Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
136. Kelulusan Nindya


__ADS_3

Waktu terus bergulir dengan indahnya bagi mereka. Segala kegiatan bisa terlaksana sesuai rencana. KKN Nindya dan Lilian pun sudah terlaksana. Di sela sela waktu senggang saat KKN Nindya selalu menyempatkan diri untuk menyusun skripsinya dan melakukan konsultasi on line dengan dosen pembimbingnya. Bram tiap akhir pekan selalu berkunjung di lokasi KKN Nindya dan terkadang mereka berdua juga mengunjungi lokasi KKN Lilian jika Tedy sedang tidak bisa berkunjung ke Yogya karena kesibukannya bekerja.


Setelah KKN selesai, Nindya menuruti nasehat dari orang tua untuk ngebut dalam mengerjakan skripsi dan mengurus segala keperluan kelulusannya. Dan akhirnya waktu kelulusannya yang ditunggu tunggu pun tiba. Semua berbahagia terlebih Bram, bagaimana tidak karena pernikahan nya dengan Nindya sudah di depan mata.


“Selamat ya Nin" ucap Bram sambil memeluk Nindya yang memakai baju toganya setelah keluar dari gedung pusat untuk mengikuti acara wisuda yang di dampingi oleh orang tua.


“Iya Mas, terimakasih berkat dukungan mas Bram aku bisa lulus dengan cepat" jawab Nindya sambil membalas pelukan Bram. Mamah Indah dan papah Mahendra tersenyum melihat kebahagiaan mereka berdua. Papah Mahendra juga terlihat bahagia karena kewajibannya menyelesaikan pendidikan formal anaknya selesai.


“Sudah Bro meluknya, gantian aku" ucap Tedy sambil menepuk pundak Bram. Dia juga datang ke acara wisuda Nindya dan tentu saja sekalian mengunjungi pacar tercintanya Lilian.


Nindya lalu mengurai pelukannya dengan Bram, dan Brampun juga turut mengurai pelukannya meskipun sebenarnya belum rela.


“LI.........” teriak Nindya sambil menghambur memeluk Lilian yang berdiri di samping Tedy. Dan Tedy terlihat menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, bagaimana tidak dia yang ingin memeluk adiknya untuk mengucapkan selamat malah Nindya berhambur memeluk Lilian.


“Selamat ya Nin....” ucap Lilian sambil memeluk Nindya sambil tersenyum bahagia


“Iya Li terimakasih ya, kamu juga cepat menyusul ya...” ucap Nindya yang masih memeluk Lilian, tapi kali ini Tedy tidak berani untuk menghentikan kedua sahabat itu yang sedang berpelukan.


“Li, kamu kapan wisuda nya?” bisik Tedy di telinga Lilian


“Ha... ha... kakak sudah tidak sabar" ucap Nindya yang mendengar ucapan Tedy lalu Nindya melepas pelukaannya dengan Lilian. Dan selanjutnya memeluk kakaknya Tedy untuk mengucapkan terimakasih dan Tedy mengucapkan selamat atas kelulusan Nindya.


Mereka lalu mengikuti acara wisuda di gedung fakultas hingga selesai. Dan malam harinya akan mengadakan syukuran sederhana yang dilakukan di kost Nindya. Ibu kost menyediakan rumah induk digunakan untuk acara tersebut.


“Nin bagaimana acara syukuran nanti?” tanya Mamah Indah setelah mereka semua sudah berada di kost Nindya

__ADS_1


“Hanya sederhana saja Mah, maklum kan aku anak kost" jawab Nindya sambil melepas baju toga nya


“Konsumsi sudah aku pesenkan Mah, sudah aku bayar, nanti acara di rumah induk ibu Kost yang datang hanya teman teman kost, teman dekat dan keluarga mas Bram” ucap Nindya selanjutnya


“Semua sudah kamu bayar, atau Bram yang bayar?” tanya mamah Indah yang merasa tidak enak jika Bram lagi yang bayari


“Nindya Mah, honor asisten dosen kan aku tabung, juga dapat insentif dari penelitian. Enak kan Mah kalau ikut proyek penelitian dosen, bisa lulus cepet dan dapat insentif, lumayan Mah bisa untuk acara syukuran “ jawab Njndya


“Kalau Mamah tidak percaya tanya mas Bram itu” ucap Nindya kemudian sambil menyebut nama Bram yang masih duduk di teras kost nya dengan papah Mahendra dan kakaknya Tedy.


“Terimakasih ya sayang Mamah bangga ke kamu" ucap mamah Indah sambil memeluk Nindya


“Sama sama Mah, Nindya juga terimakasih ke Mamah.... Mamah sudah setia dampingi Nindya terus.... Mamah selalu doain untuk kebaikan dan kelancaran segala urusan Nindya...” ucap Nindya


“Iya sayang tidak akan pernah berhenti doa mamah buat anak anak mamah, tapi kamu juga berdoa buat mamah ya.....” ucap mamah Indah sambil mengucap usap punggung Nindya


“Iya Mah... Nindya selalu berdoa buat mamah agar mamah selalu diberi kesehatan dan berkah dari Allah, mamah selalu sehat panjang umur bisa melihat kebahagian anak cucu cicit kelak...” ucap Nindya


“Aamiin...” ucap mamah Indah.


Namun tiba tiba pintu kamar Nindya terdengar suara ketukan. Mereka berdua lalu mengurai pelukan dan mengusap air matanya yang meleleh karena tangis haru dan kebahagian.


“Nin...” suara Bram di balik pintu yang masih tertutup.


Nindya lalu melangkahkan kaki menuju pintu kamarnya, lalu memutar handel pintu pelan pelan dan kemudian membuka daun pintu, tampak sosok Bram berdiri di depan pintu. Dan selanjutnya terlihat ekspresi wajah kaget Bram saat melihat Nindya yang sudah berada di depannya.

__ADS_1


“Kamu kenapa, habis nangis?” tanya Bram yang melihat wajah sembab Nindya


“Tangis bahagia dan haru kok Mas" jawab Nindya


“Owh... Ya sudah aku kira nangis kenapa. Aku pamit dulu ya, nanti ke sini lagi habis magrib dengan Bapak dan Ibu Murti” ucap Bram


“Kata papah Mahendra nanti beliau sekalian mengajak bapak untuk berbicara tentang pernikahan kita" ucap Bram kemudian dan tampak Nindya tersenyum sedikit tersipu malu


“Sudah siap kan?” tanya Bram selanjutnya sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisnya menggoda Nindya.


“Sudah sana pulang dulu, nanti jangan terlambat ya” ucap Nindya sambil mencubit kecil pinggang Bram. Dan Bram hanya terkekeh lalu pamit pada mamah Indah dan papah Mahendra juga tidak lupa calon kakak iparnya yang sekarang sedang sibuk ngobrol dengan Lilian yang sudah turut menemani duduk di teras setelah berganti baju.


Tidak lama kemudian Ibu kost datang menemui Nindya dan orang tua Nindya. Beliau mengucapkan selamat kepada Nindya, sedangkan Nindya dan orang tuanya mengucapkan terimakasih kepada Ibu kost karena telah turut menjaga dan mendidik Nindya selama kost di Yogya. Setelah saling mengucapkan terimakasih ibu kost menawarkan kamar tamunya untuk istirahat orang tua Nindya, dan biar nanti Tedy istirahat di kamar Nindya kemudian seperti biasanya Nindya nebeng di kamar Lilian. Dan tentu saja tawaran ibu kost disambut bahagia oleh Tedy, selain dia tidak usah mencari penginapan atau tidur di rumah Bram, karena bila tidur di kost Nindya masih berada di dalam zona yang dekat Lilian.


Mamah Indah dan papah Mahendra kemudian berjalan mengikuti langkah ibu kost yang berjalan menuju ke rumah induk. Sedangkan Tedy masih duduk di teras bersama Lilian.


“Li, nanti kalau aku sudah selesai ganti baju dan bersih bersih aku istirahat di kamarmu ya. Itu kak Tedy juga biar bisa istirahat di kamarku" ucap Nindya lalu berjalan menuju ke kamarnya untuk melanjutkan menyelesaikan kegiatannya yang tertunda.


“Aku istirahat duduk di sini juga tidak apa apa kok” ucap Tedy sedikit keras agar Nindya mendengar


“Tapi asal kamu yang temani" ucap Tedy pelan sambil menoleh menatap Lilian sedangkan Lilian membalas menatap Tedy dengan ekor matanya.


*****


bersambung

__ADS_1


__ADS_2