Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
81. Sekarung sample


__ADS_3

Seperti hari biasanya keluarga Bram pulang lebih belakangan dari pada karyawan lainnya, kecuali satpam dan penjaga malam.


"Pak, Bu saya mau mampir beli sesuatu sebentar, nanti kalau saya terlambat jam makan malam ditinggal saja" ucap Bram saat mau melangkahkan kaki keluar ruangan


"Hmmm" ucap Bapak Bharata dan terlihat Ibu Murti hanya menganggukkan kepala.


Bram lalu berjalan menuju ke mobilnya yang terparkir, setelah menyalakan mesinnya lalu menjalankan pelan pelan keluar dari halaman kantor setelahnya menambah kecepatan membelah jalan raya. Setelah beberapa menit mobil menepi dan berhenti di salah satu toko smart phone. Tidak berapa lama Bram sudah mendapatkan satu buah smartphone yang diinginkan, lalu dia kembali menjalankan mobilnya menuju ke rumah.


Sesampai di rumah Bram langsung berjalan menuju ke kamarnya.


"Mak aku makan nanti saja" ucap Bram pada Mak yang berjalan di belakangnya setelah menutup pintu.


"Njih Mas" ucap Mak singkat lalu berjalan menuju ke belakang dan melaporkan kepada Bapak dan Ibu Bharata kalau Bram sudah pulang dan akan makan belakangan.


Sedangkan Bram sesampai di kamar yang dilakukan langsung mengoperasikan hape barunya. Yang pertama dilakukan memasukan nomer hape Nindya, lalu segera melakukan panggilan video, namun beberapa kali panggilan tidak diangkat oleh Nindya. Lalu Bram mengetik pesan text


"Nin ini nomer baruku, angkat donk panggianku. Calon suamimu"


ting.. pesan terkirim


Setelah pesan centang biru, Bram langsung melakukan panggilan video, dan tidak lama langsung tersambung dan nampak wajah cerah Nindya


"Aku kira nomer orang iseng Mas, maka kubiarin" ucap Nindya mengawali percakapan di panggilan videonya


"Mas Bram langsung beli hape khusus?" tanya Nindya dengan senyum merekah


"Iya, nanti on 24 jam dan tidak kusilent" ucap Bram


"On 24 jam tidak disilent kalau tidak dibawa ya sama saja" ucap Nindya dengan wajah sedikit manyun, dan Bram yang melihatnya tertawa kecil


"Iya iya aku bawa" ucap Bram sambil tersenyum


"Kalau tidak lupa" ucap Bram kemudian lalu tertawa


"Ha...ha... ha..." tawa Bram


"Ihhh mas Bram" dengus Nindya


"Yang penting aku selalu membawa hatimu yang lembut itu he...he..." ucap Bram sambil tertawa kecil


"Kamu sudah makan belum?" tanya Bram kemudian


"Sudah" jawab Nindya


"Mas Bram sudah makan belum?" tanya balik Nindya

__ADS_1


"Belum, nih belum ganti baju belum mandi, tadi pulang kerja langsung beli hape terus sampai rumah langsung telpon kamu" jawab Bram


"Ya sudah, sekarang Mas Bram mandi dulu terus makan, nanti disambung lagi" ucap Nindya


"Telponnya sehari tiga kali ya" ucap Nindya lagi


"Sebelum makan apa setelah makan?" tanya Bram


"Ha...ha... ya sudah kututup ya, cepat mandi dan makan biar ga sakit" ucap Nindya dan mereka terdiam sejenak lalu Nindya menutup panggilan video Bram. Setelah meletakkan hape barunya Bram lalu berjalan menuju ke kamar mandi setelah mandi dia baru makan malam.


Keesokan harinya sebelum berangkat kerja Bram menelpon Nindya namun tidak lama karena masing masing sudah akan melakukan aktivitasnya.


Sesampai di kantor Bram langsung menuju ke ruang kerjanya. Namun belum beberapa menit dia mendudukkan pantatnya telpon nya berdering. Bram mengambil hape yang berdering, nampak panggilan dari pak Heri


"Hallo" ucap Bram saat sudah menggeser tombol hijau


"Mas, ini saya sudah bawa samplenya" ucap Pak Heri memberi laporan


"Ya langsung bawa ke ruangku saja" ucap Bram


"Tapi Mas" ucap Pak Heri kemudian


"Tapi apa?" tanya Bram


"Kamu minta tolong satpam atau siapa gitu" ucap Bram


"Iya iya Mas, saya bawa semua ke ruang Mas Bram" ucap pak Heri


Tidak berapa lama kemudian pintu ruangan bapak Bharata terdengar ada suara ketukan. Sisi lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke pintu yang diketuk. Sisi membuka pelan, nampak tiga orang laki laki berada di depan pintu, dua satpam dan pak Heri yang berada di depan pintu. Sisi terlihat kaget dengan adanya tiga laki laki dan apa yang dibawanya.


"Mbak Sisi, saya disuruh mas Bram ngantar ini ke ruangan mas Bram" ucap pak Heri


"Apa tidak salah?" tanya Sisi


"Coba mbak Sisi tanya mas Bram" ucap pak Heri meyakinkan


Sisi lalu kembali berjalan menuju ke tempat duduk Bram.


"Apa benar mas Bram menyuruh pak Heri ngantar barang barang itu ke sini?" tanya Sisi


"Iya, kamu bawa masuk saja" ucap Bram. Sisi lalu kembali berjalan menuju ke tempat pak Heri yang masih berdiri di depan pintu yang masih ditemani dua satpam.


"Bawa masuk Pak" ucap Sisi.


Pak Heri dan dua satpam lalu membawa barang barang tersebut masuk ke dalam ruangan. Saat melewati bapak Bharata yang sedang fokus berada di depan lap topnya. Pak Heri menyapa bapak Bharata.

__ADS_1


"Selamat pagi Pak" ucap pak Heri menganggukkan kepalanya sambil berjalan menuju ke tempat Bram. Bapak Bharata mendongakkan kepalanya namun terlihat beliau mengeryitkan dahinya melihat apa yang dibawa oleh ketiga orang tersebut.


"Mas Bram, ini mau ditaruh mana?" tanya pak Heri setelah dekat pada Bram. Bram yang sedang fokus dengan dokumen dokumen menoleh ke arah suara pak Heri.


"Pak mana sample nya kok bawa seperti ini?" tanya Bram dengan ekspresi kaget tingkat dewa sebab yang dilihat barang satu karung, pisang raja satu tundun/tandan dan seekor ayam jago besar


"Ini tepung pisang nya di karung ini Pak, terus ini ada titipan ayam dari pak Dukuh terus pisang raja istimewa dari pak Kades" jelas pak Heri. Bram yang mendengar penjelasan pak Heri terharu namun juga sedikit geli.


"Pak, sample itu tidak perlu sekarung" ucap Bram


"Sampaikan rasa terima kasih saya pada Pak Dukuh dan pak Kades" ucap Bram kemudian


"Lha Mas Bram kemarin tidak bilang seberapa banyaknya, daripada kurang Mas lebih baik sisa" ucap Pak Heri sambil tersenyum.


"Terus berapa harga sekarung tepung pisang ini?" tanya Bram


"Gratis Mas, dari warga" jawab Pak Heri


"Jangan begitu, kamu tanya mereka kalau jual per kilo berapa terus sekarung ini berapa kilo, kamu nanti minta uangnya di bagian keuangan" ucap Bram


"Terus kamu serahkan uangnya di sentra produksi" ucap Bram lagi


"Baik mas, saya pamit ya" ucap pak Heri kemudian


"Eh jangan dulu, kamu bawa turun lagi ini barangnya, aku hanya butuh sedikit sample nya" ucap Bram


"Mbak Sisi menyimpan botol kosong untuk sample tidak?" tanya Bram sambil menoleh ke arah Sisi


"Ada Mas" jawab Sisi


"Ya sudah kamu isi lima botol dengan sample tepung pisang, sisanya suruh bawa turun" ucap Bram


"Terus di bawa ke mana Mas?" tanya pak Heri


"Suruh sopir ngantar ke rumah, serahkan pada pak Man dan Mak" ucap Bram lalu kembali fokus pada pekerjaannya.


Tiga lelaki itu kembali membawa barang barangnya turun, setelah Sisi mengambil sedikit untuk mengisi di lima botol sample nya.


"Mau kamu jadikan pasar ruanganku ya Bram" ucap Bapak Bharata saat ketiga laki laki yang membawa barang sudah keluar dari ruangannya.


"Ah Bapak besuk kita makan opor ayam, kolak pisang raja, pisang goreng enak" ucap Bram sambil tertawa.


Namun tidak lama kemudian hape Bram berdering lagi.


"Ada apa lagi pak Heri" ucap Bram pada dirinya sendiri. Bram lalu mengambil hape yang berdering ternyata panggilan dari Nona Jecklyn

__ADS_1


__ADS_2