
Nindya masih terdiam. Bram lalu mengambil hape nya dari dalam tas, kemudian mengaktifkan hape nya. Setelah mengisi nomer password nya tidak berapa lama banyak pesan masuk. Bram melihatnya tentu saja pesan Nindya yang pertama dilihatnya. Terlihat Bram tersenyum sambil membaca pesan text Nindya. Kemudian dia menatap Nindya
"Mau dibalas ga pesannya?" tanya Bram dengan tatapan masih fokus pada Nindya
"Terserah" jawab Nindya
"Kok masih ngambek sih, malu tuh ke Dito" ucap Bram sambil melihat Dito yang tersenyum senyum entah senyum apa
"Cerita kamu tekor kenapa?" tanya Bram
"Uang seratus ribu melayang buat Lilian, kukira Lilian bohong kalau mas Bram datang" jawab Nindya
"Haaa haaaa" tawa Bram lalu Bram mengambil dompetnya dan mengambil satu lembar seratus ribu
"Nih buat Lilian, tapi jangan cemberut lagi" ucap Bram sambil menaruh uang seratus ribu di telapak tangan Nindya
"He he... Aku ga matre mas, tapi ga nolak he...he..." ucap Nindya yang sudah bisa tertawa kecil
"Ya sudah itu ada tamu dibuatkan minum ga?" tanya Bram pada Nindya sambil menunjuk Dito dengan dagunya
"Iya mau minum apa kopi, teh, es sirup, es jeruk...?" tanya Nindya
"Tapi adanya air putih" ucap Nindya kemudian, dan sejerus dengan itu Bram menatapnya dengan tajam
"Enggak...Enggak hanya bercanda, mau minum apa?" tanya Nindya kemudian sambil tersenyum
"Apa Dit?" tanya Bram pada Dito
"Apa aja" jawab Dito
"Kopi Nin, air panasnya masih kan?" tanya Bram pada Nindya yang sudah bangkit berdiri menuju ke kamarnya
"Iya, masih" jawab Nindya lalu masuk ke dalam kamar nya untuk membuatkan dua gelas kopi. Tidak lama kopi sudah jadi dan Nindya keluar kamar untuk memberikan kopi pada Bram dan Dito. Bersamaan Lilian datang bergabung bersama mereka. Setelah berkenalan dengan Dito, Lilian ikut duduk di kursi teras kamar Nindya.
"Nih..." ucap Nindya sambil memberikan uang seratus ribu rupiah di tangan Lilian
"He..He... rejeki anak baik hati" ucap Lilian sambil memasukkan selembar uang seratus ribu ke kantong celana panjangnya.
"Mas Bram kok ngacir dari lokasi KKN?" tanya Lilian kemudian
__ADS_1
"Enak aja bilang ngacir, ini juga dalam rangka misi, mau ke kampus mau ke bagian pengabdian masyarakat mau daftar cari narasumber dan ngasih sampel bahan untuk pelatihan" jawab Bram
"Dia bilang mau mampir ke kost nuker baju, eee malah ke sini" ucap Dito sambil menyesap kopi nya
"Emang kostku di sini" jawab Bram menggoda Dito
"Serius?" tanya Dito
"Iya" jawab Bram kemudian ditimpali tawa oleh Nindya dan Lilian.
"Kalau kopimu sudah habis kita berangkat ke kampus" ucap Bram kemudian. Lalu Bram mengeluarkan satu kantong baju kotor dari tasnya dan diberikan pada Nindya. Terlihat ekspresi wajah Dito kaget bengong melotot, perbuatan Bram itu meyakinkan Dito kalau Bram satu kost dengan Nindya. Nindya pun menerima bungkusan baju kotor itu
"Nitip dilaundrikan Nin?" bisik Bram lirih saat memberikan bungkusan itu
"Sudah aku berangkat ke kampus ya" ucap Bram yang sekarang lebih keras
"Ayo Dit cabut" ucap Bram pada Dito yang masih bengong lalu dia ikut bangkit berdiri. Nindya dan Lilian pun ikut bangkit berdiri, kemudian mereka berempat berjalan menuju ke luar ke tempat parkir motor Bram. Setelah acara melepas kepergian Bram, Nindya dan Lilian pun masuk ke dalam menuju ke kamar kost nya.
Sementara motor Bram berjalan ke luar halaman kost Nindya dan berjalan menuju ke halaman kost Bram yang sesungguhnya untuk mengambil baju bersihnya.
Bram memarkir motornya di depan pintu kamar kostnya. Dito masih terlihat duduk di boncengan motor Bram, sementara motor sudah berhenti.
"Ini kemana lagi Bram" ucap Dito
"Ambil baju ku, ini kost ku yang sesungguhnya" ucap Bram kemudian. Akhirnya Dito turun dari boncengan motor nya namun tidak lupa menonjok punggung Bram. Sedang Bram yang ditonjok hanya tertawa terkekeh. Tidak lama kemudian Bram mengambil baju ganti lalu mereka segera kembali melajukan motornya menuju ke kampus.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di kampus. Setelah memarkir motornya mereka berjalan menuju ke gedung bagian pengabdian masyarakat di kampus Bram.
Bram langsung melangkahkan kaki menuju ke ruangan bagian informasi, di sampingnya Dito selalu setia menemani Bram. Setelah sampai di bagian informasi terlihat Bram menunggu sejenak. Kemudian dia dan Dito terlihat mengetuk pada pintu salah satu ruang petugas.
"Masuk" ucap seorang perempuan dari dalam ruangan. Bram lalu membuka pintu perlahan dan memasuki ruang diikuti oleh langkah Dito.
"E.. kamu Bram, silahkan duduk" ucap Ibu Dosen bagian pengabdian masyarakat yang sudah mengenal sosok Bram.
"Iya Bu, mau minta bantuan" jawab Bram sambil menaruh pantatnya di kursi di depan meja ibu dosen, dan Di topik tidak ketinggalan ikut duduk di kursi sebelah kursi Bram.
"Ada perlu apa?" tanya Ibu Dosen.
"Lokasi KKN kami banyak menghasilkan pisang jenis seperti ini tetapi tidak laku, kami menawarkan program pembuatan tepung pisang Bu" ucap Bram sambil memperlihatkan pisang nya ( ups..maksudnya sampel buah pisang). Terlihat Ibu Dosen menerima sampel pisang tersebut sambil mengamati.
__ADS_1
"Pisang tersebut banyak tumbuh liar di kebun kebun dan di pinggir pinggir jalan Bu" ucap Dito menambahkan informasi.
"Baik, pisang ini bisa dibuat tepung" ucap Ibu Dosen
"Bagian pengabdian masyarakat bisa memberi pelatihan kapan Bu?" tanya Bram
"Kamu, gerak cepat Bram, minggu depan bisa dimulai, kalian bisa menyiapkan semua keperluan pelatihan dulu selama seminggu, menyiapkan bahan, peserta, tempat dan lainnya. Sedangkan alat dan narasumber dari kampus" jawab Ibu Dosen sambil menulis sesuatu pada sebuah kertas.
"Baik Bu" ucap Bram dan Dito bersamaan
"Ini, formulir pendaftaran sudah saya isi yang harus saya isi, kalian isi alamat lokasi KKN kalian dan kontak person yang bisa dihubungi sewaktu waktu" ucap Ibu Dosen sambil menyerahkan. dua lembar kertas
"Nanti kalian serahkan di bagian pendaftaran" ucap Ibu Dosen kemudian
"Baik Bu" jawab Bram sambil menerima lembar pendaftaran
"Terus Bu, kalau untuk uji kandungan nutrisi bagaimana?" tanya Bram
"Kalau uji nutrisi kamu hubungi pak Suryo" jawab Ibu Dosen
"Kalau untuk KKN sebenarnya sudah cukup Bram sampai proses pembuatan tepung dan mengolah tepung tersebut menjadi berbagai makanan siap saji" ucap Bu Dosen selanjutnya
"Kami ingin membantu sampai pada pemasaran tepungnya Bu" ucap Bram
"Baiklah kamu coba menemui pak Suryo" jawab Bu Dosen
"Baik Bu kalau begitu kami mohon diri" ucap Bram kemudian, selanjutnya Bram dan Dito bangkit dari kursinya berjabat tangan dengan Bu Dosen lalu berjalan meninggalkan ruang Bu Dosen menuju ke loket pendaftaran pelatihan. Setelah selesai mereka berjalan ke luar dari gedung pengabdian masyarakat.
"Gimana Bram?" tanya Dito
"Kita ke ruang pak Suryo, gedungnya di sana" jawab Bram sambil terus berjalan.
Bram dan Dito berjalan menuju gedung ruangan dosen, kemudian melangkahkan kaki menuju ke lantai tiga tempat ruangan pak Suryo berada.
"Orangnya ada tidak Bram?" tanya Dito sambil melangkah di samping Bram
"Sepertinya ada kulihat mobilnya ada di bawah" jawab Bram
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di depan ruang pak Suryo. Bram melihat jadwal pak Suryo di hari itu, ternyata pak Suryo sedang memberi kuliah. Akhirnya mereka berdua duduk menunggu di kursi bangku depan ruang pak Suryo.
__ADS_1