
Paris, prancis
Alisya menapakkan langkah kakinya di kota yang penuh dengan cinta. Meski hatinya sedang bergelut dengan banyaknya pemikiran yang tak jua dia temukan solusinya.
The city of love. Sebutan yang melekat untuk kota Paris dengan sejuta keindahannya. Tanpa adanya definisi pasti namun semua orang tetap sepakat dengan julukan itu demi menunjukkan keindahan yang melambangkan cinta untuk kota Paris.
Alisya menikmati hari ke duanya di kota yang indah ini. Gadis cantik tersebut benar-benar ingin mengejar karirnya di dunia fashion. Sejak dua bulan lalu dirinya telah merencanakan matang matang tentang perjalanannya ini. Menyamarkan segala identitas dan menghilangkan semua jejak tentang dirinya sendiri. Alisya merubah nama dan segala dokumennya dibantu seorang kenalannya tanpa ada yang curiga.
__ADS_1
Alexa adalah nama yang dipakainya kini. Bahkan penampilannya pun telah berubah. Alisya yang biasa tampil sedikit tomboy, namun menjadi Alexa dirinya berubah menjadi lebih feminim. Menerima tawaran sebuah agency adalah awal dari upayanya mengejar mimpi.
Hobinya yang berlenggak lenggok di atas Catwalk menjadi modalnya kini. Mengambil kesempatan dan keputusan dikala hatinya tengah kacau karena masalah perjodohan membuat gadis cantik tersebut nekat.
Alisya masih tak habis pikir dengan keputusan ayahnya yang lebih memilih menjodohkan dirinya dengan lelaki yang bahkan pantas dipanggilnya Om. Ayah tak pernah menanyakan pendapatnya terlebih dulu. Bahkan dengan keinginan dan cita citanya pun seolah sang ayah tak mau peduli.
Alisya yang selalu menuruti keinginan sang ayah tak pernah melakukan protes yang berarti. Manjalani hari dengan banyaknya aktifitas yang sebenarnya tak pernah diinginkannya. Menjadi dokter adalah keinginan sang ayah bukan dirinya sendiri. Alisya menuruti kemauan sang ayah karena melihat senyum bahagia lelaki cinta pertamanya tersebut. Namun tidak untuk kali ini, Alisya tak ingin mempertaruhkan masa depannya dengan kembali menuruti keinginan sang ayah.
__ADS_1
"Alexa, bersiaplah. Sebentar lagi latihan dimulai."
"Baik."
Segera disimpannya ponsel dan mulai bersiap. Senyum terukir di bibir tipisnya dan tekatnya benar-benar sudah bulat kali ini. Alisya akan mengejar mimpinya dan pulang jika dirinya nanti telah berhasil. Dia tahu, saat ini pasti keluarganya sangat kecewa akan keputusan yang diambilnya. Tapi tak apa. Dia tahu hal itu tak akan selamanya, keluarganya berisi orang-orang baik dan penuh pengertian. Pemaksaan perjodohan kemarin sebenarnya juga tak bisa dikatakan sebagai pemaksaan. Karena bagaimanapun ayah masih menyerahkan keputusan kepada Alisya sendiri. Namun kerena melihat binar bahagia dalam mata sang ayah, Alisya tak bisa menolak dan menganggukkan kepalanya pada akhirnya.
Alisya melangkahkan kakinya ke ruang ganti. Bergabung dengan teman teman yang baru ditemuinya kemarin. Pembawaannya yang riang membuat Alisya tak susah berbaur. Bahkan hanya sehari dirinya sudah hampir mengenal banyak orang disini.
__ADS_1
Peragaan busana kali ini bukan event besar. Mereka diminta memamerkan produk terbaru sebuah butik kenamaan disana. Alisya bahkan tak perlu khawatir pelariannya akan segera terungkap karena event ini hanya berlaku di dalam negri saja. Setidaknya untuk saat ini dirinya masih aman.
Hal mendasar sebagai seorang model telah Alisya kuasai. Kini dirinya hanya tinggal menunggu waktu roket meluncur dengan cepat menempatkannya di puncak dan meraih kesuksesan.