
Keesokan harinya setelah ritual rutin di pagi hari, Nindya bersiap berkunjung ke kamar sahabatnya Lilian. Dia sudah kepo tentang Om Prabu beberapa hari belakangan ini, namun tidak berani tanya langsung ke Bram.
"Li..." sapa Nindya sambil melongokkan kepala di pintu kamar Lilian yang sedikit terbuka.
"Hmmm" jawab Lilian yang terlihat rebahan di tempat tidurnya
"Kamu sudah selesai beberes?" tanya Nindya lalu duduk di tepi tempat tidur Lilian
"Sudah, ini balas chattingan Rangga" jawab Lilian sambil mengusap usap dan mengetuk ngetuk layar hape.
"Ooo" gumam Nindya lalu ikut berbaring rebahan di samping Lilian
"Ada apa Nin, sudah ngopi belum?" tanya Lilian lalu meletakkan hape nya di sampingnya
"Sudah, hape mas Bram masih off, jadi aku ke sini saja, sekalian pengen tanya yang kemarin" jawab Nindya
"Tanya apa?"
"Om Prabu, aku kok belum pernah lihat keluarganya" ucap Nindya sambil merubah posisi tidurnya sekarang tengkurap tapi kepala ditopang dengan sikunya sambil menatap Lilian
"Kamu kok ga tanya mas Bram?" tanya Lilian
"Ga enak" jawab Nindya
"Mencoba melatih diri untuk mengkomunikasikan segala hal pada calon suami" ucap Lilian sambil tertawa menggoda
"Kamu itu, ga mau jawab malah menggoda" ucap Nindya
"Sudah itu untuk latihan kamu berkomunikasi, kalau sudah tahu tentang Om Prabu kasih tahu aku yah.." ucap Lilian lalu Lilian bangkit dari rebahannya menuju ke tempat gelas kopinya berada, lalu meminumnya.
"Ya sudah nanti aku ke kost mas Bram, sekarang paling masih banyak ibu ibu di warung" ucap Nindya
Sementara itu di kost Bram. Nampak ibu ibu club ngrumpi berada di teras kamar Bram, ada yang duduk duduk di teras, ada yang menyapu ada yang yang membereskan tempat sampah atau merapikan pot pot tanaman di dekat teras kamar Bram. Dan tidak lupa mereka saling berbincang bincang ngrumpi segala macam topik permasalahan.
Bram membukakan matanya terbangun karena suara berisik di luar.
"Ada apa sih, ribut banget di luar" gumam Bram. Lalu Bram bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah jendela kamarnya, dia membuka sedikit gorden jendelanya.
"Ngapain ibu ibu itu berada di situ" gumamnya dalam hati. Namun saat Bram membuka gorden ada seorang ibu yang melihatnya.
"Hai.. mas Bram sudah bangun" teriaknya lalu berjalan menuju ke pintu kamar Bram, yang lain pun ikut berdiri dan berjalan menuju ke pintu kamar. Mereka semua berkerumun di depan pintu kamar Bram. Yang berada deretan depan mengetuk ngetuk pintu kamar tersebut.
tokkk...tokkk tok...
"Mas Bram, bukain.. pintu" teriak salah satu dari mereka
__ADS_1
"Mas Bram .. selamat ya..." teriak yang lain
"Mas bukain, kita mau mengucapkan selamat atas kelulusan mas Bram" ucap Ibu yang lainnya lagi
Bram mengusap wajahnya dengan kasar, lalu menyisir rambutnya dengan jari jari tangannya. Bram berjalan menuju ke pintu, dan membuka kunci kamar lalu membuka pelan pelan daun pintu tersebut.
"Ahhh baru bangun saja ganteng maksimal" ucap beberapa orang ibu saat melihat sosok Bram di depan pintu.
Lalu mereka satu persatu menjabat tangan Bram memberi selamat, Bram mengucapkan terimakasih namun dengan ekspresi wajah yang heran.
"Mas Bram, terimakasih ya.. kemarin saya dapat kotak konsumsi syukuran mas Bram" ucap salah satu dari ibu
"Mas Bram saya belum dapat" ucap yang lain
"Saya juga belum mas" ucap yang lain diikuti oleh Ibu ibu yang lainnya.
"Maaf ibu ibu, kemarin memang hanya untuk teman teman kost Nindya dan ibu kostnya juga keluarga pak Sugeng, jadi maaf bila tidak kebagian" ucap Bram
"Dapatnya menyusul juga tidak apa apa Mas" ucap salah satu ibu lalu diiyakan ibu ibu yang lain.
"Ya sudah ada berapa ibu, satu dua tiga empat.. ?" tanya Bram sambil menghitung ibu ibu yang di teras
"Sepuluh cukup ya, nanti saya suruh adik saya pesankan, dia kemarin yang ngurusi konsumsi" ucap Bram karena menghitung ibu ibu ada delapan orang
"Kurang Mas, lima puluh baru cukup" ucap salah satu ibu
"Lha suami, anak, juga ibu ibu yang tidak ikut ke sini" jawab salah satu ibu
"Ya sudah, seratus, sekarang silahkan bubar" ucap Bram kemudian. Terlihat ibu ibu bahagia mendengarkan lalu mereka membubarkan diri. Ibu Sugeng yang melihat tingkah laku ibu ibu club ngrumpi hanya bisa geleng geleng kepala.
"Kapan datangnya Mas?" tanya ibu yang terakhir berjalan
"Nanti sore habis maghrib" jawab Bram, lalu masuk ke dalam dan segera menghubungi Arum untuk memesankan seratus kotak konsumsi.
Setelah menghubungi Arum, Bram berjalan ke kamar mandi dan setelahnya menuju ke warung Bu Sugeng untuk memesan kopi dan membeli roti untuk sarapan.
Tidak berapa lama kemudian nampak Nindya berjalan menuju ke kost Bram.
"Mas" sapa Nindya setelah dekat pada Bram
"Selamat pagi calon istri" jawab Bram sambil tersenyum
"Ih.. malu didengar Bu Sugeng" ucap Nindya sambil mencubit kecil pinggang Bram. Bram yang dicubit malah terkekeh. Tidak lama kemudian Bu Sugeng keluar sambil membawa pesanan kopi dan roti Bram.
"Kamu sudah sarapan belum?" tanya Bram pada Nindya
__ADS_1
"Sudah" jawab Nindya mereka berdua lalu berjalan menuju ke kamar Bram setelah mengucapkan. terimakasih pada Bu Sugeng.
Bram menaruh kopi dan roti nya di meja teras kamar lalu mereka duduk di teras kamar.
"Mas kok sapu berantakan di situ?" tanya Nindya lalu bangkit berdiri mengambil sapu yang tergeletak tidak sopan dan menaruhnya lagi pada tempatnya
"Oooo ulah ibu ibu tadi" jawab Bram sambil menyeruput kopi nya
"Ibu ibu?" tanya Nindya. Lalu Bram menceritakan kejadian kelakuan ibu ibu barusan.
"Haa...ha... kena palak" ucap Nindya sambil tertawa
"Ya sudah ga apa apa, berbagi berkah" ucap Bram sambil menikmati rotinya
"Mas..." ucap Nindya
"Hmmmm" jawab Bram
"Aku mau nanya sesuatu mas Bram jangan marah ya" ucap Nindya hati hati
"Ya tergantung" jawab Bram santai namun membuat ciut hati Nindya untuk bertanya. Nindya kemudian hanya diam saja.
Sedangkan Bram masih menikmati kopinya, sambil matanya melirik ke arah wajah Nindya, dalam hati dia tersenyum sudah berhasil menggodanya.
"Ayo tanya, kok malah diem aja" ucap Bram sambil memencet hidung Nindya sambil digoyang goyang lembut.
"Ga jadi takut mas Bram marah" ucap Nindya sambil menepis tangan Bram yang nempel di hidungnya
"Ga bisa napas aku" ucapnya kemudian
"Ya tergantung lah.. Kalau kamu tanya mau selingkuh apa nyuruh aku selingkuh ya jelas marah" ucap Bram sambil menatap Nindya sambil tertawa.
"Sudah ayo tanya, ga marah aku, cuma godain kamu aja" ucap Bram sambil menepuk lembut paha Nindya
"Bener ga marah?" tanya Nindya sambil tersenyum, dan diangguki kepala oleh Bram
"Ehmmmm .. Om Prabu" ucap Nindya
"Kenapa Om Prabu?" tanya Bram
"Dia ganteng, tampan, awas kalau kamu naksir dia" ucap Bram menggoda lagi
"Naksir utangnya berapa ha...ha..." ucap Nindya sambil tertawa
"Yee.. udah bisa tertawa" goda Bram lagi
__ADS_1
"Om Prabu sudah berkeluarga belum sih mas?" tanya Nindya serius
"Nah lho.. kok tanya sudah berkeluarga belum?" ucap Bram balik bertanya