
Setelah berpamitan mereka berempat keluar dari rumah pak Heri. Terlihat pak Heri dan istrinya ikut mengantar mereka keluar rumah, tidak ketinggalan juga kedua anaknya.
"Mas, bendungan kabupaten tidak jauh dari sini loh" ucap Avanti saat mereka sudah mendekat pada motornya masing masing.
"Iya mas, sudah dekat sekalian aja main ke sana" saut istri pak Heri yang diangguki kepala oleh pak Heri sambil tersenyum, sedangkan anak balitanya terlihat mendongakkan kepala menatap ibuknya, seperti ingin ikut ke bendungan.
"Ayok mas ke sana" ucap Nindya dan Lilian bersamaan.
"Ya sudah ayo, Li kamu jalan di depan lagi ya" ucap Bram sambil naik ke atas jok motornya
"Okey, ayo Ti" ucap Lilian pada Avanti mereka terlihat sudah akrab selama dalam perjalanan Lilian dan Avanti saling bincang bincang dan ternyata Avanti seumuran dengan Lilian.
Lilian melajukan motornya perlahan diikuti oleh motor Bram di belakangnya. Terlihat anak pak Heri melambai lambaikan tangannya dengan tangan yang masih memegang sebuah apel oleh oleh dari Bram yang sudah dibrakoti mulut kecilnya.
Kedua motor terus melaju dengan perlahan sekarang sudah mulai meninggalkan jalan perdukuhan dan memasuki jalan desa. Motor Lilian membelok ke kiri sesuai arahan Avanti kemudian diikuti oleh motor Bram, sekarang motor menambah kecepatannya.
Tidak berapa lama nampak suatu pemandangan yang bagus di tepi jalan seberang, genangan air yang luas dan sekitarnya rimbun pepohonan. Lilian mulai melambatkan motornya dan saat terlihat jalan aman Lilian menyeberangkan motornya dan berhenti di depan tempat pemandangan yang indah itu. Disusul kemudian oleh motor Bram yang berhenti di belakangnya.
"Pintu masuknya lewat sana" ucap Avanti sambil menunjuk jalan kecil di depannya.
"Ada tiket masuknya mas" ucap Avanti kemudian sambil menoleh pada Bram
"Berapa?" tanya Bram sambil mengambil dompet
"Dua ribu per orang parkir seribu" jawab Avanti. Bram lalu mengambil selembar uang seratus ribu diberikan pada Avanti yang berjalan mendekat pada motor Bram.
"Sisanya buat beli minuman atau cemilan" ucap Bram kemudian saat melihat ekspresi wajah kaget Avanti saat menerima selembar uang seratus ribu.
Avanti lalu kembali duduk di boncengan motor Lilian lalu motor berjalan masuk ke jalan kecil, terlihat motor berhenti dan Avanti turun untuk membeli tiket dan membayar ongkos parkir. Motor Bram setia berada di belakangnya.
Mereka lalu menjalankan motornya lagi menuju ke tempat parkir. Terlihat Lilian dan Avanti berjalan berdampingan di belakangnya dikuti oleh langkah kaki Bram dan Nindya.
Mereka berjalan keluar dari tempat parkir menuju ke lokasi bendungan. Terlihat jalan menuju ke bendungan sedikit menurun, tidak lupa Bram selalu menggandeng tangan Nindya. Mereka sudah memasuki area bendungan terlihat mereka berjalan di atas jembatan yang membelah bendungan tersebut.
"Li... foto yuk" ucap Nindya pada Lilian dan tentu saja tangannya sudah terlepas dari gandengan tangan Bram
__ADS_1
"Aku fotoin kalian bertiga, bagus tuh di tas jembatan diantara hamparan air" ucap Bram sambil tertawa kecil
Ketiga perempuan itu nampak menyetujui, lalu mereka bergaya dengan segala macam gaya. Terlihat beberapa pengunjung yang rata rata warga sekitar memperhatikan pada tingkah laku mereka.
"Ti, kok murah sih tiketnya?" tanya Nindya pada Avanti yang terlihat sudah mulai bersahabat
"Iya Nin, karena ini untuk wisata warga sekitar" jawab Avanti
"Lumayan bagus loh tempatnya" ucap Nindya selanjutnya. Mereka terus melangkah menyeberang di atas jembatan menuju ke sebuah taman di seberang bendungan.
Setelah melewati jembatan mereka berempat duduk di taman yang teduh tersebut. Terlihat ketiga perempuan asyik berbincang bincang, sedangkan Bram sibuk mengusap usap hape nya, melihat foto foto hasil jepretan.
"Nin, Li.. aku akan mengatakan sesuatu" ucap Bram setelah selesai melihat foto foto hasil jepretan
"Apa?" tanya Lilian dan Nindya secara bersamaan sambil menghentikan obrolannya, terlihat ekspresi kaget dari wajah ketiga perempuan di depan Bram.
Bram lalu menceritakan semua kasusnya dengan pak Heri secara rinci tanpa ada yang di sembunyikan.
"Ooo jadi mas Bram luka luka nya karena berkelahi?" ucap Nindya mengandung tanya, setelah Bram selesai bercerita.
"Iya tapi kan berkelahi untuk membela diri" jawab Bram
"Aku kan biasa menampar dan menghantam bola basket dan bola voli he..he..." ucap Bram sambil terkekeh
"Terus mas Bram kok ngasih kerjaan ke dia, ga kuatir apa?" tanya Lilian yang juga diangguki kepala oleh Avanti
"Berusaha membantu, kalau dia bisa menjadi lebih baik sikap dan kesejahteraan nya, kan bagus. Bagus buat dia, bagus buat keluarganya, juga bagus buat aku sendiri. Senang bila bisa membantu orang menjadi lebih baik" ucap Bram
"Biasa berbuat baik itu juga jadi kayak candu, demikian pun sebaliknya he...he..." ucap Bram sambil terkekeh
"Tinggal mau pilih yang mana ya mas" saut Nindya
"Betul... printer kamu he...he..." ucap Bram sambil mengacak pucuk rambut di kepala Nindya, yang duduk di dekatnya.
Bram merasa puas setelah menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Lalu mereka terlihat berfoto foto lagi di taman bendungan. Setelah merasa puas mereka bangkit berdiri meninggalkan taman. Lalu berjalan meninggalkan area bendungan.
__ADS_1
Setelah di dekat tempat parkir terlihat di situ banyak pedagang kaki lima.
"Mas, haus kayaknya es kelapa mudanya enak dech" ucap Nindya pada Bram saat di dekat penjual es kelapa muda
"Ya sudah kita beli, aku juga lapar pengen mie ayam nya" ucap Bram yang didengar oleh Lilian dan Avanti yang berjalan di depannya.
"Kita duduk di situ aja" ucap Avanti menunjuk pada gelaran tikar di antara para pedagang kaki lima tersebut
"Iya teduh di situ" ucap Lilian sambil berjalan menuju gelaran tikar di bawah rindangnya pohon. Mereka berempat lalu duduk lesehan di gelaran tikar di bawah teduhnya pepohonan.
Mereka lalu memesan makanan dan dan minumannya. Sambil menunggu pesanan Bram mengeluarkan hape nya, lalu mengusap usap hape nya. Setelahnya dia mengirim foto foto di lokasi bendungan di group chatting kelompok KKN nya.
ting.... beberapa foto terkirim
Dan tidak lama kemudian banyak pesan masuk di hapenya, pesan di group chatting kelompok KKN
Dito : "***** wisata ga ngajak ngajak giliran babak belur sama gua"
Shirly: "Siapa mereka?"
Kanza: "Di mana tuh, bagus tempat"
Bram: "Bendungan ga jauh"
Kanza: "Share lokasi donk"
Leon: " Ayo kita susul ke sana"
Shirly: "Kita transport gimana"
Leon: " Kita di sini pakai motor, yang lain bisa pakai transport aplikasi"
Akhirnya mereka semua sepakat untuk menyusul Bram berwisata ke bendungan dekat lokasi KKN mereka. Tidak lupa Bram sudah melakukan share lokasi bendungan berada.
Dan tidak lama kemudian makanan dan minuman yang mereka pesan sudah tersaji di atas tikar. Mereka lalu mengeksekusi makanan dan minuman tersebut sampai tuntas tanpa tersisa, namun gelas dan mangkoknya masih utuh juga sendok tidak ikut tertelan.
__ADS_1
Setelah selesai Bram akan mengambil dompetnya, namun dilarang oleh Avanti karena Avanti masih membawa uang kembalikan tiket yang masih bisa untuk membayar makanan dan minuman mereka berempat.
Setelah membayar mereka berempat pergi meninggalkan lokasi bendungan sebelum teman teman yang lain datang menyusul. 😁