Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
82. Meeting dengan Nona Jecklyn 1


__ADS_3

"Hallo" ucap Bram setelah menggeser tombol hijau


"Hallo Tuan Bram, apa sample sudah ada?" tanya Nona Jecklyn dari sambungan telponnya


"Sudah baru saja tiba" jawab Bram


"Saya pagi sampai sore sudah ada janjian dengan rekan bisnis lain, dan besuk pagi pagi sudah kembali ke negara saya penerbangan pagi. Bagaimana kalau Tuan Bram nanti menyerahkan sample ke hotel tempat saya menginap?" ucap Nona Jecklyn.


Bram sejenak terdiam berpikir antara malas menemui malam malam di hotel dan antara obsesinya mengekspor tepung pisang.


"Nanti jam makan malam Tuan Bram, sebelum jam delapan saya pastikan pertemuan sudah selesai" ucap Nona Jecklyn lagi merasa lawan bicaranya sedang berpikir.


"Baiklah, kirimkan hotel tempat Nona Jecklyn menginap" ucap Bram


"Baik Tuan Bram, nanti saya kirim" jawab Nona Jecklyn lalu menutup sambungan telponnya.


Bram lalu menaruh hapenya. Dia diam berpikir. Namun tidak berapa lama Bapak Bharata berjalan menghampiri nya lalu duduk di sampingnya.


"Jam berapa kamu akan menemui Jecklyn?" tanya bapak Bharata karena beliau mendengar percakapan Bram


"Jam tujuh malam jam makan malam" jawab Bram dengan nada malas.


"Kamu jangan berangkat sendiri" ucap Bapak Bharata memberi peringatan


"Berangkat dengan Nindya" ucap Bram penuh semangat


"Sama sama bahaya sama sama polos" ucap Bapak Bharata


"Emang kenapa Pak?" tanya Bram


"Si, nanti kamu temani Bram" perintah bapak Bharata pada Sisi. Sisi yang sedang fokus pada pekerjaannya spontan mendongak dan menatap ke arah tempat duduk bapak Bharata dan Bram.


"Baik Pak, kemana dan jam berapa?" tanya Sisi


"Menemui Nona Jecklyn jam tujuh malam, kamu huhungi pak sopir biar nanti yang mengantar kalian" ucap bapak Bharata


"Nanti menjemput kamu dulu baru kemudian menjemput Bram" ucap Bapak Bharata lagi.


Sedangkan Bram diam memandang bapak nya.


"Harus ditemani mbak Sisi dan diantar sopir Pak?" tanya Bram kemudian


"Iya dalam hal ini kamu kayak anak TK, untuk teknis, strategi, menejemen Prabu sudah mengajari kamu tapi dalam hal insting itu butuh pengalaman" ucap Bapak Bharata lalu bangkit berdiri menuju ke tempat duduknya kembali.


"Tidak sekalian diantar Pak Man dan Mak" ucap Bram namun hanya dengan suara lirih.


Mereka kemudian mulai lagi dengan pekerjaannya. Saat sore hari, Sisi disuruh pulang lebih dulu oleh Bapak Bharata karena ada tugas malam hari menemani Bram. Beberapa menit kemudian terlihat Ibu Murti sudah masuk ke dalam ruang kerja bapak Bharata

__ADS_1


"Bram" panggil Bapak Bharata


"Ya Pak" jawab Bram


"Kamu pulang lebih dulu saja, ingat nanti nunggu bapak sopir memjemput" ucap Bapak Bharata kemudian


"Mau kemana?" tanya Ibu Murti yang sudah duduk di dekat Bram


"Menemui Nona Jecklyn, Bu" jawab Bram sambil memberesi pekerjaannya. Dan setelahnya pamit pada bapak dan ibu nya, lalu melangkah meninggalkan ruang kerjanya untuk pulang ke rumah.


Malam harinya sebelum jam tujuh mobil kantor sudah masuk ke halaman rumah bapak Bharata.


"Mas Bram, mobil jemputan sudah datang" ucap Mak di depan pintu kamar Bram memberitahu Bram.


"Ya Mak" jawab Bram. Bram lalu berjalan melangkah ke luar dari kamarnya.


"Mas Bram mau kerja lembur?" tanya Mak saat melihat penampilan Bram dengan pakaian kerjanya.


"Hanya sebentar Mak" jawab Bram


"Ooo" gumam Mak


"Apa Bapak dan Ibu juga?" tanya Mak


"Saya sudah siapkan makan malam e" ucap Mak lagi sambil berjalan di belakang Bram yang melangkah menuju ke pintu depan


"Ooo ya sudah, hati hati ya Mas Bram" ucap Mak saat sudah di depan pintu


"Iya Mak" jawab Bram lalu berjalan menuruni tangga teras menuju ke mobil yang terparkir.


Nampak Sisi juga berpenampilan dengan baju kerja sopan, dia berdiri di depan pintu mobil sepertinya baru turun dari mobil saat Bram keluar dari rumah.


"Selamat malam Mas Bram" sapa Sisi


"Selamat malam mbak Sisi" jawab Bram


"Mbak Sisi silahkan duduk di jok depan ya.." perintah Bram dengan nada sopan.


"Baik Mas Bram" ucap Sisi lalu membuka pintu depan mobil kemudian masuk ke dalamnya.


"Selamat malam Pak" sapa Bram pada pak Sopir


"Selamat Malam Mas Bram" jawab lak Sopir


"Tujuan kita kemana Mas?" tanya pak Sopir karena perintah dari Sisi hanya menjemput Sisi dan menjemput Bram


"Hotel Novelo" jawab Bram dan pak Sopir hanya mengangguk paham.

__ADS_1


Tidak berapa lama hape Bram bergetar, dia tersenyum sebab merasa hape khususnya yang bergetar, untung tidak ketinggalan. Bram mengambil hape yang berada di dalam saku kemejanya. Ada panggilan dari Nindya


"Hallo" ucap Bram setelah menggeser tombol hijau


"Hallo Mas, sudah pulang belum?" tanya Nindya


"Sudah, tapi ini mau kerja lagi" jawab Bram


"Ke kantor?" tanya Nindya


"Tidak ke hotel" jawab Bram


"Kerja kok di hotel?" tanya Nindya


"Iya mau menyerahkan sample ke Nona Jecklyn" jawab Bram jujur


"Mas Bram sendiri?" tanya Nindya dengan kuatir


"Tidak sama mbak Sisi" jawab Bram


"Mas Bram berdua semobil dengan mbak Sisi?" tanya Nindya


"Tidak sama sopir kantor, kalau tidak percaya kamu vc dech" jawab Bram sambil tersenyum. Benar Nindya lalu memutus panggilannya dan melakukan panggilan video. Bram menggeser tombol hijau lalu tertawa sebagai salam pembukanya.


"Tuh.. Mbak Sisi di depan dengan pak Sopir" ucap Bram sambil mengarahkan layar hape ke jok depan.


"Sudah ya sudah mau nyampai nih" ucap Bram kemudian


"Iya Mas, selamat kerja hati hati ya.." ucap Nndya lalu menutup sambungan panggilan video nya.


Tidak lama kemudian mobil sudah masuk ke halaman hotel kemudian menuju ke depan pintu masuk dan mobil berhenti. Pintu depan dan pintu belakang mobil terbuka Bram dan Sisi turun dari mobil. Lalu mobil menuju ke tempat parkir.


Bram dan Sisi melangkah menuju ke tempat resepsionis Hotel. Setelah mengatakan maksud dan tujuannya Bram dan Sisi diantar oleh petugas hotel yang bertugas mengantar tamu sampai ke ruangan. Dan petugas resepsionis mengabari Nona Jecklyn kalau tamu yang ditunggu sudah datang.


Ternyata Nona Jecklyn sudah memesan tempat vip untuk menemui Bram.


Bram dan Sisi diantar masuk ke dalam suatu ruangan dengan nuansa romantis, nampak sebuah meja dinner romantis dengan dua kursi.


"Silahkan duduk Pak, Bu selamat menikmati" ucap petugas hotel yang tidak paham dikira dua kursi untuk Bram dan Sisi.


Bram dan Sisi lalu duduk di kursi yang tersedia. Dan pegawai hotel keluar ruangan setelah mengantar tamunya


"Mbak Sisi, sample nya tidak lupa kan?" tanya Bram


"Tidak Mas, tapi saya hanya bawa dua botol" jawab Sisi


"Tidak apa apa, nanti kasih satu sample saja, yang lain bisa ditawarkan ke rekan bisnis lainnya" ucap Bram.

__ADS_1


Tidak lama kemudian nampak Nona Jecklyn muncul dengan dress sexy, sesaat nampak matanya sedikit melotot karena tidak menyangka tempat duduk yang dipesan sudah diduduki oleh perempuan lain


__ADS_2