
Edwin yang memang mempunyai jiwa kepo yang tinggi segera beringsut ketika melihat Williams telah masuk ke dalam ruang kerjanya. Pria tampan tersebut mengatakan akan mengecek beberapa email yang mungkin masuk meski saat ini masih masuk masa cutinya. Waktu sepuluh hari yang dia ambil ternyata hanya dihabiskan 3 hari saja diluar negeri itupun sudah termasuk dengan jalan jalan mereka.
Tak menyangkah urusan Alexa akan beres dengan cepat. Namun sangat membuat mereka bahagia pada akhirnya. Alexa dapat menjalani perawatannya dengan lebih fokus lagi tanpa ada beban yang mengganjal pikirannya. Tanpa dirinya tahu, gadis itu saat ini sedang mengalami kecemasan yang luar biasa hebat karena harus bertemu kembali dengan Oma Feli dan juga Edwin yang tentu saja pernah ditemuinya waktu itu.
"Kamu putrinya tuan Alisky, kan? aku masih mengingat wajahmu. Tapi penampilanmu saat ini lebih feminim ya daripada waktu itu." Edwin berkelakar langsung yang membuat Alisya benar-benar syok karena yang dia takutkan sejak dari siang ketika dirinya dan Williams baru saja sampai ke rumah tersebut benar-benar terjadi. Edwin mengenalinya dan bisa jadi Oma Feli pun demikian.
Gugup sudah pasti hingga Alexa hanya bisa meneguk ludahnya dengan kasar. Sementara Oma Feli masih diam sambil menyesap tehnya. Wanita baya tersebut bukannya tak tahu, karena alasan awalnya dia memaksa Edwin untuk menemaninya datang berkunjung sebenarnya untuk membuktikan apa yang dilaporkan oleh orang suruhannya untuk menjaga Williams selama ini adalah benar.
Sehari setelah dirinya mendapat laporan bahwa Williams membawa seorang gadis tinggal di kediamannya. Oma Feli segera meminta untuk mencari tahu tentang siapa gadis itu dan keluarganya. Setelah mengetahui bahwa gadis tersebut adalah gadis yang sama dengan gadis yang memang akan dijodohkan kepada Williams membuat Oma semakin bersemangat dan akhirnya memaksa datang.
__ADS_1
"Aku tak mengerti bagaimana ceritanya kalian berdua bisa bersama. Menurut Will kamu mengalami cidera waktu di Bali?" Ed terus saja berbicara, dirinya merasa senang karena ternyata saudara angkatnya akhirnya bisa membuka diri dan dekat dengan seorang wanita tanpa tahu cerita yang sebenarnya terjadi.
"Iya." Jawaban singkat Alexa tak membuatnya curiga sedikitpun.
"Tapi namamu kenapa ganti Alexa? nama aslimu Alisya kan?"
"Itu.."
Alexa tersenyum karena dirinya pun tak tahu harus bagaimana menanggapi semua perkataan Edwin. Namun lega juga terasa dalam hatinya karena Edwin tak pernah memaksanya menjawab semua yang dia lontarkan akan dijawabnya sendiri sehingga Alexa hanya perlu mengangguk dan tersenyum. Sesekali gadis itu hanya menjawab iya tanpa harus bersusah payah mencari jawaban. Rasa khawatir sedikit menguap dalam hatinya.
__ADS_1
Hingga waktu menunjukkan pukul 9 malam. Oma Feli masuk kedalam kamarnya dan meminta Alexa untuk menemaninya sebentar. Tak bisa menolak kini gadis yang sedang menundukkan kepalanya tersebut sudah duduk di tepi ranjang tepat disisi oma Feli.
"Oma sangat kaget pertama kali melihatmu, nak. Oma pikir oma salah lihat atau mungkin memang oma berhalusinasi. Tapi ternyata memang kamu orangnya." Oma tersenyum, menggenggam lembut jemari Alexa yang terasa dingin.
"Jangan takut!! oma tak akan mencampuri apapun lagi. Oma hanya ingin memastikan saja." Lagi lagi senyum terukir dibibir keriput itu.
"Bagaimana keadaan kamu seluruhnya? menurut Will dirimu mengalami kecelakaan sewaktu ada peragaan di Bali?"
"Iya oma. Sudah mendingan sekarang, sudah lebih baik." Jawab Alexa dengan terbata.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu. Kau harus lebih memperhatikan kesehatanmu mulai saat ini. Kau tahu, Will itu sangat cerewet kalau soal kesehatan. Maklum saja dia kan dokter jadi sedikit sedikit pasti ngomel kalau ada yang sakit. Padahal sakit kan bisa datang kapan saja ya tanpa harus kita membeli tiket." Gelak Oma Feli sambil tersenyum hingga matanya sampai tertutup.
Hingga jam 11 malam akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk tidur. Alexa kembali ke kamarnya dengan perasaan sedikit lega. Oma tak pernah mengungkit sedikitpun masalah perjodohan nya dulu.