Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
119. Kedatangan Bison


__ADS_3

Hari yang dinanti telah tiba, sejak pagi nampak di rumah keluarga Mahendra sudah terlihat sibuk. Beberapa kerabat dekat juga sudah datang.


Perasaan mamah Indah terbagi dua, bahagia karena acara lamaran Nindya, sedih karena cerita masa lalu Lilian. Sejak pagi Nindya sudah bertanya bagaimana dengan Lilian namun mamah Indah belum menceritakan kuatir Nindya ikut bersedih seperti dirinya.


"Mah gimana apa Lilian sudah curhat ke mamah?" tanya Nindya lagi di sela sela kesibukannya merangkai bunga bunga potong untuk hiasan ruangan.


"Sudah, tapi mamah belum bisa cerita ke kamu" jawab mamah Indah. Nampak Nindya sedikit cemberut


"Ih.. mamah bikin penasaran aja" ucap Nindya selanjutnya, namun mereka berdua kemudian terdiam nampak Lilian datang mendekat


"Sudah siap Nin?" tanya Lilian sambil duduk di dekat Nindya


"Sudah Li, nanti yang ngrias datang ke sini, kamu ikut dirias ya" ucap Nindya sambil menatap Lilian


"Iya Li, biar tambah cantik" ucap mamah Indah menimpali. Lilian hanya terlihat diam.


"Pokoknya harus mau, nanti kamu dampingi aku, pihak mas Bram ada ibu Murti, tante Laras dan mbak A....." ucap Nindya yang belum selesai


"Ada lik Marni dan Mbah Girah he... he..." saut mbah Girah yang sudah berdiri di belakang Nindya.


"Mbah Girah nanti juga dirias ya" pinta mbah Girah sambil tersenyum memperlihatkan giginya ada yang sudah ompong


"Biar mbah Girah juga tambah cantik, biar mas Bram pangling he ...he..." ucap mbah Girah selanjutnya sambil terkekeh


"Iya iya nanti mbah Girah dirias tapi giliran terakhir ya.. ha....ha... " jawab Nindya sambil tertawa dan menoleh menatap mbah Girah.


"Tamu sudah pulang baru giliran mbah Girah ya" ucap mbah Girah sambil menepuk pundak Nindya


Saat mereka sedang bercanda tiba tiba Tedy datang sekilas menatap Lilian yang sedang sibuk ikut membantu Nindya merangkai bunga.


"Nin, temen temenmu SMA datang" ucap Tedy kemudian


"Heleh... kenapa mereka bisa tahu ada acara padahal aku tidak kabar kabar" ucap Nindya lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke ruang tamu. Nampak ruang tamu hanya ada kerabat dekat lalu Nindya berjalan ke luar rumah dan terlihat teman teman SMA nya sedang duduk di teras dan ada yang duduk di kursi di bawah tenda. Dilihatnya ada Bison di antara mereka.


"Hai Nin, kaget ya kami datang" ucap Valeri sambil tersenyum


"Iya kok tahu aja sih, siapa yang kabar kabar di antara kalian?" tanya Nindya

__ADS_1


"Siapa lagi kalau tidak Bison, dia kan tiap hari lewat depan rumahmu" ucap salah satu di antara mereka


"Kamu jualan apa Bis, kok tiap hari lewat depan rumahku?" tanya Nindya sambil tertawa kecil


"Sialan kamu Nin emang aku tukang cilok tukang bakso".ucap Bison ketus, sedang yang lain tertawa


"Kok ga undang undang sih Nin?" tanya Valeri sambil menyalami dan cipika cipiki dengan Nindya


"Ini masih acara lamaran Val, cuma keluarga aja yang diundang besok dech kalau nikahan" jawab Nindya


"Jadi ini belum resmi kan aku masih punya peluang dong" ucap Bison sambil tersenyum licik


"Sudah tidak ada peluang sedikitpun Bis" jawab Nindya sambil tersenyum dan diangguki kepala oleh teman teman yang lain.


"Kamu itu ya, dulu ga boleh pacaran sekali nya boleh pacaran langsung lamaran, padahal aku sudah sejak dulu ngajak pacaran" ucap Bison nampak frustasi sedangkan Nindya menanggapi dengan senyum merekah. Mereka semua lalu saling berbincang bincang dan bercanda.


Sementara itu di.belakang mamah Indah dan lainnya menyiapkan makan siang untuk kerabat dan teman teman Nindya. Dan setelah selesai mamah Indah meninggalkan ruang makan berjalan menuju ke ruang keluarga. Nampak Tedy dan Lilian sedang menyelesaikan pekerjaan Nindya yang ditinggal karena kedatangan teman temannya.


"Li, tolong kamu ke depan suruh Nindya ngajak teman teman nya makan sudah mamah siapin" ucap mamah Indah mendekati Lilian yang sedang merangkai bunga bersama Tedy. Lilian menoleh ke arah mamah Indah namun sebelum Lilian menjawab Tedy sudah bangkit berdiri.


"Aku aja Li yang ke depan ngomongi Nindya, kamu masuk kamar aja" ucap Tedy lalu berjalan menemui Nindya. Dia tidak ingin teman teman cowok Nindya melihat wajah Lilian terutama Bison.


"Ayo Li, ke belakang saja" ajak mamah Indah


"Bunga nya sudah selesai kan?" tanya mamah Indah selanjutnya


"Sudah Tan" jawab Lilian lalu mengikuti langkah kaki mamah Indah berjalan ke belakang.


Tidak berapa lama kemudian Nindya dan teman temannya memasuki ruang makan.


"Ambil makan terus dibawa keluar ya, makannya di luar saja, rumahnya sempit" ucap Tedy yang berdiri di barisan paling belakang sambil matanya mengitari ruangan melihat lihat kalau kalau Lilian ada di.sekitar ruangan.


"Iya Kak...." jawab mereka bersamaan.


"Sekarang aku kasih makan kalian, tapi nanti malam kalau datang lagi sudah ga dapat makan, pesanan catering hanya cukup untuk tamu undangan he..he... " ucap Nindya sambil tertawa.


"Iya iya kami tamu tak diundang paham diri ha...ha..." jawab salah satu dari mereka.

__ADS_1


Setelah selesai makan siang teman teman Nindya undur diri, tidak lupa pamit pada orang tua Nindya dan Tedy, namun tidak dengan Lilian sebab Lilian disembunyikan Tedy, saat Lilian mau ikut menemui teman teman Nindya tidak dibolehkan Tedy dia bilang ada teman cowok Nindya yang play boy. Lilianpun percaya akhirnya berada di dapur dengan Mak, Mbah Girah dan lik Marni. He...he...


"Nin kamu sekarang istirahat biar nanti segar" ucap Mamah Indah setelah teman teman Nindya sudah pulang semua


"Iya Mah" jawab Nindya lalu masuk ke dalam kamarnya. Tidak lama kemudian Lilian juga ikut masuk ke dalam kamar Nindya


"Sini Li, istirahat nanti sore periasnya datang biar kita segar" ucap Nindya saat Lilian membuka pintu kamarnya.


"Kata kak Tedy ada temanmu yang play boy apa Nin?" tanya Lilian sambil ikut merebahkan diri di tempat tidur Nindya


"Siapa ya, kok aku malah tidak tahu" jawab Nindya


"He...he... paling kak Tedy tidak mau kamu dilihat teman cowokku, takut ada yang suka ke kamu" ucap Nindya kemudian


"Atau mungkin takut dilihat Bison" ucap Nindya menduga duga


"Siapa Bison?" tanya Lilian


"Dia suka ke aku sejak dulu, tapi aku dulu ga boleh pacaran, aku juga biasa aja ke dia, apalagi dia pernah pacaran sama Valeri, ogah ya dapat mantan teman sendiri kayak ga ada cowok lain aja" jawab Nindya


"Kak Tedy cemburu tuh kalau kamu dilihat lihat cowok lain maunya hanya dia yang lihat kamu, kamu ngerasa ga sih Li" ucap Nindya selanjutnya dan dia pikir sekalian kesempatan menanyakan perasaan Lilian


"Ngerasa apa?" tanya Lilian


"Ngerasa kak Tedy perhatian banget ke kamu" jawab Nindya dan nampak Lilian hanya diam saja lalu memunggungi Nindya


"Li... Ngerasa tidak?" tanya Nindya lagi sambil menghadap punggung Lilian dan Lilian hanya diam saja. Lalu Nindya menggelitik pinggang Lilian sebab saking gemasnya tidak dijawab.


"Nin.... geli... istirahat sekarang biar kamu nanti cantik dan segar" jawab Lilian yang sekarang sudah tidak memunggungi Nindya


"Li.... Ngerasa tidak?" tanya Nindya lagi pantang menyerah


"Iya ngerasa, tapi kak Farid juga perhatian" jawab Lilian


"Besar mana perhatiannya?" tanya Nindya


"Ukurannya apa?" tanya Lilian sambil tersenyum. Nindya mau terus terang kalau kalung dan liontin kemarin pemberian Kak Tedy, tapi diurungkan sebab masih kuatir kalau Lilian malah menolak pemberian itu.

__ADS_1


"Meteran" jawab Nindya singkat, lalu gantian dia yang memunggungi Lilian dan selanjutnya memejamkan mata istirahat siang


__ADS_2