang kemudian langsung tersenyum lebar.


Sambutan hangat yang diberikan keluarga Alexa membuat hati Williams menghangat. Dia merindukan kehangatan keluarga yang seperti ini. Selama ini, Will dapat merasakan nya dalam keluarga besar Bram.


"Dokter terimakasih banyak, anda telah membantu kami merawat Alisya. Karena anda pula akhirnya kami bisa menemukannya."


"Tidak apa apa Om. Bisa dibilang dia melarikan diri juga karena saya." Will berujar lirih.

__ADS_1


Mereka hanya tinggal bertiga saat ini. Sementara Alexa memilih bersama mama dan adiknya menyiapkan hidangan makan siang.


"Maksud dokter?"


"Perjodohan yang dilakukan Oma waktu itu. Andai saya datang secara langsung waktu itu mungkin kesalahpahaman ini tidak akan terjadi."


"Jadi.,"


"Ya pa. Dokter Jhon Williams inilah yang waktu itu akan Oma jodohkan dengan Alis."


"Ha."


Tuan Alisky membelalakan matanya terkejut, dirinya bahkan dulu mengira bahwa Edwinlah yang akan dijodohkan dengan Alisya, mengingat Om Fer sebagai ayah kandung Edwin.


*


*

__ADS_1


*


"Benar Om, dan kali ini, Will datang membawa diri untuk meminta restu dari Om dan keluarga untuk Alexa."


__ADS_2