Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
48 Surprise yang bikin tekor


__ADS_3

Pagi ini di balai desa tempat lokasi KKN Bram terlihat sangat ramai, selain aktivitas rutin yang biasa terjadi namun ada juga aktivitas karena kehadiran mahasiswa KKN. Nampak semua peserta KKN sudah berada di gedung balai desa.


"Selamat pagi semua" ucap Bapak Kepala Desa pada peserta KKN


"Selamat pagi Pak" jawab mereka semua secara serentak


"Adik adik bisa melakukan koordinasi di ruang samping, ruang tersebut bisa kalian gunakan sebagai kantor selama tugas di sini" ucap Bapak Kepala Desa memberi informasi


"Baik Pak, terima kasih" ucap Bram dan diangguki kepala oleh yang lain


"Baiklah saya masuk ke ruang saya ya" ucap Bapak Kepala Desa mohon diri. Lalu bapak Kepala Desa tersebut melangkahkan kaki menuju ke ruang kerjanya. Sedangkan kelompok KKN langsung membubarkan diri dan berjalan menuju ke ruang samping. Di ruang samping terlihat ada beberapa kursi. Mereka lalu mendudukkan diri di masing masing kursi.


Mereka lalu mengadakan rapat koordinasi. Terlihat mereka berbincang bincang serius ada yang mencatat hasil rapat di laptop ada yang mencatat di hape dan ada yang mencatat secara manual pakai note book konvensional alias kertas tulis yang ditulis dengan bolpen.


"Okey acara koordinasi selesai program paska panen difokuskan pada pisang aku yang handel, program multi media dihandel Leon, program bimbingan belajar dihandel Kanza" ucap Bram


"Good, itu program besar kita harus kita kawal sampai jadi" ucap Leon


"Ya selain program itu kita membantu apa yang sudah berjalan di desa ini" sambung Kanza


"Okey kalau sudah selesai kita langsung gerak cepat, semua bertugas sesuai job nya" ucap Bram


Mereka lalu membubarkan diri dan lalu bekerja sesuai tugasnya. Rapat koordinasi memang tidak perlu bertele tele memakan waktu yang akhirnya hanya duduk rapat malah tidak bekerja.


"Bram, sekarang kita cari sampel pisang nya?" tanya Dito


"Iya ayo jalan setelah dapat sampelnya, nanti kita bawa ke kampus aku tanyakan karena setiap jenis pisang kandungan nutrisi berbeda beda, kita juga harus daftarkan untuk dapat jadwal narasumber untuk pelatihannya" ucap Bram


"Kukira kamu yang akan melatih Bram" ucap Dito


"Aku belum pengalaman Dit, kan lebih bagus ahlinya yang langsung melatih, kita fasilitatornya" jawab Bram. Bram dan Dito lalu berjalan menuju parkiran motornya mereka memakai motor Bram sedangkan motor Dito digunakan oleh peserta yang lain. Bram dan Dito lalu berboncengan melajukan motornya untuk melaksanakan tugasnya.


🌸🌸🌸


Sementara itu di lain tempat yaitu di kostan Nindya, sejak bangun tidur setelah sembahyang dia membuka hape nya, dibukanya pesan text dari Bram, dia tersenyum membaca pesan tersebut. Kemudian mengusap ngusap hape nya dan menulis pesan untuk Bram, namun centang satu.


"Masih tidur apa ya?" tanyanya pada diri sendiri.


Dia lalu melakukan aktivitasnya merapikan kamar membuat sarapan kemudian menyiapkan keperluan untuk urusan kampusnya. Berkali kali dia mengecek pesen text yang dikirim ke Bram namun status belum berubah masih centang satu.


Untuk menghilangkan gundah dia keluar kamar berjalan menuju ke kamar Lilian.


"Ke kampus siang Nin?" sapa sekaligus tanya teman kost yang lain saat mereka berpapasan

__ADS_1


"Iya" jawab Nindya lalu melanjutkan melangkahkan kaki ke kamar Lilian. Terlihat pintu kamar Lilian terbuka sedikit.


"Li...." ucap Nindya sambil membuka pintu kamar Lilian lebih lebar.


"Apa Nin, masuk" terlihat Lilian sedang berada di depan lap topnya


"Buat tugas ya?" tanya Nindya


"Iya, tinggal ngedit aja, punyamu sudah selesai?" tanya Lilian tanpa menoleh dia masih fokus pada pekerjaannya


"Sudah, sudah kukirim tadi" jawab Nindya sambil duduk di samping Lilian yang duduk di atas karpet kamarnya.


Sesaat mereka terdiam, Nindya tidak mau mengganggu konsentrasi Lilian. Tidak berapa lama Lilian sudah selesai mengerjakan tugasnya kemudian menutup lap topnya dan menaruhnya di samping pahanya.


"Sudah makan?" tanya Lilian


"Belum, masih malas" jawab Nindya sambil melihat hape nya berharap ada pesan masuk atau panggilan dari Bram.


"Kenapa sakit rindu ya he... he..." goda Lilian


"Baru juga sehari" ucap Lilian lagi


"KKN itu sibuk banget apa ya Li?" tanya Nindya sambil menatap Lilian


"Kenapa?" tanya Lilian kemudian Nindya mencurahkan kegalauannya pada Lilian


"Mungkin sibuk lupa mengaktifkan hape Nin, positif thinking aja" ucap Lilian


"Kamu nanti habis kuliah pulang apa ada tugas?" tanya Lilian kemudian


"Ada tugas ngasisteni praktikum mata kuliah pak Suryo" jawab Nindya


"Nanti kalau sudah selesai kabari aku aja, aku selesai kuliah langsung ke kost" ucap Lilian


Mereka lalu berbincang bincang untuk mengusir kegalauan Nindya tidak lupa Lilian memaksa Nindya untuk makan di tempatnya.


Namun tiba tiba......


"Nin..." ucap Lilian


"Dengar... kayak suara motor mas Bram" ucap Lilian kemudian


"Aku yang galau kamu yang halu haaa...ha..." jawab Nindya sambil tertawa

__ADS_1


"Bener dech.. kayak berhenti di depan" ucap Lilian sambil berjalan ke depan pintu. Namun Nindya mengabaikan.


Setelah di depan pintu Lilian melihat Bram berjalan menuju ke kost di belakangnya ada seorang laki laki.


"Nin, kalau bener mas Bram kamu mau kasih apa?" tanya Lilian sambil tersenyum menoleh ke arah Nindya yang duduk sambil memandangi layar hape


"Seratus ribu..cash" jawab Nindya acuh


"Okey" jawab Lilian sambil tersenyum puas, lalu berjalan menuju tempat Nindya duduk dan menarik tangan nya membawa Nindya berjalan menuju pintu kamarnya


Saat sampai di depan pintu Lilian, Nindya mengusap usap matanya.


"Ini nyata, seratus ribu cash.. he..he.." bisik Lilian dan lalu tertawa kecil. Nindya masih berdiri mematung hatinya bergejolak antar rasa, rasa senang karena kehadiran Bram dan rasa menyesal uang seratus ribu siap melayang.


"Surrrrrprise" teriak Bram diiringi tawa lebarnya dengan tangan membentang. Sedangkan Dito dibelakangnya terlihat wajah masamnya dengan bibir mencibir sebab dia merasa dibohongi katanya mampir ke kost Bram ternyata mampir ke kost ceweknya.


Sedangkan ekspresi wajah Lilian jelas bahagia karena uang seratus ribu cash di depan mata.


"Ayo Nin ke sana" ajak Lilian. Mau tak mau Nindya berjalan menuju ke kamar kost nya. Bram sudah duduk di kursi teras kamar Nindya, begitu pun Dito sudah disuruh Bram untuk duduk di kursi teras.


"Katanya mampir ke kost ternyata ke kost pacar" gumam Dito sambil menaruh pantatnya di kursi. Bram hanya menjawab tertawa, tidak berapa lama Nindya sudah berada di dekat Bram dengan wajah tanpa ekspresi.


"Kok cemberut, ga seneng apa aku datang" ucap Bram sambil memandang Nindya yang masih berdiri


"Duduk, kenalin ini temen KKN" ucap Bram kemudian. Nindya lalu mengulurkan tangannya pada Dito, kemudian Nindya duduk di kursi dekat Bram


"Kok ga ngabari sih, hape juga off dari tadi" ucap Nindya pelan


"Surprise Nin" ucap Bram sambil menatap lembut Nindya


"Surprise nya mas Bram, bikin aku tekor" ucap Nindya


"Kok bisa?" tanya Bram bingung


...πŸŽ€...


...Reader tersayang, author ucapkan terimakasih atas kesediaan reader telah meluangkan waktu dan kuotanya untuk hadir di novel ku ini πŸ™...


...Okey selamat membaca πŸ™ Semoga reader selalu diberi kebahagiaan, kesehatan dan rejeki lancar. πŸ™...


...Biji berduri buah kedondong...


...Bagi like nya dong 🀭😁✌...

__ADS_1


__ADS_2