I Love You Om Dokter

I Love You Om Dokter
Bab 102


__ADS_3

Jantung Williams kembali berdetak kencang. Lembar demi lembar buku kecil milik Alexa dibacanya dengan seksama. Tertulis disana semua keluh kesah gadis tersebut. Mulai kata hatinya ketika mengetahui bahwa wanita yang menyayanginya kini bukanlah mama kandungnya. Alexa juga menuangkan rasa sayangnya kepada semua anggota keluarganya. Bahkan sebuah foto yang berisi formasi lengkap keluarga tersebut juga tertempel disalah satu halamannya.


Dada Will semakin tercekat manakala matanya menatap curhatan yang ditulis kurang lebih setahun yang lalu. Lebih tepatnya empat belas bulan yang lalu. Dan Will tentu saja mengetahui hal itu.


Tanggal itu adalah tanggal dimana Edwin datang dan memintanya untuk pulang berkunjung dihari ulang tahun Oma. Dan disaat itulah dirinya mengetahui prihal perjodohan yang Oma atur dengan seorang gadis yang belum dia ketahui. Bahkan Williams sendiri yang menolak ketika Oma ingin mengirimkan foto gadis tersebut. Will beralasan jika dia ingin menjadikan pertemuan mereka sebagai kejutan.


Namun siapa sangka ternyata kejutan itu hanyalah miliknya seorang. Williams kembali membuka lembar berikutnya. Rasa kesal masih mendominasi pikirannya, akan tetapi rasa menasaran membuat jemarinya tak henti membuka lembar demi lembar. Hingga dirinya menemukan nama seseorang yang membuatnya mengernyitkan dahinya semakin dalam.


"Om Fer?" Lirih nya


Kepalanya kembali berdenyut nyeri manakala kemungkinan kemungkinan bermunculan dalam benaknya. Tak mungkinkan ada salah paham disini?


Williams beranjak, meski lututnya terasa sangat lemas kali ini namun dirinya tetap berusaha untuk menggapai benda pintarnya yang tergeletak dinarkas.


*


*

__ADS_1


*


"Jadi, kontrak kerjamu sudah selesai?"


"Iya, tante. Saya berniat untuk mengambil cuti sementara waktu."


"Kalau begitu tinggallah disini selama kamu liburan. Dari pada menginap di hotel. Kita bisa memasak bersama nanti." Deandra tersenyum sambil menggenggam tangan Monica.


Mereka sedang berbicara di halaman belakang. Di sebuah gazebo yang berada di tengah tengah kolam ikan. Tempat tersebut adalah tempat favorit keluarga Alisky menghabiskan akhir pekan. Berkumpul seharian sambil bercanda dan menikmati kudapan yang dibuat sendiri oleh Deandra beserta kedua anak gadisnya. Akan tetapi kegiatan tersebut sudah lama ditinggalkan, semenjak kepergian Alisya waktu itu.


Meski Alisya telah kembali namun nyatanya hal itu tak bisa diulang lagi. Sang putri lagi dan lagi memilih pergi. Akan tetapi kali ini, kepergian Alisya mendapat restu dari seluruh anggota keluarganya. Mengingat Alisya pergi membawa nama dan gelar dokter demi kemanusiaan. Meski khawatir, namun niat baik putri nya membuat mereka bangga.


"Aku angkat telfon dulu ya." Pamitnya pada Monica yang lantas di angguki oleh gadis itu.


Akmal memilih untuk berjalan ke arah taman belakang tak jauh dari gazebo.


"Hallo, dokter Jhon." Sapanya ketika panggilan telah tersambung.

__ADS_1


"Ya, Akmal. Maaf mengganggumu, apa kau punya waktu?"


"Maksud dokter?"


"Bisakah kita bertemu? ada sesuatu yang ingin saya tanyakan padamu. Apa kau punya waktu?"


"Anda berada disini?"


"Ya. Ada hal yang harus saya selesaikan. Bagaimana, apa bisa?"


"Baiklah, dok." Akmal menyetujui. Bagaimanapun Williams adalah orang yang menyelamatkan adiknya. Terlepas dari masalah apa yang terjadi sebenarnya diantara mereka berdua. Akmal merasa tak ada kewajiban untuk ikut campur terlalu jauh.


"Resto JW, waktu makan siang. Kita bertemu disana."


"Baik dok. Sampai jumpa."


Williams bernafas lega, paling tidak dia masih ada harapan untuk menggali semua informasi yang sekiranya dia butuhkan untuk memuaskan hatinya. Andai semua adalah salah paham, Will berharap bisa segera menyelesaikan semuanya dan membawa gadisnya kembali.

__ADS_1


Gadisnya? masihkah Alexa mau menerimanya setelah apa yang dia lakukan pada gadis itu selama ini?


__ADS_2