
Keesokan harinya Bram dan Farid sudah bangun pagi pagi. Farid yang sudah bangun lebih dulu mengganggu mimpi indah Bram. Akhirnya dengan sangat terpaksa dan dengan kejengkelannya Bram ikut bangun. Setelah bangun Bram berjalan menuju rumah ibu Sugeng untuk memesan dua gelas kopi.
Setelah ngopi ngopi, ngobrol ngobrol dan menyiapkan keperluan untuk ke kampus. Sesaat kemudian Bram dan Farid secara bergantian mandi di kamar mandi pemilik rumah. Bram sudah berganti baju dan sudah rapi. Tidak berapa lama Farid masuk ke dalam kamar Bram dengan tubuh segar harum sabun mandi. Sekarang terlihat Bram sedang memakai parfum namun seketika
"Bram..." ucap Farid sambil mengendus endus aroma di sekitar tubuh Bram
"Apa?" tanya Bram
"Parfummu kok aneh, seperti bukan parfum yang biasa kamu pakai" ucap Farid yang nampak sedikit bingung dengan alis mata mengkerut
"Parfum baru" ucap Bram singkat sambil merapikan sprai tempat tidurnya. Sedangkan terlihat Farid mengecek parfum Bram dengan memegang botol parfum tersebut
"Bram, bukannya ini parfum cewek?" tanya Farid sambil memegang botol parfum dan ditunjukkan pada Bram
"Kamu salah beli apa?" tanya Farid lagi
"Kamu kenapa cerewet sih, kalau ga suka tutup hidungmu pakai masker ato pakai apa" ucap Bram sambil menatap Farid dan merebut botol parfum miliknya
"He....He.... kenapa kamu jadi emosi, ayo katakan ada apa?" tanya Farid sambil memandang Bram sambil terkekeh
"Ini pasti karena masalah ceblok katresnan" ucap Farid kemudian
"Apa itu ceblok katresnan?" tanya Bram
"Ceblok itu jatuh, katresnan itu kasmaran jadi artinya jatuh cinta alias kasmaran" jelas Farid
"He... He.... Iya kan?" tanya Farid sambil tersenyum
"Iya" jawab Bram
"Nindya yang pilihkan katanya biar aku tidak beraroma maskulin" kata Bram selanjutnya
"Haaa ...ha.... ha..." tawa Farid pecah ga nyangka Nindya punya ide seperti itu
"Alasannya apa?" tanya Farid kemudian
__ADS_1
"Biar cewek cewek tidak terpesona biar ilfil katanya he.. He..." ucap Bram sambil tertawa kecil dia merasa senang membayangkan Nindya yang cemburu.
"Haaa haaa tapi kalau nanti Rizki dan Robin yang nempel nempel kamu gimana haaa haaa" ucap Farid sambil tertawa membayangkan Rizki dan Robin mepet mepet ke Bram
"Itu urusan belakang" ucap Bram
"Ayo berangkat kamu jadi mau boncengkan Lilian enggak?" ucap Bram kemudian sambil menyambar tas nya.
"Jadi jadi" ucap Farid langsung bergegas berjalan ke luar kamar menuju ke motornya. Kedua motor pemuda itu berjalan menuju kost depan nya. Bram dan Farid turun dari motor yang setelah diparkirnya lalu berjalan menuju kamar Nindya.
Bram mengetuk pintu kamar Nindya sedangkan Farid duduk di kursi teras sambil menengok kamar Lilian yang masih tertutup.
Terlihat pintu kamar Nindya terbuka dan nampak sosok Nindya sudah cantik rapi dan wangi dengan aroma parfum yang sama dengan Bram. Setelah membuka pintu Nindya mengendus endus aroma tubuh Bram, dan seketika Nindya tersenyum sedikit menjurus tertawa.
"Apa?" ucap Bram mengandung tanya saat melihat ekspresi wajah Nindya
"Ga apa apa, keren kok" ucap Nindya sambil mengunci kamar nya.
"Nin, Lilian ke kampus ga?" tanya Bram
"Kamu bilang dia ge, berangkat bareng dibonceng Farid" ucap Bram lalu duduk di kursi terlihat Farid menatap Nindya sambil mengangguk angguk.
Nindya lalu berjalan menuju ke kamar Lilian.. Tidak berapa lama pintu terbuka, tampak Nindya dan Lilian sedang berbincang bincang, dan kemudian Nindya balik berjalan seorang diri sedang kan Lilian kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Lilian sudah janjian sama Rita, kita disuruh duluan" ucap Nindya setelah berada di dekat Bram dan Farid. Terlihat wajah Farid sangat kecewa.
"Jangan menyerah Rid, masih banyak waktu ke depan" ucap Bram lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju motornya diikuti oleh Nindya dan Farid.
"Kamu jalan duluan, nanti kalau di belakang kamu lihat aku dan Nindya jadi baper kamu" ucap Bram yang sudah duduk di motornya, lalu Nindya juga menaruh pantatnya di jok belakang. Farid lalu menuruti kata Bram untuk jalan lebih dulu sebab Bram belum juga menjalankan motornya.
Motor berjalan menuju kampus, lalu langsung ke tempat parkir. Saat di tempat parkir nampak sosok Farid sudah berjalan ke luar tempat parkir menuju ke gedung ruang dosen. Kemudian di susul oleh langkah Bram dan Nindya setelah mereka memarkirkan motornya.
"Aku ke sekretariat dulu, sepertinya banyak yang antri di ruang dosen pembimbing akademiku" ucap Bram sambil melihat ke arah gedung dosen, sambil salah satu tangannya menggandeng telapak tangan Nindya.
"Aku langsung ke ruang dosen ya mas, biar cepet selesai" ucap Nindya yang dijawab dengan anggukan kepala dan genggaman tangan yang dieratkan oleh Bram.
__ADS_1
Bram lalu melepas gandengan tangannya saat di dekat ruang sekretariat, Nindya lalu melangkahkan kaki nya ke ruang dosen yang berada di lantai dua. Sedangkan Bram menuju ke ruang sekretariat alam.
Saat di ruang sekretariat tampak Farid dan beberapa mahasiswa cowok berada di ruangan tersebut. Bram lalu masuk ke dalam. Namun beberapa orang temennya itu terlihat dari wajahnya hidungnya sedang mengendus endus aroma di ruangan tersebut.
"Kayaknya ga ada cewek di sini kok bau aroma cewek" ucap salah seorang
"Apa mbak kunti sedang lewat apa ya" ucap yang lain menimpali
"Huahaaa haaa haaaa" tawa Farid pecah dengan puas nya, namun langsung terdiam saat Bram menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Kayaknya bau kamu dech Bram" ucap salah seorang mendekat Bram dan mengendusnya
"Iya mas Bram ketempelan mbak kunti apa ya?" ucap yang lain yang merupakan mahasiswa adik tingkat Bram
"Sembarangan, ini karena tadi aku boncengan sama Nindya paling Nindya nempel nempel tadi he..he.." jawab Bram secara diplomatis sekaligus pamer
"Yang sudah jadian sombong amat" ucap Farid yang lalu berjalan meninggalkan ruang sekretariat menuju ke ruang dosen.
"Jangan ngiri ya, Rid kalau ruang dosen ku sudah sepi kabari aku ya" teriak Bram dari dalam ruangan.
Namun tidak berapa lama Farid kembali ke dalam ruangan
"Kenapa balik?" tanya Bram namun tidak dijawab oleh Farid tidak berapa lama Lilian masuk ke dalam ruangan. Dia mendekat ke tempat duduk Bram. Dan Lilian nampak tersenyum dia sudah diberitahu Nindya tentang parfum baru Bram.
"Ngapain senyum senyum?" tanya Bram saat Lilian sudah berada di sampingnya
"Ga apa apa, Nindya sudah ke atas mas?" tanya Lilian basa basi sebenarnya dia ke sekretariat hanya akan memastikan apa Bram memakai parfum baru nya.
"Iya sana kamu ke atas juga" usir Bram karena risi dengan wajah Lilian yang senyum senyum.
"Apa mau diantar Farid?" bisik Bram
"Nanti aku sampaikan" lanjut Bram
"Engggakkk" ucap Lilian lalu bangkit berdiri dan meninggalkan ruang sekretariat.
__ADS_1
"Li..... tunggu" ucap Farid yang berlari mengejar Lilian.