
Setelah diberi waktu rehat beberapa hari oleh Bapak Bharata, kini tiba saatnya Bram harus mulai masuk ke kantor Bharata Group.
Pagi hari Bram melajukan mobilnya dari kost menuju ke kantor Bharata Group. Setelah memarkirkan mobilnya, Bram berjalan menuju ke lantai dua. Beberapa karyawan tersenyum dan menganggukkan kepala menyapanya.
"Hai Mas Bram" sapa seorang laki laki saat Bram akan menaiki tangga menuju ke lantai dua. Bram menoleh dilihatnya Pak Heri baru memasuki ruangan masih berada di depan pintu, terlihat pak Heri berjalan cepat mendatangi Bram. Bram tersenyum membalas sapaan pak Heri.
"Selamat ya Mas, maaf baru kasih selamat sekarang, maklum selalu tugas luar kota, ini juga mau ambil surat jalan Mas" ucap pak Heri setelah dekat pada Bram sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan memberi selamat.
"Terimakasih Pak, ga apa apa Pak" jawab Bram sambil menerima jabatan tangan pak Heri
"Gimana kabar keluarga dan desa Pak, saya kangen suasana desa tersebut" ucap Bram
"Kabar baik mas, sehat semua. Tepung pisang sudah bisa dijual ke luar kota" jawab pak Heri sambil tersenyum
"Alhamdulillah Pak, ikut senang saya" ucap Bram sambil menepuk pundak pak Heri dengan sopan
"Baiklah Mas, saya pamit mau segera ambil surat jalan" ucap Pak Heri undur diri, dijawab anggukan kepala oleh Bram. Kemudian mereka berpisah menuju ke tempat nya masing masing.
Bram melangkahkan kaki menaiki tangga, sedang pak Heri menuju ke ruang administrasi di lantai satu.
Sesampai di depan pintu ruangan bapak Bharata Bram mengetuk pintu tidak lama kemudian pintu terbuka nampak seorang perempuan yang merupakan sekretaris bapak Bharata.
"Selamat pagi Mas, sudah ditunggu Bapak" ucap perempuan tersebut
"Terimakasih mbak" jawab Bram lalu Bram melangkahkan kaki nya menuju ke meja tempat bapak Bharata kerja.
"Pagi Pak" ucap Bram saat berada di depan meja pak Bharata, nampak pak Bharata fokus pada lap topnya.
"Pagi" ucap Bapak Bharata lagi lalu melepaskan pandangan dari layar lap top dan menatap ke arah Bram. Spontan bapak Bharata mengeryitkan dahinya melihat sosok Bram.
"Kamu itu sekarang sudah bukan mahasiswa lagi" ucap pak Bharata saat melihat penampilan Bram yang tidak berubah masih memakai tshirt dan celana jeans nya.
"Ya memang Pak, sudah lulus" jawab Bram sambil tertawa kecil, lalu duduk di kursi depan meja bapaknya.
"Penampilanmu itu, kamu akan jadi pimpinan di sini, kalau ibu mu lihat kamu seperti ini pasti nanti aku yang diomeli, dibilang terlalu memanjakan kamu" ucap pak Bharata
"Kan belum serah terima jabatan Pak" jawab Bram santai
"Ngeyel kamu" ucap pak Bharata kemudian dan Bram hanya tertawa.
"Nih sekarang kamu pahami dokumen dokumen ini, dan duduk di sana" ucap pak Bharata kemudian sambil menyerahkan setumpuk dokumen dokumen dan menunjuk pada sofa di ruangan tersebut. Bram lalu menerima dokumen dokumen itu yang dibawakan lalu berjalan menuju ke sofa dan duduk di sana.
"Si" panggil pak Bharata pada sekretarisnya yang bernama Sisi
__ADS_1
"Ya Pak" jawab Sisi lalu berjalan mendekat pada meja bapak Bharata
"Belikan baju buat Bram, sebelum ibu Murti ke sini harus sudah ganti baju itu anak" ucap pak Bharata
"Ukurannya Pak?" tanya Sisi
"Kamu tanya sendiri ke Bram" jawab Pak Bharata yang sudah mulai fokus lagi pada layar lap top nya.
Terlihat Sisi berjalan mendekati Bram, lalu bertanya ukuran baju dan perlengkapan Bram. Setelah mendapatkan jawaban, Sisi kembali berjalan menuju ke meja pak Bharata.
"Beli berapa Pak?" tanya Sisi
"Satu saja, sebenarnya Ibu Murti sudah menyiapkan keperluannya tapi itu anak tidak pulang ke rumah" jawab bapak Bharata tidak melepas pandangan matanya dari layar lap top.
"Baiklah Pak, o ya Pak, Tuan Andrew dari Alfa Company jam sepuluh nanti akan datang di kantor" ucap Sisi mengingatkan pak Bharata
"Ya" jawab Pak Bharata singkat. Dan Sisi kemudian berlalu untuk menjalankan tugas dadakannya.
"Bram" panggil pak Bharata pada Bram
"Ya Pak" jawab Bram sambil menoleh ke arah Pak Bharata
"Kamu dahulukan pelajari dokumen Alfa Company nanti kamu mendampingi Bapak, cek juga semua data data tentang Alfa Company, aku kirim ke email kamu sekarang" ucap Bapak Bharata.
Terlihat Bram serius mempelajari dokumen yang dimaksud bapak Bharata, tidak lama kemudian dia membuka lap topnya dan fokus menatap layar lap topnya, mempelajari data data Alfa Company yang dikirimkan oleh bapaknya.
Bram keluar sudah dengan penampilan yang beda sudah nampak sebagai sosok eksekutif muda.
"Baju yang tadi sudah diberesi belum?" tanya pak Bharata saat Bram sudah berada di dekatnya.
"Sudah Pak, nanti saya bawa pulang" jawab Bram
Dan tidak lama kemudian ibu Murti datang karena jam istirahat.
"Si, kamu bisa keluar beristirahat nanti langsung bawa sample saat Tuan Andrew datang" ucap pak Bharata pada Sisi sang sekretaris, sambil menutup lap topnya.
"Baik Pak" jawab Sisi lalu dia berlalu meninggalkan ruang Pak Bharata tidak lupa menganggukkan kepala pada Ibu Murti.
"Bapak mau minum apa?" tanya Ibu Murti
"Teh tawar saja" jawab Pak Bharata. Terlihat Ibu Murti berjalan menuju tempat dispenser yang berada di ruangan tersebut lalu membuatkan teh suaminya.
"Pak, Bu, Bram ijin istirahat ke luar ya" pamit Bram sebab dia merasa jenuh juga beberapa jam berada di dalam ruangan.
__ADS_1
"Nanti kamu langsung ke lantai tiga ikut menemui Tuan Andrew" ucap Bapak Bharata. Bram menganggukkan kepala dan mulai melangkahkan kakinya
"Jam sepuluh tepat" ucap Pak Bharata lagj. Bram lalu melangkah ke luar dari ruangan bapak Bharata dia berjalan menuju ke lantai tiga dimana tempat yang nanti akan di gunakan untuk menemui Tuan Andrew.
Setelah sampai di lantai tiga Bram menuju ke balkon, menghirup udara bebas dan memandang ke luar nampak puncak gunung Merapi sedikit terlihat bila berada di lantai tiga.
Bram mengambil hape nya dia akan menghubungi Nindya. Saat sedang mengusap usap hape nya ada suara yang mengagetkannya.
"Mas Bram kok sudah di sini?" tanya Sisi yang berada di samping pintu
"Cari udara bebas mbak" jawab Bram
"Mbak Sisi kok juga sudah sampai di sini?" tanya Bram kemudian
"Ehm.. itu mau menyiapkan ruangan untuk pertemuan dengan Tuan Andrew nanti" jawab Sisi gugup
"Ya sudah segera siapkan" ucap Bram lalu fokus pada hapenya.
Bram lalu melakukan panggilan video pada Nindya. Tidak lama kemudian telah terhubung dengan Nindya. Nampak wajah Nindya sedang berada di kamarnya
"Wah mas Bram keren banget" ucap Nindya mengawali pembicaraan
"He..He.. " Bram terkekeh
"Kayak mau jagong manten ha...ha..." ucap Nindya kemudian
"Hust menghina kamu itu" ucap Bram
"He.. He.. Iya Mas sudah kayak Bos muda dech" ucap Nindya kemudian sambil masih terkekeh
"Kamu belum ke kampus?" tanya Bram kemudian
"Baru siap siap kuliah jam sebelas" jawab Nindya
"Mas Bram itu dimana kok background nya nampak puncak Merapi?" tanya Nindya
"Di kantor, di balkon lantai tiga, bagus ya?" ucap Bram sambil mengarahkan hape pada pemandangan di luar.
"Iya bagus banget, Mas Bram juga bagus banget ha...ha..." ucap Nindya
"Itu sudah sejak lahir Nin" jawab Bram bangga
"Kapan kapan aku ikut ke kantor ya Mas" ucap Nindya
__ADS_1
"Iya, ya sudah ya sebentar lagi ada meeting nih.. meeting dengan bule" ucap Bram
"Iya Mas, moga sukses ya" ucap Nindya. Mereka lalu sejenak terdiam.kemudian Nindya memutus sambungan panggilan video nya. Dan tidak jauh dari situ Sisi mendengar percakapan Bram dan Nindya.