
Dengan bergulirnya waktu akhirnya peserta KKN di kecamatan tersebut sudah memenuhi gedung olah raga. Bram mencari cari di mana sosok Farid berada pandangannya menyapu seluruh isi ruangan gedung olah raga, namun tidak menemukannya.
Selanjutnya acara seremoni penyambutan di mulai. Inti acara pengenalan diri bapak Camat dan tentang daerah tersebut tentang geografis, demografis, budaya juga potensi potensi daerah tersebut. Pengenalan hanya secara global dalam lingkup kecamatan bukan detail di masing masing desa.
Setelah pengenalan wilayah, dilanjutkan dengan pengenalan Kepala Desa yang berada di wilayah tersebut. Bram memperhatikan dengan seksama dan serius siapa Kepala Desa lokasi tempat dia ditugaskan, agar tidak salah orang nanti.
Beberapa saat kemudian setelah acara penutupan, semua orang yang berada di gedung olah raga tersebut membubarkan diri. Tadi sudah diumumkan dimana tempat masing masing desa berkumpul.
Bram melangkahkan kaki keluar dari gedung olah raga tersebut menuju ke tempat berkumpul, setelah dekat terlihat beberapa temen kelompoknya juga mendekat pada dua mobil yang akan membawa mereka ke lokasi.
"Seperti pengumuman tadi kita semua ngumpul di balai desa dulu" ucap Bapak Kepala Desa setelah semua mahasiswa yang akan bertugas di desanya sudah berkumpul
"Yang mau ikut ke mobil silahkan masuk, yang bawa kendaraan sendiri bisa langsung menuju ke Balai desa atau mengikuti kami" ucap Bapak Kepala Desa selanjutnya
"Baik Pak" jawab mereka bersamaan
"Shirly kamu ikut mobil" ucap Bram pada Shirly terlihat dia berdiri dengan travel bag besarnya di dekat kakinya
"Aku mabok pakai mobil" jawab Shirly beralasan
"Ooo bisa bonceng saya atau Pak Sekretaris Desa mbak, kami bawa motor, nanti yang nyetir mobil anak saya dan pemuda desa, mereka mungkin masih di warung depan" ucap Bapak Kepala Desa dan terlihat wajah Shirly memerah karena malu
"Mari mbak" ucap seorang laki laki paruh baya bertubuh gemuk dengan seragam pamong desa sambil membawa tas Shirly lalu berjalan menuju ke parkir motornya, dan mau tak mau Shirly mengikuti langkah laki laki tersebut.
"Ayo yang lain masuk mobil, itu sopirnya sudah datang" ucap Bapak Kepala Desa desa saat melihat ada dua pemuda tampan berjalan menuju ke mobil desa nya. Dan ucapan Bapak Kepala Desa pun diikuti oleh peserta KKN yang numpang ke mobil.
"Ayo mas jalan" ucap Bapak Kepala Desa sambil menatap pada Bram, Dito dan Leon. Merekapun berjalan menuju ke parkiran motor.
Tidak berapa lama mereka semua sudah sampai di Balai Desa yang memang tempatnya tidak jauh dari gedung olah raga kecamatan. Terlihat beberapa ibu ibu dan beberapa pemuda pemudi berada di sekitar balai desa. Ada juga beberapa ibu ibu dan beberapa pemudi berada di depan pintu masuk gedung serba guna balai desa, bertugas sebagai penerima tamu.
__ADS_1
Terlihat juga Shirly dengan wajah murungnya sudah berdiri di depan balai desa. Sesaat terlihat dua pemuda tampan sopir mobil desa turun dari mobil dan ikut berjalan memasuki gedung serba guna di balai desa. Pandangan mata Shirly mengikuti langkah kedua pemuda tersebut.
Setelah semua peserta masuk di gedung serba guna balai desa , acara dimulai bapak Kepala Desa mengenalkan profil desanya kemudian mengenalkan beberapa perangkat desa. Setelahnya dilanjutkan dengan pengenalan para peserta KKN. Setelah acara pengenalan selesai dilanjutkan dengan penyampaian jadwal kegiatan hari ini, dan pembagian tempat tinggal peserta KKN. Kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang.
Tempat tinggal peserta dibagi dua, peserta mahasiswa laki laki tinggal di rumah salah satu kepala dukuh sedang kan peserta mahasiswa perempuan tinggal di salah satu penggerak PKK desa.
Setelah acara penyambutan di balai desa selesai semua membubarkan diri. Mereka menuju ke tempat tinggalnya untuk istirahat sebab malam hari ada acara lagi di balai desa yaitu musyawarah membahas program.
Bram dan teman temannya telah sampai di tempat tinggal mereka sibuk membuat papan yang bertulis posko KKN kemudian menaruhnya di depan rumah di tepi jalan agar terlihat orang yang lewat.
Setelah selesai mereka semua nongkrong di halaman berbincang bincang segala macam tema. Tidak berapa lama Bram mengambil hape nya dari saku celananya.
"Bentar aku hubungi temenku dulu" ucap Bram pada temen temennya
"Pacar ya Bram?" ucap salah seorang dan tidak dijawab oleh Bram dia sibuk mengusap usah hape nya dan setelahnya melakukan suatu sambungan
"Hai" jawab Farid yang dihubungi Bram
"Kamu masih hidup Rid?" tanya Bram
"Masih hidup dengan kekenyangan Bram, gila acara makan siang di balai desa heboh banget, segala menu ada" ucap Farid terdengar dengan nada puas
"Kamu pasti maruk biasa di kost haaa...ha...." ucap Bram di sela sela tawanya
"Tepat, benar tebakanmu" jawab Farid
"Aku tadi kok tidak melihatmu di gedung olah raga?" tanya Bram setelah reda tawanya.
"Aku dapat tempat duduk di luar di dekat penerima tamu itu Bram, di dalam sudah penuh aku datang" jawab Farid
__ADS_1
"Kamu kok terlambat datang kenapa hayo?" tanya Bram
"Jadi cctv berjalan nya Nindya?" tanya Bram selanjutnya.
"Cctv berjalan apa, aku tadi ke warung cari sarapan dulu" jawab Farid
"Kamu lihat aku boncengkan Shirly?" tanya Bram
"Enggak" jawab Farid
"Kamu kok boncengkan cewek, terus Nindya marah?" tanya Farid kemudian
"Iya dia tahu dari mana ya, katanya lihat dari cctv berjalan, kukira kamu" ucap Bram
"Huaaa haaa haa..." tawa Farid di balik hape Bram, lalu Bram memutuskan sambungan telponnya.
Bram menaruh kembali hape nya ke dalam sakunya, jadi siapa Cctv berjalan nya begitu gumam Bram.. kemudian dia kembali bergabung dengan teman temannya. Lalu mereka semua berjalan jalan di sekitar lokasi tempat tinggalnya, untuk mengenalkan diri pada masyarakat sekitar sekaligus melihat lihat potensi wilayah sebagai bekal musyawarah nanti malam.
Malam hari tiba setelah acara makan malam di rumah bapak Dukuh, mereka semua termasuk bapak Dukuh pergi menuju balai Desa.
Saat di Balai Desa sudah banyak yang datang, Bapak Kepala Desa juga sudah datang. Tidak berapa lama acara dimulai. Saat mulai acara terlihat diskusi berjalan sangat alot, ada dua laki laki yang selalu menyanggah program yang ditawarkan peserta KKN. Hingga waktu sampai larut akhirnya Bapak Kepala Desa, para perangkat dan wakil masyarakat menyetujui program peserta KKN, dua laki laki tersebut mau tak mau juga ikut menyetujui sebab mereka kalah suara.
Peserta perempuan apalagi Shirly sudah terlihat matanya terasa berat membuka mungkin karena mengantuk atau pusing belum terbiasa diskusi sampai larut malam.
"Mbak mau bonceng saya lagi?" ucap Bapak paruh baya yang tadi memboncengkan Shirly, saat mereka semua sudah berada di luar balai desa akan pulang.
"Tidak pak saya masuk angin kalau naik motor" jawab Shirly
Semua yang mendengar jawaban Shirly menahan tawanya.
__ADS_1