I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 149


__ADS_3

Doni yang memang adalah orang yang bekerja dibawah kekuasaan Bram tentu saja melaporkan hal ini pada lelaki yang kini hanya tersenyum tipis menatap ke arah Alisya yang sedang bercanda dengan princess Camelia.


Tak adanya si bungsu dirumah membuat princess merasakan kesepian beberapa waktu lalu. Namun kedatangan Alisya membuat senyum Bocah cantik menggemaskan tersebut bersorak riang.


"Ku kira kau tak akan bisa menemukan bahkan membawanya kembali. Aku meremehkanmu ternyata." Gumamnya sedikit keras membuat Will memicingkan mata.


"Karena alasan itu, kamu mengirimkan Jeffry untuk menjemputku?"

__ADS_1


"Itu salah satu alasannya. Tapi alasan yang sebenarnya, karena aku tak ingin kembali kehilangan. Setidaknya, tidak untuk saat saat ini. Kau adalah bagian dari keluargaku, bagaimana aku bisa mengabaikan keselamatanmu. Apalagi, kau adalah Om dokter yang baik dan tampan menurut versi Cameli. Aku tak akan membiarkanmu pergi begitu saja."


"Aku tahu. Bram, sejak mengenalmu hidupku berubah di banyak hal. Aku bisa merasakan hangatnya keluarga yang sejak kecil telah hilang dari hidupku. Aku juga bisa mewujudkan semua mimpi dan janjiku selama ini satu per satu. Terimakasih." Will berujar tulus.


Baginya, Bram adalah orang terpenting dalam hidupnya selain Oma Feli dan sekarang bertambah dengan hadirnya Alisya.


"Namanya Alisya, atau Alexa. Dia bukan lagi gadis kecil seperti yang kau bilang Bram."

__ADS_1


"What ever lah, yang jelas bagiku dia tetap gadis kecil yang terjebak dalam cinta om om tua." Tawa Bram meledak setelah mendapatkan sebuah bantal sofa mendarat di tubuhnya. Sementara Will mengumpat pelan sang sahabat meski apa yang dikatakannya adalah benar adanya.


Di tolehnya kembali Bram yang fokus menatap sang putri yang sedang mengejar kelinci di halaman samping bersama dengan Alisya yang berada tak jauh dari bocah menggemaskan tersebut.


Will merenungkan apa yang Bram ucapkan beberapa menit lalu. Sahabatnya tersebut tak akan mungkin mengatakan sesuatu jika dirinya tak mengetahui suatu hal yang berkaitan dengan apa yang diucapkannya.


Bram akan tetap diam selama apa yang dilakukannya tetap normal dan tetap berada di jalan yang baik. Namun, ayah dua orang balita yang selalu menggemaskan disebelahnya tersebut akan bertindak tanpa pernah mau pandang bulu jika semua itu menyangkut keselamatan keluarganya.

__ADS_1


Will yakin, dibalik kata katanya tadi. Bram mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya. Namun apa itu Will tak pernah bisa menjawabnya. Bertanya pada Bram pun seakan hal sia sia belaka. Karena Bram tak akan pernah mengatakan semuanya secara terperinci melainkan hanya kode atau sekedar peringatan. Selebihnya lelaki tersebut akan meminta dirinya untuk instropeksi diri dan mengingat ngingat apa yang telah dilakukannya belakangan ini.


__ADS_2