
Setelah sore hari, Bram melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Setelah membersihkan diri dari cat cat yang bercampur dengan keringat yang menempel di tubuhnya, Bram merebahkan diri di tempat tidurnya. Dan akhirnya Bram tertidur dengan nyenyak.
Berkali kali Nindya dan Lilian melakukan panggilan pada Bram, tidak terdengar oleh Bram yang tertidur dengan nyenyak apalagi hape Bram dimodus senyap. Jelas saja Bram tidak terganggu mimpinya. Namun ada sesuatu yang mengganggu tidur Bram, karena ketukan pintu kamar yang berkali kali dilakukan oleh orang orang di rumah dan masuknya Mak yang membangunkan Bram dengan menggoyang goyangkan kaki Bram.
"Mas Bram mas Bram bangun" ucap Mak sambil menggoyang goyangkan kaki Bram.
Seketika Bram membuka matanya dan terlihat kaget lalu bangkit dan duduk di tempat tidur
"Sudah pagi ya Mak?" tanya Bram sambil melihat jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh
"Sudah malam Mas, itu ditunggu makan malam semua sudah berada di ruang makan. Om Prabu juga datang" Ucap Mak lalu berjalan meninggalkan Bram yang masih menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, agar kesadarannya terkumpul.
Om Prabu yang memilki nama lengkap Prabu Aji Soko adalah adik kandung bapak Bharata, Om Prabu adalah adik satu satunya bapak Bharata ya mereka dua bersaudara. Hidup rukun sejak kecil. Setelah mereka dewasa mereka bekerja sama untuk mengembangkan usaha eksport hasil pertanian.
Setelah kesadaran Bram terkumpul lalu dia bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan kamar menuju ruang makan.
"Selamat malam semua" ucapan Bram yang dijawab oleh tatapan mata dan anggukan kepala oleh Bapak Bharata dan Ibu Murti
"Malam Bram" ucap Om Prabu
"Mas Bram nyenyak sekali tidurnya" ucap Arum
"Iya capek ngecat" jawab Bram
"Sudah lama Om?" tanya Bram basa basi sambil mendudukkan pantatnya di salah satu kursi
"Baru saja Bram, aku kangen kamu maka langsung ke sini, tadi Ibumu bilang kamu di rumah"
"He..He.. " ucap Bram lalu membuka piring di depannya sebab Bapak Bharata sudah memulai membuka piring nya. Dan terlihat Ibu Murti mengambilkan. nasi dan perlengkapannya pada bapak Bharata. Sedang yang lain mengambil sendiri sendiri.
Mereka semua makan tanpa banyak bicara hanya terdengan suara sendok dan garpu beradu dengan piring. Setelah selesai mereka semua duduk di ruang tengah. Sepertinya akan ada rapat begitu gumam Bram.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu Bram?" tanya om Prabu sambil menepuk pundak Bram yang duduk bersebelahan
"Baik Om, lama tidak bertemu ya" ucap Bram
"Iya kalau aku ke Yogya tidak bertemu kamu" ucap Om Prabu
"Jangankan kamu, aku saja jarang bertemu itu anak" ucap Bapak Bharata yang duduk berhadapan dengan Bram. Kebalikan dengan Ibu Murti yang tidak menerima kehadiran Bram kecil, bapak Bharata sangat bahagia saat mendapatkan anak laki laki, namun karena kesibukannya dia tidak ada waktu kebersamaan dengan Bram, sebagai kompensasi nya bapak Bharata memenuhi semua keinginan Bram. Namun sebagai imbalannya Bram juga harus menuruti keinginan bapak Bharata, Seperti masuk fakultas teknologi pangan juga karena keinginan bapak Bharata. Padahal Bram sebenernya menginginkan masuk di fakultas seni, sedangan ibu Murti menginginkan Bram masuk di fakultas menejemen. Kalau menuruti keinginan Om Prabu, Bram kuliah di dua fakultas, sedangkan menurut keinginan Mak dan pak Man, Bram masuk di tiga fakuktas, biar semua keinginan terpenuhi. Sedangkan Bram mau memenuhi keinginan Mak dan Pak Man asalkan Mak yang mewakili kuliah di menejemen dan pak Man di teknologi pangan. Kedua orang tersebut tentu saja langsung angkat kedua tangan, mending disuruh kerja lembur dari pada masuk kampus.
"Bram" ucap Bapak Bharata memecahkan keheningan
"Iya Pak" jawab Bram sambil menatap wajah Bapak Bharata
"Ibumu bilang kamu ingin kost, ada apa bukan biasanya kamu tidur di kampus?"
"Sudah tidur di kampus aja ngulang mata kuliah" saut Arum
"Iya Pak, biar bisa konsentrasi belajar kalau di sekretariat kan selalu ada kerjaan tim" jawab Bram bohong padahal dia ingin ngekost karena ingin selalu melihat Nindya.
"Baiklah, asal kuliah mu selesai tepat waktu" ucap Bapak Bharata
"Bukannya ada pegawai yang ngurus Pak?" tanya Bram.
"Meskipun ada pegawai kamu harus memahami dan menguasai agar tidak bisa di tipu pegawai" ucap Om Prabu. Bram hanya diam membenarkan, tetapi kepalanya sudah terasa pusing memikirkan.
"Kamu itu Bram, banyak anak muda lain ingin berbisnis, kamu malah bertualang terus" ucap Om Prabu kemudian. Dan Bram hanya menanggapi dengan tertawa.
"Sabtu dan Minggu Bram kamu harus pulang ke rumah dalam rangka training" ucap Om Prabu selanjutnya
"Ha?" ucap Bram terhenyak kaget bagaimana ini baru mau berencana week end dengan pacar sudah dapat jadwal training, menyebalkan gumam Bram.
"Tidak ada penolakan" ucap Bapak Bharata sambil menatap Bram dan mengangkat kedua alisnya. Bram hanya bisa terduduk lesu.
__ADS_1
Dan rapat selanjutnya tentang rencana tugas Arum dan Ibu Murti mengenai masalah keuangan.
"Pak kalau sudah tidak ada yang disampaikan pada Bram, Bram pamit ya?" ucap Bram dengan wajah memelas
"Sana" ucap Bapak Bharata sambil mengibaskan telapak tangannya.
Dan Bram pun bangkit berdiri dan berjalan melangkahkan kaki meninggal kan ruang tengah kemudian berjalan ke ruang makan untuk membuat kopi, saat aroma kopi tercium sampai di ruang tengah. Om Prabu dan bapak Bharata pun meminta dibuatkan. Setelah membuat kopi untuk Om dan bapaknya Bram melangkahkan kaki menuju ke dalam kamar nya.
Sesaat dia mengambil hape nya betapa kagetnya terdapat panggilan dari Nindya dan Lilian puluhan. kali. Bram lalu melakukan panggilan balik pada Nindya.
Berkali kali panggilan tidak ada jawaban dari Nindya, apa dia sudah tidur. Tidak lelah Bram mencoba melakukan. panggilan lagi dan..
"Halo" suara Nindya yang terdengar seperti bangun tidur
"Nin, sudah tidur ya?" tanya Bram
"He em... ngantuk nih Mas" ucap Nindya
"Maaf tadi sore aku yang tertidur, terus ada rapat, ada apa kamu nelpon" ucap Bram sekaligus bertanya
"Lilian tanya mas Bram besuk ke kampus enggak, kalau ke kampus mau bareng tidak, Lilian besuk mau ke kost"
"Kayaknya tidak deh Nin"
"Ehm maksudnya ga bareng Lilian, tapi aku besuk ke kampus" ucap Bram kemudian
"Kenapa ga bareng?" tanya Nindya
"Ehm aku masih banyak urusan" ucap Bram dia belum mau menceritakan kalau mau cari kost kostan.
"Ya sudah mas Bram nelpon Lilian saja" ucap Nindya
__ADS_1
"Okey, selamat melanjutkan tidur ya...have nice a dream" ucap Bram dengan lembut
"Iya" ucap Nindya lalu beberapa saat mereka terdiam lalu Nindya menutup sambungan teleponnya.