Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
22 Curahan hati Bram 1


__ADS_3

Setelah beberapa jam perjalanan kereta telah sampai di kota tujuan. Tedy dan Nindya yang tertidur sudah terbangun, kemudian mereka memberesi barang barang bawaannya.


"Jangan ada yang tertinggal Tot" ucap Tedy


"Iya kak, sudah ngabari papah dan mamah belum?" tanya Nindya


"Ga usah ngabari, surprise he he.." ucap Tedy sambil terkekeh


Beberapa menit kemudian kereta berhenti di stasiun. Tedy dan Nindya bangkit berdiri. Tedy keluar dari barisan kursinya berdiri sedikit mundur memberi jalan pada adiknya, setelah Nindya keluar dari barisan kursi dan berjalan baru Tedy berjalan di belakang Nindya.


Mereka kemudian turun dari kereta dan berjalan menuju pintu keluar stasiun.


"Ga perlu mampir mampir beli beli kan Tot ?" tanya Tedy


"Enggak" jawab Nindya


"Ya sudah langsung pesan taxi aja"


Tedy kemudian mengusap usap hape nya untuk memesan taxi. Tidak berapa lama taxi datang mengantarkan mereka ke rumahnya. Beberapa menit kemudian taxi sampai di tujuan. Tedy dan Nindya langsung turun dari taxi. Mereka berjalan menuju pintu pagar yang tidak digembok membuka dengan pelan pelan.


Mereka kemudian berjalan dengan pelan pelan menuju ke pintu rumah. Tedy memutar handel pintu tapi ternyata terkunci


"Terkunci Tot" gumam Tedy kemudian mengetuk ngetuk pintu agak lama pintu tidak terbuka


"Mau kasih kejutan malah kita yang terkejut, gimana coba kalau mamah dan papah sedang pergi" ucap Nindya kemudian mengambil hape nya dan melakukan sambungan telpon ke Mamahnya tetapi tidak di angkat


"Kok ga diangkat ya" gumam Nindya masih mencoba mengontak Mamahnya tidak berapa lama


"Hallo Nin" suara papahnya dari hape Nindya


"Pah bukain pintu dong" ucap Nindya


"Pintu mana?" tanya papah Mahendra


"Pintu depan lah Pah mosok pintu surga"


"Pintu rejeki dan pintu jodoh juga dibukain pah" ucap Tedy dengan mendekatkan wajahnya di hape Nindya


"Iya iya" ucap papah Mahendra kemudian sambungan terputus


Tidak berapa lama pintu terbuka


"Kok ga ngabari dulu kan bisa papah jemput, ini tadi papah baru habis mandi" ucap papah Mahendra sambil menerima salam dan cium tangan dari anak anaknya.


"Mamah mana pah?" tanya Tedy sambil berjalan masuk ke dalam rumah


"Tuh di dapur sedang sibuk" jawab papah Mahendra


"Kalian baik baik kan?" tanya papah Mahendra


"Iya pah" jawab Tedy dan Nindya bersamaan sambil menaruh barangnya di ruang tengah

__ADS_1


"Ya sudah bersih bersih dulu sana, terus lihat mamahmu"


"Siap bos" jawab Tedy


"Ya pah" ucap Nindya


Mereka berjalan menuju kamar mandi tetapi melewati dapur terlihat Mamahnya sedang sibuk


"Mah" teriak Nindya dan Tedy bersamaan


"Hai bersih bersih dulu kamu, kalau perlu mandi sekalian terus ganti baju baru mendekat ke mamah" ucap mamah Indah


"Iya iya, mamah kok sibuk banget sih?" tanya Nindya


"Iya ini ada pesenan salad buah jadi jangan ge er mamah ga buatin kalian" ucap mamah Indah


"Kak, aku dulu ya yang mandi" ucap Nindya setelah dekat kamar mandi


"Aku cuci tangan dan kaki dulu cuma bentar"ucap Tedy sambil menyelonong masuk ke kamar mandi, sementara Nindya nunggu sambil melihat lihat tanaman hias Mamahnya yang di taruh di dekat kamar mandi. Tak berapa lama Tedy keluar lalu Nindya gantian yang masuk.


Tedy lalu duduk di ruang tengah membuka oleh oleh buat mamah papahnya dan di taruh di meja kemudian berbincang bincang dengan papahnya


"Kak Tedy" teriak Nindya dari dalam kamar mandi


"Apa, pasti suruh bawain baju ganti" kata Tedy sambil berjalan menuju kamar mandi membawakan tas nya Nindya


"Ambilin tasku" teriak Nindya


"Kok sudah tahu" kata Nindya sambil membuka sedikit pintu kamar mandi dan hanya tangannya yang keluar, Tedy memberikan pada tangan Nindya


"Ted, kamu segera mandi nanti antar mamah terus kamar atas belum mamah beresin kamu nanti tidur sama papah di kamar papah, mamah tidur sama Nindya di kamar Nindya"


"Antar kemana Mah"


"Ini ngantar pesenan ke temen mamah, anaknya cewek cantik lho"


"Siap bos" kata Tedy lalu mengambil baju ganti dan setelahnya pergi ke kamar mandi.


Sementara Nindya sudah selesai mandi mendekati Mamahnya


"Mamahhhh" ucap Nindya sambil memeluk Mamahnya dari belakang


"Sudah harum kamu" ucap Mamah Indah sambil menoleh dan mencium pipi Nindya tapi tangan mamah Indah masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Dari tadi juga harum Mah, Mah ngicip saladnya donk kayaknya enak banget" ucap Nindya


"Iya nanti, ini sebentar lagi selesai" kata mamah Indah


Tak berapa lama salad pesenan selesai, Nindya sudah mendapat bagian dia makan dengan lahapnya satu mangkok besar salad buah buatan Mamahnya yang sangat enak. Sementara Tedy sudah selesai mandi dan siap mengantar Mamahnya.


"Nin mamah tinggal ngantar pesenan dulu ya, kamu ngobrol sama papah sana" ucap Mamah Indah

__ADS_1


"Ya Mah" ucap Nindya kemudian berjalan ke ruang tengah kemudian ngobrol dengan papahnya. Sementara mamah Indah dan Tedy pergi mengantar pesenan.


Namun tiba tiba terdengar suara hape Nindya ada panggilan masuk, kemudian Nindya mengambil hape nya ternyata ada panggilan dari Bram


"Hallo" sapa Nindya


"Sudah sampai Nin?" tanya Bram


"Sudah mas ini baru habis mandi" ucap Nindya


"Pesan ku kok ga dibalas?" tanya Bram lagi


"Owalah tadi langsung tertidur di kereta lupa mas, maaf ya, aku belum ngabari Lilian juga" ucap Nindya


"Terus jawabannya apa?" tanya Bram


"Belum tahu mas, kalo liburnya kan masih lama ini juga baru sampai mosok ditanya pulang kapan" ucap Nindya


"Siapa Nin" ucap papah Mahendra diantara perbincangan Nindya dan Bram lewat telpon. Nindya hanya memandang papah Mahendra


"Kira kira berapa hari?" tanya Bram serius


"Lima mungkin" jawab Nindya


"Lama ya.." gumam Bram dan sesaat mereka terdiam


"Enggak juga sih, kenapa Mas?" tanya Nindya


"Kangen" jawab Bram sambil tersenyum dan memegang tengkuknya. Tapi senyumnya tidak dilihat Nindya he..


"Kangen njitak he...he...." ucap Bram lagi sambil terkekeh


"Uh kirain kangen beneran, udah baper nih" ucap Nindya


"Ya beneran kangen njitak he... he..." ucap Bram lagi


"Udah ah" ucap Nindya dengan sedikit kesal lalu memberikan hape pada papah Mahendra karena papah Mahendra masih selalu tanya siapa yang nelpon meskipun tanya tanpa suara, hanya mulut yang terbuka. Papah Mahendra lalu menempelkan hape di telinganya


"Jangan cemberut dong, aku bener kangen, kangen njitak he he..Tapi njitak manis, njitak gemes..


"Hai siapa yang mau kamu jitak?" teriak papah Mahendra tentu saja membuat Bram di seberang sana langsung terlonjak kaget sampai hape terjatuh untung Bram di rumah di kamar di atas tempat tidurnya, jadi hape aman.


Bram langsung mengambil hape nya, saat dilihat tapi sambungan sudah terputus.


"Nindya....awas ya..." ancam Bram di seberang sana yang tentunya tidak didengar Nindya.


Sementara Nindya dan papah Mahendra yang masih di ruang tengah tertawa puas.


"Papah sudah tahu siapa yang nelpon kan?" tanya Nindya setelah puas tertawa dan masih ada sisa sisa tawanya


"Sudah, hati hati kamu pasti dia akan membalasmu" ucap pak Mahendra sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2