Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
56. Belajar mempercayai dan bisa dipercaya 1


__ADS_3

Bram menatap Nindya yang menyibukkan diri dengan hape nya. Terlihat Lilian berbincang bincang dengan peserta KKN yang lain.


Tidak berapa lama Avanti datang dengan membawa dua gelas minuman di atas nampan nya yang dibuatkan untuk tamunya Bram.


"Silahkan mbak" ucap Avanti sambil menaruh gelas berisi teh di meja di depan Nindya dan Lilian


"Terima kasih" ucap Lilian sambil menyikut pelan tubuh Nindya. Nindya yang disikut lalu mendongakkan kepalanya


"Terimakasih " ucap Nindya kemudian dengan senyum terpaksa


"Makan pagi sudah siap silahkan ke ruang makan" ucap Avanti selanjutnya yang dijawab anggukan kepala semua yang ada di ruang tamu tersebut.


Terlihat mereka memasuki ruang makan untuk mengambil makan pagi nya. Ada yang makan di meja makan, ada yang makanannya di bawa ke ruang depan dan makan di ruang depan.


"Bram ajak Nindya dan Lilian makan" ucap Dito yang sudah memegang piring berisi nasi.


"Yuk, makan dulu nanti kita jalan jalan" ajak Bram pada Lilian dan Nindya. Bram masih memandang wajah Nindya yang selalu membuang muka dari tatapannya


"Ayok Nin" ucap Lilian sambil menepuk pelan paha Nindya sambil bangkit berdiri. Nindya lalu ikut bangkit berdiri mengikuti langkah kaki Lilian. Bram ikut berjalan di belakang Nindya sambil menggoda menoel noel pinggang Nindya, yang dibalas dengan sikutan Nindya pada tangan Bram yang menoel. Bram tersenyum hingga tertawa kecil.


Setelah acara makan pagi, mereka semua sibuk dengan kegiatan masing masing di hari minggu nya ada yang mandi di tetangga, ada yang rebahan dan mungkin tertidur lagi, ada yang melanjutkan membuat laporan.


Terlihat Bram mengajak Lilian dan Nindya ke luar rumah dan duduk di bawah rindangnya pohon.


"Sudah Nin jangan cemberut sudah dijelaskan sama Leon, mas Bram ga bisa menolak orang minta bantuan" ucap Lilian


"Resiko punya pacar selebritis Nin" ucap Lilian lagi sambil terkekeh


"Aku sekarang harus gimana agar kamu senang" ucap Bram sambil menatap Nindya


"Ga tahu" jawab Nindya tanpa ekspresi. Namun Bram sudah senang setidaknya sudah mau menjawab.


"Sekarang kamu aku boncengin sepuasnya hari ini, mau ga?" ajak Bram

__ADS_1


"Kemana?" tanya Nindya. Lilian ikut tersenyum melihat Nindya sudah mulai mau merespon Bram.


"Nanti sekalian aku ceritakan kenapa aku kecelakaan kemarin" ucap Bram selanjutnya dia berencana akan mengajak untuk melihat kondisi keluarga pak Heri


"Mau ga?" tanya Bram kemudian


"Ayok mas" ucap Lilian sambil menepuk paha Nindya, sedang Nindya hanya diam.


"Diam berarti setuju, aku pamit dulu pada pak Dukuh" ucap Bram kemudian


"Pak Dukuh apa anaknya?" ucap Nindya ketus. Sejerus dengan itu Bram tertawa kecil sambil mengacak acak pucuk rambut Nindya.


"Mau ikut memastikan apa, ayo ikut pamit" ajak Bram kemudian


"Udah sana, aku dan Lilian nunggu di sini" ucap Nindya sambil mendorong tubuh Bram. Bram lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke dalam rumah.


Bram berjalan memasuki ruang belakang, namun tidak melihat seorang pun dia lalu melangkah memasuki dapur, terlihat Avanti, bu Dukuh dan dua perempuan sedang sibuk memasak di dapur.


"Bu, pak Dukuh di mana ya?" tanya Bram yang berdiri di depan pintu dapur.


"Ada perlu apa ya?" tanya nya kemudian


"Saya mau ke rumah pak Heri Bu, mau pamit" jawab Bram


"Ooo ya nanti saya sampaikan, tapi rumahnya agak jauh, gimana kalau Avanti ikut, biar tidak nyasar" ucap Bu Dukuh sambil menawarkan bantuan


"Ti, kamu antar mereka Ibu sudah ada yang membantu masak" ucap Bu Dukuh. Bram hanya diam lalu Avanti terlihat mulai meninggalkan pekerjaannya


"Baik Bu, saya ke depan" ucap Bram lalu berjalan menuju ke tempat Nindya dan Lilian berada. Nampak Nindya dan Lilian berbincang bincang di bawah pohon sesekali Nindya terlihat tersenyum dan mengangguk angguk seperti mendapat masukan dari Lilian


"Belajar saling percaya Nin" ucap Lilian pada Nindya


"Belajar mempercayai dan bisa dipercaya" ucap Lilian lagi, dengan suara lebih keras saat Bram sudah berada di dekat mereka.

__ADS_1


"Tuh mas dengar kata Lilian tidak hanya mempercayai tapi juga harus bisa dipercaya" ucap Nindya saat Bram duduk di sebelahnya.


"Iya" jawab Bram sambil merengkuh tubuh Nindya dari samping dan memeluknya erat.


Tidak lama kemudian Avanti datang mendekat pada mereka. Lilian dan Nindya sedikit terlihat kaget namun segera menetralkan ekspresinya.


"O ya lupa omong, Avanti mau mengantar karena jauh tempatnya" ucap Bram sambil menatap Nindya dan Lilian


"Li, kamu boncengkan Avanti ya" ucap Bram pada Lilian


"Iya" jawab Lilian sambil tersenyum menatap Avanti


"Baiklah, ayo jalan, aku di depan dulu nanti mau beli sesuatu dulu" ucap Bram pada Lilian. Mereka kemudian menuju kepada motornya masing masing. Bram menuju ke motornya diikuti oleh Nindya, sedangkan Lilian menuju kepada motor nya dikuti oleh Avanti.


Bram menjalankan motornya pelan pelan dengan membawa Nindya di boncengan belakangnya. Sesekali Bram memantau jalannya motor Lilian dari spionnya.


Bram menjalankan motornya dengan kecepatan sedang, motor sudah keluar dari lokasi dusun mereka, sudah melaju di atas jalan desa yang beraspal lebih halus dan jalan lebih lebar.


Sesekali di jalan yang rata dan lurus tangan kiri Bram melepas stang kemudi kemudian tangan terulur ke belakang mencari tangan kiri Nindya, setelah mendapatkan tangan kiri Nindya kemudian dipegang lalu ditaruh perlahan di perutnya. Nindya hanya diam saja.


"Ini mau kemana sih?" tanya Nindya


"Ke ujung dunia ha...ha...ha..." jawab Bram sambil tertawa dan spontan perutnya mendapat cubitan dari tangan Bram, dan Bram semakin tertawa.


Tidak lama kemudian motor berjalan lebih perlahan dan kemudian menepi di salah satu kios buah, dan motor berhenti di depan kios buah tersebut. Tidak berapa lama motor Lilian juga ikut berhenti di sampingnya.


"Beli oleh oleh dulu ya" ucap Bram sambil membuka helm nya. Nindya lalu turun dari boncengan motornya, demikian juga Lilian dan Avanti ikut turun dari motor nya, mereka berjalan menuju ke kios buah.


Bram membeli beberapa jenis buah dan cemilan, setelah membayar kemudian mereka akan kembali melanjutkan perjalannya.


"Sekarang kamu di depan Li, sudah akan mulai masuk ke jalan perdukuhan, minta bantuan panduan Avanti ya" ucap Bram pada Lilian dan Avanti saat mereka semua sudah berada di atas motor nya masing masing


"Iya mas" jawab Lilian dan Avanti bersamaan

__ADS_1


"Ga usah ngebut pelan pelan saja" ucap Bram kemudian yang mendapatkan jawaban senyuman penuh arti dari Lilian karena dia sejak tadi melihat apa yang dilakukan Bram pada Nindya sebab jalannya motor Lilian tidak berada jauh di belakang motor Bram.


Lilian Lalu menjalankan motornya dengan panduan arah dari Avanti, sedangkan sekarang giliran motor Bram yang mengikuti jalannya motor Lilian.


__ADS_2