
Keesokan harinya semua kembali sibuk dengan rutinitas kegiatannya. Nampak Bram duduk serius di ruang kerjanya sambil menatap layar lap top membaca email email yang masuk. Perhatiannya langsung tertuju pada kiriman email dari Alfa Company.
Setelah membuka dan membaca isi email Bram sedikit kaget ternyata besuk pagi sudah harus menemui perwakilan Alfa Company di Indonesia.
"Pak" ucap Bram pada bapak Bharata sambil kepalanya menoleh menatap bapak Bharata yang terlihat serius dengan pekerjaannya.
"Hmm" jawab bapak Bharata tanpa mengalihkan pandangan matanya dari pekerjaannya.
"Besuk pagi undangan ke Alfa Company nya" ucap Bram lagi
"Ya sudah kamu persiapkan materi dan suruh Sisi mengatur perjalananmu ke Jakarta" jawab bapak Bharata dengan nada suara datar seperti hal itu merupakan hal biasa.
"Jam berapa besuk?" tanya bapak Bharata kemudian
"Jam sepuluh" jawab Bram
"Kamu berangkat nanti malam, kamu hubungi Prabu kamu teruskan email Alfa Company ke dia" ucap Bapak Bharata kemudian. Bram lalu kembali sibuk di depan lap topnya mengerjakan apa yang diperintahkan bapak Bharata.
Setelah selesai terlihat Bram mengusap wajahnya dengan kasar. Apa yang dilakukan itu nampak dilihat oleh Bapak Bharata.
"Kenapa Bram?" tanya bapak Bharata menoleh sebentar ke arah Bram lalu kembali fokus pada pekerjaan.
"Tidak apa apa Pak" jawab Bram.
"Jangan ada dalam pikiranmu malas dan capek karena baru pulang harus pergi lagi" ucap Bapak Bharata kemudian tanpa menatap Bram
"Aku dulu saat mengawali bisnis malah perjalanan Yogya ke Jakarta pulang pergi naik kereta api ekonomi" ucap Bapak Bharata selanjutnya. Bram hanya diam saja mendengarkan nasehat orang tuanya.
"Dengar tidak Bram?" tanya bapak Bharata sambil menoleh menatap Bram
"Dengar Pak, saya semangat Pak" jawab Bram sambil menegakkan punggungnya
"Demi..." ucapnya selanjutnya namun tidak diteruskan hanya diteruskan dengan suatu senyuman. Bapak Bharata hanya diam saja sebab sudah tahu maksud Bram pasti demi syarat yang diajukan Nindya. Namun berbeda dengan Sisi, dia yang tidak tahu kejadian selama keluarga Bosnya pergi, penasaran dengan kata selanjutnya akan akan disampaikan oleh Bram. Terlihat Sisi menoleh menatap Bram..
"Ada apa Si?" tanya bapak Bharata karena melihat Sisi yang menatap Bram
"Ehmmm..." ucap Sisi sedikit bingung tidak menyangka bapak Bharata melihat kekepoannya
"Jangan suruh saya menemani mas Bram ke Jakarta ya Pak" jawab Sisi kemudian untuk menetralkan ekspresi wajahnya dari kebingungannya
"Tidak, biar dengan Prabu saja, kamu pesankan tiket saja untuk satu orang" ucap Bapak Bharata kemudian
"Baik Pak" jawab Sisi
__ADS_1
"Mas Bram mau berangkat jam berapa?" tanya Sisi kepada Bram
"Penerbangan terakhir saja Mbak" jawab Bram. Sisi menjawab dengan anggukan kepala lalu terlihat sibuk mengerjakan perintah dari bos nya.
"Prabu sudah merespons Bram?" tanya bapak Bharata kemudian
"Sudah Pak, bisa menyempatkan diri untuk menemani saya besuk pagi" jawab Bram
"Syukurlah, kamu nanti langsung menuju kantor Bharata Group saja paling Prabu juga tidur di sana, kalau ke rumah Prabu jauh nanti paginya terjebak macet" ucap Bapak Bharata kemudian
"Apalagi kalau kamu terlambat bangun" ucap Bapak Bharata selanjutnya.
"Baik Pak" jawab Bram. Lalu sibuk menyiapkan semua materi yang akan dibawa nanti malam untuk pertemuan besuk pagi.
*****
Sementara itu di kampus, Nindya setelah selesai jam kuliahnya dia terlihat mengambil hape dari dalam tasnya. Dilihat ada beberapa pesan masuk. Dibukanya pesan dari Bram, yang menanyakan sudah makan belum dan menginformasikan kalau nanti malam berangkat ke Jakarta. Setelah membalas pesan dari Bram, Nindya membuka pesan dari Lilian. Karena dia dan Lilian beda jadwal kuliahnya.
"Nin aku sudah selesai kuliahnya, kutunggu kamu di kantin" begitu deretan rangkaian kata dari pesan text Lilian
Nindya lalu bangkit berdiri dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan ruang kuliah. Terlihat beberapa temannya menyapa Nindya dan dibalas sapaan mereka oleh Nindya dengan ramah.
Tidak berapa lama langkah kaki Nindya sudah berada di depan kantin. Nampak Lilian duduk di kursi kantin dan di temani oleh seorang laki laki.
"Kamu itu ganggu saja Nin" ucap laki laki tersebut yang tidak lain adalah Farid
"Kak Farid selamat ya katanya mau wisuda" ucap Nindya sambil tersenyum lebar dan tangan kanannya mengulurkan tangan kepada Farid
"Terima kasih, selamat juga katanya mau segera menikah" ucap Farid sambil menyambut uluran tangan Nindya
"Siapa yang omong?" tanya Nindya
"Lilian ya?" tebaknya sambil menatap wajah Lilian
"Enak aja asal tuduh" ucap Lilian sambil menimpuk pundak Nindya
"Yang omong calon mempelai laki laki" jawab Farid lalu menegak minumannya.
"Udah sekarang traktir kita makan" ucap Farid kemudian
"Iya aku traktir kalian, tapi masih lama nikahnya" jawab Nindya lalu berjalan menuju ke etalase kantin untuk memesan makanan. Nampak Lilian dan Farid ikut berdiri dan berjalan menuju ke etalase kantin. Setelah mereka mendapatkan menu makanan yang diinginkan mereka kembali duduk di kursi mereka.
"Jadi masih lama?" tanya Farid
__ADS_1
"Iya" jawab Nindya
"Terus kalian jadian?" tanya Nindya sambil menatap Lilian dan Farid bergantian
"Mauku gitu Nin" jawab Farid dengan melas
"Tapi pasti tidak maunya Lilian ha...ha..." ucap Nindya sambil tertawa
"Tepat" ucap Lilian dan Farid hanya bisa tersenyum kecut.
Mereka bertiga lalu menyelesaikan makannya dan selanjutnya Nindya dan Lilian pulang menuju ke kostnya. Sedangkan Farid masih dengan kegiatannya di kampus.
"Gimana ceritanya Nin?" tanya Lilian saat sudah berada di kostnya. Nindya lalu menceritakan segalanya termasuk keberangkatan Bram nanti malam ke Jakarta.
Di malam harinya.
Bram sudah sampai di Jakarta. Setelah turun dari pesawat, Bram langsung memesan taxi online menuju ke kantor Bharata Group yang berada di Jakarta. Tadi Om Prabu pesan agar menghubunginya bila sudah sampai bandara dan sopir akan menjemputnya namun dia pikir lebih cepat pesan taxi on line tidak perlu lama menunggu di bandara.
Setelah mengabari pada orang tua dan Nindya kalau sudah sampai Jakarta. Bram menghubungi Tedy. Bram mencari kontak Tedy untuk melakukan sambungan telpon. Tidak lama sudah tersambung
"Ada apa Bro?" sapa Tedy setelah menggeser tombol hijau
"Aku di Jakarta kakak ipar" jawab Bram
"Wah ada acara apa, mau sungkem ke aku mohon restu apa?" tanya Tedy
"Kakak ipar pengen ketemu cewek putih tidak?Siapa tahu minat ha...ha.." ucap Bram
"Sapi nya papah? dari beautiful hill bilang cewek putih ya sapi nya papah" ucap Tedy
"Serius Bro, kamu temui aku nanti atau besuk pagi di kantor Bharata Group, sori aku main ke kost kakak ipar kalau sudah selesai acaraku" ucap Bram
"Okey kamu share lokasi ke aku, nanti aku temui kamu" ucap Tedy lalu sambungan telpon terputus.
Taxi yang ditumpangi Bram sudah sampai di depan kantor Bharata Group.
"Maaf Kak, mobil taxi tidak bisa masuk ke halaman" ucap sopir taxi
"Baik, terimakasih" ucap Bram lalu memberikan ongkos dan tip kepada sopir taxi, lalu Bram membuka pintu taxi dan selanjutnya turun dari taxi. Saat Bram berjalan beberapa langkah matanya menatap sosok perempuan yang sudah dia kenal, berjalan keluar dari halaman kantor Bharata Group menuju ke sebuah taxi lainnya yang sedang menunggu.
"Devina, kenapa ada di tempat ini?" tanya Bram dalam hati
*****
__ADS_1
bersambung